Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Ruang Private


__ADS_3

Satria sudah duduk di sebuah ruangan.Dia mencicip semua hidangan yang tersedia di meja .Tidak lama Cakra datang melihat wajah nya saja Cakra sudah ingin memberikan tonjokan keras disana.


" Akhirnya aku bertemu juga dengan mu sahabat ku! Satria berdiri akan memeluk Cakra.Rey langsung menghadang memasang badan tinggi dan kekarnya.


" Jaga batasan mu Tuan" Rey tegas mengancam laki laki yang akan menyentuh tuan mudanya.


" Baiklah aku minta maaf " Menaikan kedua tangannya dan duduk kembali.


Cakra melirik dan Rey berdiri disebelah nya.Cakea duduk di kursi berseberangan dengan satria.


" Ada apa kau kesini?" Tanya Cakra ketus.


" Aku sedang rindu pada Hana " Jawabannya jujur dan membuat Cakra melemparkan gelas ke hadapannya.


" Dia Istriku sekarang,jaga sikapmu satria !" Berteriak kesal dia tidak mampu untuk duduk tenang setelah satria mengucapkan nama istrinya.


" Memang dia istrimu,tapi kenapa dia menangis meratapi nasibnya karena menikah dengan mu tuan muda " Nadanya jelas sangat meledek Cakra.Rey menahan tubuh Cakra dengan badannya.


" Jika kau ingin bicara omong kosong keluar pergi dari sini" Cakra kembali duduk dikursi nya.


" Silahkan tuan keluar,saya akan mengantar" Rey menimpali.


" Ok ok aku akan pergi,tapi ingat jika dia menangis lagi kau tahu apa yang akan aku lakukan" Ancamnya pada cakra.


" Seret dia keluar Rey"

__ADS_1


Rey menarik kerah satria dan menyeret nya keluar.Tidak susah untuk melakukan nya memang tugasnya adalah melindungi tuan mudanya.


* * *


Hana hanya diam melihat catatan diatas tempat tidur.Cakra melarang nya keluar sampai dia kembali.


" Ada apa diluar?" Hana penasaran menarik gagang pintu tapi dikunci oleh Susi.Susi berjaga diluar sampai Cakra datang.


" Pergilah"


" Baik tuan muda"


Susi pergi dan tuan mudanya masuk kekamar.Hana langsung mendekat untuk bertanya pada suaminya.


" Katakan padaku" Rengekan membuat wajah imut polosnya keluar.


" Kemari,peluk aku!" Hana mendekat dan Cakra yang memeluknya dia terus menciumi Hana .


" Sayang katakan ada apa" Mengusap usap Dada suaminya " Ayo katakan,wajahmu tidak bisa berlindung dari sorot mataku"


" Baiklah dengar,ada yang mengancam akan mengambil mu dariku" Semakin mengeratkan pelukannya." Aku tidak mau itu terjadi,dan aku harus mengurung mu sebentar disini".


Hana diam dalam pikirannya terngiang nama satu orang yaitu satria.Saat di taman dia juga mengatakan hal yang sama pada Hana.


" Aku takut" Hana memeluk erat suaminya dan ketakutan.

__ADS_1


Aku yakin laki laki gila itu juga mengancam Hana.Seperti dulu disekolah dia menganggu hanaku!..


" Aku akan bekerja,sudah ada banyak klien yang menunggu"melepaskan pelukan.Tapi Hana memeluknya dari belakang.


" Aku ikut " Wajah Hana tidak bisa disembunyikan dari rasa takutnya.


" pakai baju mu yang bisa membuatmu jelek sana pergi" mendorong Hana masuk keruang ganti.Cakra menunggu sambil bermain ponsel.Bukan asal main semua ada diponsel seluk beluk pekerjaan orang kaya.


Tidak lama Hana keluar dengan rambut basah.Dan tas yang sudah dia gandeng.


" Kenapa melihat ku seperti itu?" Tanya Hana.


" Aku bilang pakai baju yang bisa membuatmu jelek,malah seksi begini" Meraih tangan Hana menggandengnya keluar kamar.


Kenapa sih kau itu selalu saja menyebalkan suamiku!


" Silahkan Nona " Membuka pintu untuk nona muda.Hana hanya diam melihat dari bawah sampai rambut laki laki dihadapannya.


"Apa kita pernah bertemu?" Tanya Hana.


" Tidak Nona" Terus membungkuk.


Jelas anda mengenali saya,saya yang diutus tuan muda menjaga Anda saat dikota.


" Baiklah, terimakasih" Hana masuk karena Cakra sudah bersiul kesal menunggu didalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2