
Hana dan Cakra makan berdua dimeja makan.Hana diam saat pinggang nya di rangkul Cakra.Walaupun sedang menghukum Cakra tidak bisa menjauhi Hana apalagi saat di tempat tidur.
" Sayang kenyang" Hana menahan sendok yang terus masuk mengantarkan makanan ke mulutnya.
" Baiklah " Setelah menyuapi Hana dia menyuapi dirinya sendiri.
" Sayang apa aku boleh keluar" Hana membuat Cakra diam menatap tajam padanya.
Aku salah lagi!
" Sayang" Rengek Hana mengusap bibir Cakra yang belepotan.
aku tidak tahan melihat wajahnya seperti ini.Cakra.
Cakra mencium Hana ,gadis itu diam sudah terbiasa dengan tingkah bodoh suaminya.Hana merasa sudah lama dan mendorong dada Cakra.
" Kau menolakku hukuman mu bertambah" mengedipkan matanya.Hana tidak terima dia mencium bibir Cakra agar hukumannya tidak bertambah,Hana melepaskan nya saat bibir belah itu malah tersenyum.
" Kau gila!" Terselip senyuman di bibirnya.Hana kesal dengan tingkah bodoh dirinya.
" Jangan tambah hukuman ku sayang" Hana menunduk, menghentakan kakinya ke lantai.
" Tidak akan,ayo antar aku keluar" Cakra menggandeng Hana keluar,dan bersenda gurau.Pelayan sudah terbiasa apalagi Karan.
* * *
__ADS_1
Marisa keluar dari apartemen menuju rumah kakaknya.
Setelah kejadian itu Marisa memilih menenangkan diri diapartemen Agnes,tapi semakin lama gadis itu selalu mengeluarkan kata kata buruk padanya.Membuat Marisa kesal dan memilih pergi.
Tiba di kediaman Haryadi.
Maria yang sedang duduk berdua di depan rumah itu kaget melihat Marisa datang.Haryadi masuk melihat Marisa,dia sangat kesal dengan adik iparnya itu.
” Kakak" Teriak Marisa.Maria hanya tersenyum melihat adiknya setelah sekian lama menengoknya.
" Ayo duduk dek" Maria duduk diikuti Marisa
" Kakak anakmu benar benar kurang ajar padaku" Langsung ke inti.
" Ada apa kenapa menyebut anakku seperti itu?" Maria mulai risih ,pantas saja suaminya memilih masuk.
" Dek ,tolong berubahlah sebelum kau kesini, Rey sudah datang padaku"
sialan ,aku keduluan anak sinis itu.Marisa
" Kau jangan terus menerus mengganggu Hana, Dia gadis baik jangan seperti ini!" Maria tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya.
" Kakak aku kesini meminta perlindungan, bukan kata kata mutiara seperti ini" Marisa berteriak.
" Lalu apa mau mu" Maria.
__ADS_1
" Aku ingin kartu kredit ku hidup lagi,aku mati kakak tanpa semua itu." Marisa memelas memeluk Maria.
" Dengar ,kau gunakan uang anakku untuk menyewa berondong?" Marisa kaget menjauh dari kakaknya yang beterus terang.
" Kakak aku menolong mereka ,dan memberikan pekerjaan" Ngelak.
" Pekerjaan apa , pekerjaan menemani mu di ranjang?"teriak kesal.
" Ayo Marisa ubah hidup mu,Karan dan Kiran sudah dewasa sekarang.Mereka bahkan tidak perduli kau tidak pulang"! Berteriak.
" Pulang sana" Haryadi keluar lagi melihat istrinya sudah memeluk istrinya.
memang Marisa tidak tahu diri malah berusaha membujuk Haryadi.
" Kakak ipar" Marisa menjabat salam Haryadi tapi ditolak.
" Aku bilang pergi" Haryadi berteriak pengawal yang berjaga, langsung menyeret Marisa keluar gerbang.
Haryadi membawa istrinya masuk ke dalam rumah.Walaupun dia tahu Maria sangat menyayangi adiknya . Istrinya masuk ke kamar Haryadi menelfon anaknya.
panggilan tersambung.
" hallo ayah" Sapa Cakra
" kau berikan pelajaran ke nenek sihir itu,dia membuat istriku menangis" Haryadi berteriak kepada Cakra.
__ADS_1
" Ayah ,ibu baik baik saja kan aku akan kesana"
Tuttt panggilan terputus