
Hana tidur setelah makan dengan suapan suaminya.Cakra berganti baju berusaha tidak membuat suara,agar istrinya tetap tidur.
Cakra selesai dan mengunci pintu kamar hotelnya.Empat penjaga sudah siap berjaga diluar.
" Jaga dia,jika kesalahan terjadi sekecil apapun kalian akan menanggung nya" Ancaman Cakra tidak main main.Dia berlalu pergi menaiki lift diikuti dua pengawal.
Di dalam kendaraan.
" Percepat ,waktuku tidak banyak" teriak Cakra melirik jam tangannya.
" Baik tuan " Supir menjawab cepat.
Cakra gelisah takut Hana keburu bangun dan melihat nya tidak ada.
Supir berusaha kerasa menguasai lututnya yang bergetar sementara kemudi harus dia jaga.
Akhirnya sampai dirumah besar gerbang sudah terbuka, penjaga dan pengawal menunggu kedatangan tuan mudanya.Cakra berjalan cepat menaiki tangga .Dia melihat pintu ruang kerjanya terbuka.
" Bagus,aku akan meringankan hukuman kalian karena tepat waktu" Cakra dengan emosinya berjalan menuju ruang kerja.Pengawal dibelakang merinding jika bisa mereka akan memilih kabur saja.. Pengawal membukakan pintu dan menutup nya kembali.
" Selamat datang tuan" Semua kompak mengucapakan salam kepada tuan mudanya.
__ADS_1
Cakra duduk melepas jaket dan diterima oleh Rey.Cakra belum memulai pembicaraan menumpang kan satu kakinya , menggigit pena dan menatap kelima orang dihadapannya.Rey bisa membaca tatapan amarah tuan mudanya dia sedang memikirkan hukuman apa yang harus dia lakukan kepada kita semua gumam Rey.
" Katakan padaku apa yang terjadi selama aku pergi,waktu ku tidak banyak lebih baik kalian menjawab cepat"
Melirik jam waktu menunjukan waktu pagi akan segera tiba dan Cakra tahu alarm Hana menyala jam empat pagi.
" Nyonya Marisa menjambak rambut nona muda tuan" Jawaban Susi lirih.
" Nyonya Marisa membawa gadis itu lagi tuan" Jawab Robi.
" Nona tidak tidur dan makan dengan benar tuan" Niken.
Cakra berdiri melemparkan pena kepada Susi,tapi pena itu menancap disofa hanya telinga Susi yang terserempet tapi tetap berdarah.
" Apa yang kau lakukan melihat istriku disakiti olehnya" Cakra duduk dan memainkan dadu nya dengan lihai.
jika aku tidak menjawab dadu itu akan menancap di dahiku.Susi
" Saya memelintir tangannya dan menyeret dia keluar tuan" Tegas jawaban Susi dan hanya menunduk.
plak Dadu itu terlempar mengenai sesuatu Susi yang sudah memejamkan mata tidak merasakan sakit,Niken yang di sampingnya lah yang meringis.Dadu itu mengenai tanngannya dengan keras.
__ADS_1
" Apa kau tidak bisa bekerja dengan baik Niken!" Teriak Cakra menggema membentur langit langit ruangan.Niken sudah berkeringat dan berkaca kaca.
" Maaf tuan!" Jawaban yang dipilih Niken.
" Rey gantikan tugasnya dengan orang lain besok,antar dia kekantor kembali !" Cakra mengambil dadunya.
" Baik tuan!"Rey cepat menjawab
" Jika pekerjaan mu dikantor tidak becus juga,kau aku tendang dari perusahaan ku!"
Teriak Cakra kembali urat urat dilehernya timbul.Rey sudah bersiap jika tuan mudanya menggila sekarang,begitu juga Robi seperti sudah memasang kuda kuda.
" Rey antar aku ke hotel" Cakra melihat jam ,tiga puluh menit lagi alarm berdering.
Rey membukakan pitu,cakda keluar dan membanting pintu keras.
Niken menangis dia merasa sudah sangat dekat dengan Nona muda tapi harus berpisah dengan cara seperti ini.
" Niken tenanglah!" Susi dan Kiran membawa Niken keluar.Robi membereskan semua yang ditendang dan dilempar tuan mudanya.
Kasihan sekali kau ken.Robi
__ADS_1