
Rey kalah debat dengan suci.Gadis itu menyalahkan semua dengan apa yang dikerjakan Rey untuk menjaga keamanan rumah Cakra.
Rey menarik handle pintu .Tika yang sedang menempelkan telinganya langsung ambruk.
" Apa ?" Rey menatap Tika yang tersungkur di lantai.Suci mendengus dan tertawa-tawa melihat pengawal baru Hana.
Aku ketahuan.Tika
" Maaf maaf sekali lagi". Tika langsung berdiri dan lari terbirit-birit keluar ruangan.
Rey hanya menggeleng kepala menatap punggung Tika semakin menjauh dari pandangannya.
" Tukang nguping " bisik Rey menutup pintu ruangan meninggalkan suci sendirian disana.
Diruangan VIP rumah sakit.
Hana duduk ditempat tidur dengan makanan yang terus masuk ke dalam mulutnya.
" Aku kenyang" Hana menahan tangan Cakra yang terus menyuapi tanpa jeda.
" Baru dua sendok" Protes Cakra.
" Dua sendok apanya ? itu piring kedua sayang" Hana menekan di ujung kalimat sebagai bentuk ketidaknyamanan Cakra tersenyum tipis.
" Ayo makan lagi !" Cakra bersikukuh .
" Sayang " Hana menggeleng terus menahan tangan suaminya.
Tok tok tok ,,,,ketukan pintu membuat Cakra diam.
Dia mundur dari tubuh Istrinya .
" Masuk " teriaknya sambil meletakan piring dan gelas dimeja .
Pintu terbuka Rey dan Tika masuk ke ruangan.
" Tuan kita harus bicara". Rey memulai dia akan menyampaikan apapun yang disampaikan suci mengenai kondisi Hana padanya .
Cakra langsung berdehem dia akan merai jaket di ujung sofa ,tangan Tika menyambar lebih cepat
" Saya bantu tuan ." Tika sudah berdiri di belakang Cakra.Hana merasa risih menatap Rey agar bertindak .
Rey langsung menarik Tika menjauh.
" Kau gila!" Teriak Cakra membuat Tika gemetar.
" Maafkan saya tuan ,saya hanya ingin membantu" Tika menimpal perkataan Cakra secepat kilat.
" Diam " Teriak Rey membalas perkataannya.
__ADS_1
Suasana diruangan menjadi canggung.Cakra yang kesal membelakangi Hana dan menatap tajam Tika ,gadis itu menunduk dia tidak berani menjawab atau menjelaskan apapun.
" Urus dia " Cakra meliirk Rey.
Rey langsung menyeret Tika keluar dari ruangan.
Cakfa seketika berubah menguasai wajah marah ya di depan Hana dengan tersenyum.
Menyeramkan .
Hana menundukkan kepalanya.Cakra mendekat tangannya meraih dagu Hana.
Kecupan lembut di bibir Hana ,gadis itu diam melihat wajah suaminya sangat dekat dengannya.Mereka saling menatap lekat .
Cakra selesai dengan urusannya.Dia melepaskan bibirnya dari bibir Hana.
" Kau kenapa?" Tanya Cakra mendekatkan wajahnya .
Aku takut melihat mu tadi bodoh
bagaimana kau bisa
bertingkah seperti tidak
terjadi apa-apa
" Tidak " Lirih Hana memalingkan wajahnya.
" Aku harus keluar menemui dokter .Dia belum menjelaskan apapun"
" Baiklah" Jawab Hana singkat .
Cakra keluar dibibir pintu dia tersenyum dan melambaikan tangan.
" oke dadah " Hana membalas lambaian suaminya dan tersenyum .
Pintu tertutup sampai wajah tampan suaminya tidak terlihat lagi.
Hana sudah bersiap akan kembali berbaring ,tapi dia berhenti saat Tika masuk tanpa permisi.
" Apa kau bisa mengetuk pintu terlebih dahulu" Hana merasa kesal,wajah Tika seperti menantang saat dia berbicara.
" Maaf" Jawan ketus Tika.
Kau mengambilnya dari mana
sekertaris?
Hana berbaring menutup matanya.Dia menahan kantuk agar tidak terlelap bisa saja.tila melakukan apapun saat dia tidur.
__ADS_1
Semua pikiran jelek dan bayangan halusinasi nya menyeruak seketika.Hana merasa tidak nyaman dengan gadis yang satu ruangan bersama nya itu.
Tika yang berdiri merasa pegal.Dia duduk disofa dan menikmati makanan dan potongan buah Matanya menyapu ruangan, kamar khusus untuk keluarga Cakra itu membuatnya kagum.
Tidak menghiraukan siapa yang sedang berbaring mendengarkan aktifitas nya.
Dia meringis saat kunyahan nya terlalu kuat ,membuat pipi yang ditampar Rey tadi terasa ngilu .
sedang apa.dia?
berisik sekali?.
" Kau sedang apa !" Hana setengah berteriak tubuhnya miring menghadap pada Tika.
Tika terlonjak kaget langsung berdiri mengusap bibirnya yang kotor dengan bajunya sendiri.
Dia siapa? kenapa
tidak seperti yang lain.Aku rasa
si sekertaris bodoh itu salah
memilih bodyguard kali ini .
* Rey dan Cakra.
Cakra duduk mendengarkan apapun yang dijelaskan Rey padanya.Suci tidak berani. bertemu dan bersitatap dengan Cakra setelah kejadian tadi.
Rey mengajak Cakra ke sebuah cafe ,tidak mungkin dia bisa bebas mengobrol di rumah sakit.Sekalipun itu ruangan khusus untuk Cakra.
Jam menunjukkan waktu hampir pagi.
" Tuan aku rasa nona tidak akan bisa berangkat hari ini " Usul Rey membuat Cakra menoleh padanya.
Cakra berdiri membelakangi Rey .
" Kenapa?" Tanya Cakra
" Pengobatan nona harus di lakukan saat nona dalam keadaan baik tuan.Tidak bisa seperti ini" Terus Rey menjelaskan.
" Kenapa dokter tidak menjelaskan padaku secara langsung?"
" Dia tidak berani ,kau membuat nya takut tadi " Rey mengambil satu botol alkohol di hadapan tuan muda nya.Dia tahu tuan muda sangat khawatir tapi kenapa harus sampai mau mabuk.
" cih ! aku juga akan menyingkirkan nya tadi " Mendelik sebal .
" Aku pikir kau mau minum tuan " Rey kembali menyimpan botol di meja .Dia tersenyum tipis lupa kalau Cakra memang sangat menjaga vitalitas tubuh nya
" Sejak kapan aku meminum itu " Cakra kesal menunjuk air putih di dalam gelas di depan Rey.
__ADS_1
Rey langsung memberikannya walaupun itu minumannya sendiri.Rey memesan makanan disana dia ingin mengisi perut sebelum kembali ke rumah sakit.
Mereka makan berdua Cakra juga tidak bisa berbohong dia memang sangat lapar