
Robi ikut bersama Rey dan Cakra, setelah dia selesai mengantar Nanda dan memberikannya hadiah sebagai ucapan terimakasih Cakra padanya.
Robi menelfon Tika untuk menanyakan dimana mereka berdua berada
" Halo " Tika
" Kalian dimana?" Tanya Robi pada Tika.Dari belakang cakra mendekatkan wajahnya di kepala Robi untuk menguping.
" Apa urusan mu ? kami sudah jauh ke ujung dunia .Lagi pula tuan tidak mencintai nona " Teriak Tika membuat ketiga pria itu mendesah .Robi sengaja membuat loud speaker aktif di ponselnya.
" Jangan seperti itu " Robi menyahut saat Cakra sudah terlihat kesal dengan ucapan Tika .
" Aku tidak perduli.Tuan memang egois " ketus Tika kesal
" Apa maksudmu tidak perduli? dan berani sekali memaki ku tadi " Cakra beteriak membuat Tika diseberang sana kaget setengah mati.
" Ti,,dak tuan.Tidak seperti itu maafkan aku " Tika terbata mendengar suara Cakra marah padanya.Robi tersenyum tipis mendengarkan.
Mati kau Tika
" Katakan dimana kalian sekaran" Tanya Cakra mengontrol suaranya.
" Di rumah orang tua nona muda tuan " Lirih Tika lemah lembut menjawab Cakra.
* * *
Tika kaget dan mematikan ponselnya.Dia malas jika harus membawa pesan Roni yang meledek dirinya.
" Jangan pecat aku tuan " Tika berdoa mengenggam kedua tangannya.
Di sisi lain Galuh kembali pulang meninggalkan Rudi dan Hana ditempat itu.
Mobil Cakra datang di susul Cakra turun dengan tergesa-gesa.
" Kau terlambat " Galuh menatap Cakra begitu juga Cakra menatapnya .
Cakra melangkah untuk menghampiri Galuh .Galuh mendelik kesal kepadanya dan masuk ke dalam rumah tanpa bertegur sapa dengan kakak iparnya.
__ADS_1
Tika keluar berpapasan dengan Galuh.
" Kenapa dia muram seperti itu " Tika menatap punggung Galuh yang melewatinya begitu saja.
" Tuan " Tika membungkuk saat Cakra mendekatinya .
" Dimana istriku " Teriaknya kepada Tika.Galuh yang mendengar keributan berbalik kembali menghampiri Cakra.
" Kakak ditaman bersama Rudi . Pergilah dan jamgan berisik,ayahku sedang sakit tuan " Galuh membungkuk hormat
" Kenapa kau canggung seperti itu kau biasa memanggil ku Abang kan " Cakra menepuk bahu Galuh,pemuda itu menatap tangan Cakra yang menyentuhnya.
" Tuan juga menyuruh kakakku memanggil dengan sebutan Tuan padamu kan?" Galuh geram
" Baiklah" Cakra melepaskan tangannya.Galuh kembali masuk ke dalam rumah .
" Sepertinya nona menceritakan semuanya " Bisik Rey kepada Cakra membuat bahunya terasa ngilu saat Cakra kesal dan memukul nya.
Cakra pergi mengemudikan mobil sendirian.Mencari taman terdekat dari rumah Istrinya.
" Kenapa dia baru menyesal setelah keadaan sudah jauh seperti ini " Celetuk Tika menatap mobil.Robi dan Rey menatapnya tajam. " maaf aku harus ke belakang " .
TAMAN
ditaman Hana duduk bersama Rudi menikmati segelas es cendol .
"Sangat enak " Hana mengusap bibirnya gelas dia simpan ke samping penjual cendol ." Segar sekali " .
" Hana apa kau tidak khawatir kepada suami mu?" Tanya Rudi meneguk cendol terakhirnya.
" Untuk apa ? dia bahkan terus menyakiti ku !" Ketus Hana berdiri menatap danau buatan dihadapannya.
Tempat itu adalah tempat dimana Hana sering bermain saat kecil.
Galuh pulang pergi duluan , meninggalkan Keduanya. Dia merasa kesal setelah mendengar semua yang Hana ceritakan.
Hana juga tidak bisa menyembunyikan apapun dari Galuh adiknya yang sangat peduli padanya.
__ADS_1
" Jangan seperti itu.Kalian berdua sedang sama-sama marah " Rudi ikut berdiri disebelah Hana,menatap sekilas wajah Hana yang murung sejak kedatangannya.
" Kau tahu apa soal masalah rumah tangga? kau juga belum menikah.Pahit manis suka duka sudah aku alami Rud,kau tidak akan paham " Hana melepaskan ikatan rambut nya membiarkan rambutnya terbang kesana kemari tertiup angin .
" Jika dia datang dan meminta maaf .Kau akan bagaimana?" Tanya Rudi menghela nafas panjang
" Tidak tahu !" Singkat Hana menjawab .
Cakra yang sudah dari tadi berdiri di belakang Hana terdiam.Rudi tidak memberitahu Hana kalau suaminya sudah mendengar apa yang dia bicarakan.
" Kau mencintainya apa tidak?" Tanya Rudi kembali melihat Cakra yang diam mematung dibelakang Hana.
" Entahlah .Jika aku mencintai nya apa pengaruhnya untuk rumah tanggaku,dia bahkan selalu marah dengan hal kecil dan membuatku takut " Ucap Hana mengikat kembali rambutnya.
*Aku sangat mencintai nya tapi kesalahan yang tidak aku lakukan sekalipun . Membuatnya marah dan bersikap dingin padaku .
Apa itu cinta ? aku bahkan masih binggung
mengartikan semuanya yang dia lakukan*
Rambutnya sudah dia genggam , tangannya tertahan saat merogoh kantong celananya untuk mengambil ikatan rambut nya.
" Jangan di ikat " Suara Cakra terdengar jelas dari belakang tubuhnya.Hana membulatkan matanya terkejut tapi tidak berbalik.
Kenapa dia si sini.
" Kalau begitu aku pulang duluan " Rudi membungkuk kepada Cakra dan melangkah mundur .
Hana menepis tangan Cakra dan mengejar Rudi.
" Hana dengarkan aku dulu" Cakra berteriak dan mengejar langkah Hana .
" Hana dengarkan suamimu dulu !" Rudi diam .Dan Cakra menarik tangan Hana agar berhenti.
" Untuk apa kau kesini ?" Tanya Hana berusaha menepis tangan Cakra yang memegangnya.
Rudi berlari meninggalkan keduanya
__ADS_1
" Rudi tunggu aku " Hana setengah berteriak.
" Urus saja dulu masalah mu baru pulang " Rudi ikut beteriak dan pergi dengan motornya.