
Lina sudah masuk diruangan bekerja tuan muda.Cakra duduk memeriksa semua berkas berserak di mejanya.
Hana yang di jemput Susi untuk masuk ke ruangan kerja suaminya cukup kaget.
Dia sangat jarang masuk ke ruangan itu.Tapi malam² seperti ini suaminya meminta dia datang.
Hana masuk setelah pintu dibukakan Susi untuknya.Susi berdiri didepan pintu setelah dia menutup nya rapat.
" Kau sudah bangun." Cakra berdiri menghampiri Hana, membuat Hana duduk dipangkuannya.
" Ada apa ini?". Hana kebingungan saat melihat Lina tidak memakai seragam seperti biasa.
" Dia akan pulang." Cakra melirik Lina sekilas.
" Apa ? kenapa dia pulang,maafkan dia sayang jika dia melakukan kesalahan." Hana panik matanya sudah berkaca-kaca.
Matanya menatap Lina dihadapannya.
Cakra mendesah memeluk tubuh istrinya.
" Dia tidak melakukan kesalahan Hana sayang." Mengusap sehelai rambut yang jatuh menutupi wajah istrinya.
Hana menangis tersedu-sedu.Siapa yang akan menjaganya mulai terlebih waktu yang semakin mepet untuk pergi ke luar negeri.
" Jangan menangis.Aku tidak suka melihat mu seperti ini." Cakra menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya itu.
__ADS_1
" Lina apa aku berbuat salah pada mu , kenapa kau ingin pergi." Hana turun dari pangkuan suaminya.Berdiri dihadapan Lina yang berendengan dengan dengan Rey.
" Tidak Nona.Saya keluar dan pergi dengan kemauan saya sendiri." Lina lirih menyeka air matanya,dia sangat dekat dengan Nona muda.Dia menganggap Hana sebagai saudara nya sendiri.
" Apa masalahnya." Hana memegang bahu Lina.
" Ibuku sakit nona, aku harus mengurus nya." Lina jujur walaupun sebelumnya dia enggan bercerita.Tapi jika tidak Hana tidak akan membiarkan nya pergi.
" Bawa saja ibumu kemari,kau bisa merawatnya disini dengan ku.Iya kan sayang?". Hana berbalik, melepaskan tangan dibahu Lina.
Cakra menatap tidak mengiyakan ataupun menolak.
" Sayang!" Hana merengek saat suaminya diam seperti menolak permintaannya itu.
" Nona , jangan seperti ini .Saya akan berusaha untuk menjenguk Nona jika ada kesempatan." Matanya melirik Cakra sekilas.
" Ambil ini sebagai kenang kenangan dariku." Hana melepaskan Cincin dari jemarinya.Cakra berdiri ingin menghentikan.
" Tidak Nona." Lina menolak
" Ini cincin ku bukan milik suamiku." Teriak Hana merasa kesal saat suaminya berdiri menatap tajam ke arah Lina.
" Lakukan apapun yang di minta istriku." Cakra menimpal dia kembali duduk.Walaupun berat karena cincin itu dia beli dengan desain khusus yang dia buat sendiri.
" Tapi,,,!". Lina belum selesai cincin itu sudah masuk dijari manis ya.
__ADS_1
" Sekertaris " Hana meminta sesuatu yang berada di saku jas Rey
Apa ini nona meminta apa?
Rey bingung meraba rab isi saku jas nya.Dia mengeluarkan buku cek .Hana menerima dia berjalan menuju meja Cakra.Menuliskan jumlah dengan pena di tangannya.
Cakra bisa melihat berapa nominal yang ditulis istrinya.Dia tersenyum membiarkan.
" Ambil ini juga." Hana meraih tangan Lina, meletakan cek disana
Line shok saat matanya melihat jumlah nol berjejer disana.
" Ini berlebihan nona". Cek nya dia simpan kembali di meja kerja Cakra.
" Ambil ,jika tidak anggap saja kau tidak pernah bertemu dan berteman dengan ku." Hana merengek .
Air matanya terus menetes.Lina terpaksa kembali mengambil cek di meja , jumlah yang sangat fantastis .Jumlah itu setara dengan dia bekerja selama dua tahun di Alaska group.
" Terimakasih Nona." Lina memeluk Hana erat,tidak perduli jika tuan kuda marah padanya.
Mereka berpelukan hangat saling menangis tersedu-sedu.
Cakra hanya menatap memijat dahi.Rey cekikikan dia tahu.
Mulai jam ini dia dan Cakra harus segera mencari bodyguard baru.
__ADS_1
Cakra bisa saja menolak permintaan pengunduran diri Lina.Tapi hati nuraninya masih berfungsi,jika dia menahan anak yang ingin mengurus ibu yang melahirkan anaknya.
Dia akan merasa bersalah seumur hidup.