
Cakra melirik memastikan istrinya sudah jauh.
" Aku tidak suka menunjukkan amarah ku di hadapannya" Cakra teriak
" Dengar paman,aku menghormati mu sebagai orang tua bukan paman dari istriku,mendengar ucapan mu saja
kau tidak pantas menjadi paman dari
Hana ku." Kesal Cakra semakin mencengkram tangan paman.Laki laki tua itu Meringis kesakitan.
" Kau tahu, jika aku tidak menganggap mu orang tua,mungkin kau sudah aku kubur hidup-hidup" Perkataan Cakra membuat paman gemetar hebat.
" Jangan pernah merasa aku menyetujui pernikahan dengan anak mu,aku bahkan tidak pernah melihat wajahnya.Hanya Hana ku lah yang berhak berada disamping ku dulu sekarang dan selamanya.Jangan ungkit kematian anak mu,salah siapa dia bunuh diri.Bukannya dia juga sedang hamil kan?" Perkataan Cakra terkahir membuat ayah Hana tersentak.
Cakra melepaskan tangannya.Mengusap pada bahu Robi seolah dia jijik. Cakra masuk di susul Robi.Ayah
yang masih ingin memberi pelajaran pada saudaranya itu menarik paman Hana menjauh.
" Katakan,apa kau iri dengan kebahagiaan putriku" Tanya ayah Hana tidak percaya.
__ADS_1
" Aku tidak iri,hanya saja...? paman Hana masih belum kapok ternyata.
" Kau gila,bahkan Alana sedang hamil dia bunuh diri karena kesalahannya sendiri,dia anak pemalu bagaimana dia bisa berhubungan jauh seperti itu."
" Dia dia berpacaran kakak,aku bahkan baru tahu saat pemakaman" Ucapnya lirih merasa malu.
" Sekarang jaga bicaramu dan masuklah"
"Aku akan pulang,dan ke tukang patah tulang dari sini tangan ku terasa remuk" Paman meninggalkan ayah Hana memegang tangannya dan meringis,berjalan mengarah ke jalan Raya.Ayah Hana tidak percaya apa yang terjadi dan kembali berbalik untuk masuk.
* * *
Hana sangat khawatir menatap pintu masuk.Berharap Cakra segera datang.
" Tenang Nona" Tepukan lembut dibahunya membuatnya tenang,menoleh dan itu adalah Lina seolah tahu apa yang sedang dia pikirkan.Hana mengangguk.
Cakra masuk di pimpin Robi dan Rey Cakra ditengah dan di belakangnya pengawal berjejer .
Galuh tidak heran dia sudah sering melihat pemandangan itu di kantor, tapi dia kaget saat melihat Karan juga masuk hadir.Galuh langsung memalingkan wajahnya.
__ADS_1
" Sayang" Hana mendekat memeluk Cakra.Laki laki itu kaget dan mencengkram pinggang Hana. " Sayang ,apa yang kau lakukan"
Hana berbisik agar semua keluarga tidak mendengar, Cakra tersenyum.
oh ini sebabnya memelukku tidak tahu malu, seperti ini.
"Nikmati semuanya Hana sayang " Hana mendengar suara Cakra dengan kekesalan dia menciut menghentikan rasa penasaran nya.Hana melepas pelukannya tapi Cakra menahannya.
aku malah terjebak sekarang.
paman semoga kau tidak apa apa.Hana
" Sayang " Usapan lembut di punggung Cakra.
" Aku gerah" Cakra melepaskan pelukannya.Cakra merasa gerah dengan tempat kecil dan sesak itu.Hana pernah komplen dengan makanan restoran,Cakra tahu Hana menginginkan suasana seperti ini , walaupun dia yang harus tersiksa.
" Lepas jas mu sayang" Hana membantu Cakra melepaskan jas nya.Mereka berdua tertawa renyah tanpa sebab , menghilangkan rasa canggung. Hana tersentak satu kecupan mendarat di kepalanya.
"Sayang ,diam " Hana menyapu sekitar semua orang tertawa melihat tingkah nya dengan Cakra.Hana tersenyum menghilangkan rasa malu dan kesalnya.Cakra menatap lekat gadis yang sangat dicintai itu,rasa kesal dan amarahnya hilang mencair ke dasar bumi.Dia memang tidak bisa menahan amarah nya saat melihat wajah Hana, sekalipun itu hanya sebuah foto wallpaper diponsel nya.
__ADS_1