
Cakra kembali dari pekerjaan dengan setelan santai tidak memakai jas seperti biasa.Kaos panjang Turtleneck favoritnya kendaraan berhenti digerbang utama .Penjaga mendekat saat Rey menghentikan mobil.
" Siapa disana?" melirk mobil yang terparkir
" Nyonya dan temannya tuan" Jelas penjaga.
" Suruh mereka keluar dari mobil " Penjaga mengangguk dan mendekat ke mobil Marisa.Mereka keluar dengan mengibaskan rambut panjangnya,Agnes melihat ke arah mobil dan ingin mendekat tapi penjaga menahannya. Cakra mendesah saat melihat gadis yang bersama Marisa .Gadis yang membuat peresmian berantakan sampai membuat Hana kabur darinya.
" Jangan biarkan gadis itu masuk " Jelas Rey pada Robi .Dan mereka masuk di ikuti mobil dari belakang.Masuk ke dalam rumah.
Cakra terlihat sangat tampan dengan rambut tebal kecoklatan bergerak mengikuti hentakan kakinya melangkah,kedua tangannya masuk ke saku celana. Wajahnya tampan rupawan bulu halus yang tumbuh diatas bibir dan pipinya menambah ketampanannya.Agnes dari kejauhan menjerit-jerit tidak karuan.
Tidak ada niatan sedikit pun untuk Cakra menoleh melihat gadis tersebut walaupun mendengar suara nya.
Cakra duduk seorang pelayan membuka sepatu nya mengganti dengan sendal rumah.
" Rey istirahatlah"
" Baik tuan" Rey membungkuk hormat termasuk pelayan senior dan junior.
* * *
__ADS_1
Robi kesal dengan Marisa yang kukuh ingin masuk walaupun jelas Cakra menolak.
" Baik nyonya masuklah, tapi jika tuan mengusir mu tamat kau Nona.Dan jika aku mengadukan pada tuan besar kau tidak akan memiliki mobil ini dan kartu hidup mu"
mengebrak mobil mewah Marisa dan
Robi pergi meninggalkan Marisa yang terus memakinya .
" Sialan aku belum selesai bicara" Berteriak tapi Robi tidak menoleh dan masuk ke rumah besar
Dari balkon Hana melihat gadis yang sama saat peresmian.
" Ana " Pelukan Cakra dari belakang membuatnya kaget. " Hati hati kau hampir jatuh ".
" kau yang membuatku kaget"
" Kau?kau siapa ? aku suamimu"
"Iya sayang maafkan aku" mengusap lembut pipi suaminya.Cakra menggendong Hana sampai kekamar dan duduk disofa memangku nya.
" Kenapa menatapku terus? Hana menatap Cakra dengan bulu yang membuatnya lebih tampan ,jelas dia tahu kenapa gadis tadi menjerit-jerit .
__ADS_1
" Sayang ini kenapa masih si? aku kira tadi kau ke salon merapikan rambut dan ini" Menekan nekan pipi Cakra dengan jarinya " Kau terlihat sangat tampan, Cukur sana".
mendelik sebal malah membuat Cakra tetawa.
" Haha kau kenapa,cemburu?" Memegang tengkuk Hana dan ******* bibir gadis yang sedang dipangkuanya itu.Hana bisa merasakan lidah suaminya bermain dimulutnya, sampai Hana tersengal Cakra melepaskan nya.
" Sayang " Menekan bibir mungil nya yang basah .
" Diam" mengusap bibir Hana dengan jemari lentiknya.Orang kaya!
" Sayang dari mana tadi, kenapa memakai baju ini" Menarik ujung baju di leher suaminya.Cakra bisa merasakan tangan mungil Hana menyentuh jakunnya.Membuatnya merinding geli dan meraih tangan Hana lalu menciumnya .
" Ada urusan penting dirumah mertuamu"
" Hah! maksudmu ayah dan ibu, kenapa tidak mengajak ku sayang".
" Nanti kau juga bertemu dengan mereka.Ayo keluar " Menurunkan Hana dan keluar kamar.Berjalan bergandengan menuruni tangga. Rey dan Kiran duduk disofa sibuk dengan laptop masing masing-masing.
" Silahkan tuan" menepuk nepuk sofa untuk tuannya duduk.
.Cakra mengangguk dan duduk . Mendudukan Hana disebelah tempat duduknya.
__ADS_1