
Hana diam saat suaminya beraksi didalam mobil.Sedikit berontak saja suasana akan seperti kemarin dan sampai subuh tadi.Dia merasa sakit saat Cakra mendiamkannya.
" Sudah sampai ayo '" Hana dan Cakra turun.Kembali lagi Hana melihat pedagang berjejer disana. " Sayang".
" Aku akan membelikannya jam istirahat" Cakra serius dengan kata katanya.Dia merasa bersalah mendiamkan Hana seperti itu.Dia harus sedikit memanjakan istrinya agar dia diam tidak memaksa kabur,hanya untuk semangkuk bakso .
" Kau serius?" Hana berbinar
" Jangan memasang wajah seperti itu, atau kau ku tarik kau ke toilet !" Tersenyum nakal , mencengkram pinggang Hana.
" Kau mau memandikan ku ditoilet kantor'' Hana dengan spontanitas polosnya kebingungan.Cakra dan Rey tergelak bersama.
" Cih!" Hana mendesis kesal.
* * *
Ruangan Khusus Presdir
Cakra memangku kaki kirinya.Menatap tajam setajam silet ,laki laki dihadapannya berani mengirim bunga mawar kepada istrinya.
__ADS_1
" Apa masalah mu?" Cakra memulai .Dia ingin sekali memukulnya sekarang .Kim tidak bergeming menatap dan tersenyum kepada nya. " Dia Istriku".
" Dia hidupku!" Jawaban Kim membuat Cakra tertawa." Aku sudah tidak perduli,aku tidak berada di genggaman mu lagi sekarang,dia Hana ku !" .
" Rey ..." Cakra berteriak ,membanting kursi ke tembok .Kim di hajar habis habisan oleh Rey.
Kim tidak melawan dia diam saat dipukul ditendang.Sebelum dia mengundurkan diri,dia tahu apa yang akan dia alami.Dengan tidak menjadi budak Cakra.Dia bisa bebas menemui Hana.
* * *
Hana khawatir.Dia merasa gelisah melirik ponsel.Satu jam berlalu Cakra meninggalkan nya.
" Apa aku harus keluar? Hana bodoh apa kau tidak kapok dia mendiamkan mu,aku akan diam dan menunggu nya!" Hana kembali duduk di kursi empuk milik suaminya.Dor pintu terbuka.
" Sekertaris" Hana tergagap ketakutan.Cakra masuk dengan nafas terengah-engah , begitu juga Rey ." Sayang" teriak Hana ingin kabur dan memeluk suaminya.
" Jangan panggil dia sayang ana " Kim mengeluarkan suaranya,Hana semakin frustasi Rey sigap menariknya keluar.Pengawak datang ikut menahan Kim .
" Sayang" Hana melangkah pelan,mengarah pada Cakra . Tangan Kim berhasil menarik rambutnya sampai Hana terjengkang . Kepalanya membentur lantai keras.
__ADS_1
" Tarik dia cepat" Teriak Cakra memeluk istrinya.Cakra menggendong Hana ke ruangan pribadinya." Hana " .
Hana menangis memeluk suaminya.Kepalanya mengalami sedikit bencola.Cakra khawatir dan menyuruh Rey memanggil dokter suci.
" Apa kau yang memukul nya?" pertanyaan Hana membuat Cakra semakin erat memeluk nya." Jika tangan mu kotor, bersihkan dulu " .
" Aku tidak menyentuh nya sama sekali,aku bersumpah demi nyawaku" telapak tangan
memegang kepalanya.
"Apa apaan , jangan begini peluk aku !aku takut " Hana meringis merasakan sakit dikepala nya.Cakra mengusap nya lembut membiarkan Hana menangis membasahi dadanya.Setelah Hana melakukan itu dia biasanya tenang.
" Tuan dokter sudah datang" Rey berbicara dari balik tirai yang menutupi Cakra dan Hana.
" Suruh dia duduk ,aku akan kesana"
" Baik tuan " Rey membungkuk.Mengarah pada suci yang masih berdiri melihat semuanya.Dia baru pertama kali masuk ke ruangan Presdir.
" Jangan kampungan, duduk dan siapkan semuanya" Rey ketus menatap bengis ke arahnya.Suci hanya cekikikan.
__ADS_1
menyesal.aku tidak mereka wajah begonya kemarin
" Baik aku akan persiapkan semuanya"