Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Menuju rumah Hana


__ADS_3

Robi ikut bersama Rey dan Cakra, setelah dia selesai mengantar Nanda dan memberikannya hadiah sebagai ucapan terimakasih Cakra padanya.


Robi menelfon Tika untuk menanyakan dimana mereka berdua berada


" Halo " Tika


" Kalian dimana?" Tanya Robi pada Tika.Dari belakang cakra mendekatkan wajahnya di kepala Robi untuk menguping.


" Apa urusan mu ? kami sudah jauh ke ujung dunia .Lagi pula tuan tidak mencintai nona " Teriak Tika membuat ketiga pria itu mendesah .Robi sengaja membuat loud speaker aktif di ponselnya.


" Jangan seperti itu " Robi menyahut saat Cakra sudah terlihat kesal dengan ucapan Tika .


" Aku tidak perduli.Tuan memang egois " ketus Tika kesal


" Apa maksudmu tidak perduli? dan berani sekali memaki ku tadi " Cakra beteriak membuat Tika diseberang sana kaget setengah mati.


" Ti,,dak tuan.Tidak seperti itu maafkan aku " Tika terbata mendengar suara Cakra marah padanya.Robi tersenyum tipis mendengarkan.


Mati kau Tika


" Katakan dimana kalian sekaran" Tanya Cakra mengontrol suaranya.


" Di rumah orang tua nona muda tuan " Lirih Tika lemah lembut menjawab Cakra.


* * *


Tika kaget dan mematikan ponselnya.Dia malas jika harus membawa pesan Roni yang meledek dirinya.


" Jangan pecat aku tuan " Tika berdoa mengenggam kedua tangannya.


Di sisi lain Galuh kembali pulang meninggalkan Rudi dan Hana ditempat itu.


Mobil Cakra datang di susul Cakra turun dengan tergesa-gesa.


" Kau terlambat " Galuh menatap Cakra begitu juga Cakra menatapnya .


Cakra melangkah untuk menghampiri Galuh .Galuh mendelik kesal kepadanya dan masuk ke dalam rumah tanpa bertegur sapa dengan kakak iparnya.

__ADS_1


Tika keluar berpapasan dengan Galuh.


" Kenapa dia muram seperti itu " Tika menatap punggung Galuh yang melewatinya begitu saja.


" Tuan " Tika membungkuk saat Cakra mendekatinya .


" Dimana istriku " Teriaknya kepada Tika.Galuh yang mendengar keributan berbalik kembali menghampiri Cakra.


" Kakak ditaman bersama Rudi . Pergilah dan jamgan berisik,ayahku sedang sakit tuan " Galuh membungkuk hormat


" Kenapa kau canggung seperti itu kau biasa memanggil ku Abang kan " Cakra menepuk bahu Galuh,pemuda itu menatap tangan Cakra yang menyentuhnya.


" Tuan juga menyuruh kakakku memanggil dengan sebutan Tuan padamu kan?" Galuh geram


" Baiklah" Cakra melepaskan tangannya.Galuh kembali masuk ke dalam rumah .


" Sepertinya nona menceritakan semuanya " Bisik Rey kepada Cakra membuat bahunya terasa ngilu saat Cakra kesal dan memukul nya.


Cakra pergi mengemudikan mobil sendirian.Mencari taman terdekat dari rumah Istrinya.


" Kenapa dia baru menyesal setelah keadaan sudah jauh seperti ini " Celetuk Tika menatap mobil.Robi dan Rey menatapnya tajam. " maaf aku harus ke belakang " .


TAMAN


ditaman Hana duduk bersama Rudi menikmati segelas es cendol .


"Sangat enak " Hana mengusap bibirnya gelas dia simpan ke samping penjual cendol ." Segar sekali " .


" Hana apa kau tidak khawatir kepada suami mu?" Tanya Rudi meneguk cendol terakhirnya.


" Untuk apa ? dia bahkan terus menyakiti ku !" Ketus Hana berdiri menatap danau buatan dihadapannya.


Tempat itu adalah tempat dimana Hana sering bermain saat kecil.


Galuh pulang pergi duluan , meninggalkan Keduanya. Dia merasa kesal setelah mendengar semua yang Hana ceritakan.


Hana juga tidak bisa menyembunyikan apapun dari Galuh adiknya yang sangat peduli padanya.

__ADS_1


" Jangan seperti itu.Kalian berdua sedang sama-sama marah " Rudi ikut berdiri disebelah Hana,menatap sekilas wajah Hana yang murung sejak kedatangannya.


" Kau tahu apa soal masalah rumah tangga? kau juga belum menikah.Pahit manis suka duka sudah aku alami Rud,kau tidak akan paham " Hana melepaskan ikatan rambut nya membiarkan rambutnya terbang kesana kemari tertiup angin .


" Jika dia datang dan meminta maaf .Kau akan bagaimana?" Tanya Rudi menghela nafas panjang


" Tidak tahu !" Singkat Hana menjawab .


Cakra yang sudah dari tadi berdiri di belakang Hana terdiam.Rudi tidak memberitahu Hana kalau suaminya sudah mendengar apa yang dia bicarakan.


" Kau mencintainya apa tidak?" Tanya Rudi kembali melihat Cakra yang diam mematung dibelakang Hana.


" Entahlah .Jika aku mencintai nya apa pengaruhnya untuk rumah tanggaku,dia bahkan selalu marah dengan hal kecil dan membuatku takut " Ucap Hana mengikat kembali rambutnya.


*Aku sangat mencintai nya tapi kesalahan yang tidak aku lakukan sekalipun . Membuatnya marah dan bersikap dingin padaku .


Apa itu cinta ? aku bahkan masih binggung


mengartikan semuanya yang dia lakukan*


Rambutnya sudah dia genggam , tangannya tertahan saat merogoh kantong celananya untuk mengambil ikatan rambut nya.


" Jangan di ikat " Suara Cakra terdengar jelas dari belakang tubuhnya.Hana membulatkan matanya terkejut tapi tidak berbalik.


Kenapa dia si sini.


" Kalau begitu aku pulang duluan " Rudi membungkuk kepada Cakra dan melangkah mundur .


Hana menepis tangan Cakra dan mengejar Rudi.


" Hana dengarkan aku dulu" Cakra berteriak dan mengejar langkah Hana .


" Hana dengarkan suamimu dulu !" Rudi diam .Dan Cakra menarik tangan Hana agar berhenti.


" Untuk apa kau kesini ?" Tanya Hana berusaha menepis tangan Cakra yang memegangnya.


Rudi berlari meninggalkan keduanya

__ADS_1


" Rudi tunggu aku " Hana setengah berteriak.


" Urus saja dulu masalah mu baru pulang " Rudi ikut beteriak dan pergi dengan motornya.


__ADS_2