Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Merasa bersalah


__ADS_3

Hana masih duduk menunggu Cakra siap.Mereka berniat ingin mengobrol bersama kakek dan nenek.Hana memeriksa ponsel ,dan dia mendapatkan pesan dari Fatin.


(Kakak maafkan aku!" ) Pesan diterima.


Hana tidak membalas,matanya masih fokus dengan apa yang dikirimkan Fatin padanya.


( Kakak ! aku sudah sadar jangan diamkan aku seperti tadi .Aku tidak sanggup)


( Kakak maafkan aku,siapa saja pasti akan menginginkan suamimu bukan?)


" Dia gila, membernarkan apa yang dia lakukan selama ini." Hana gelisah .Dia tahu sifat ambisius Fatin.


" Bocah gila!aku akan memberikan pelajaran padanya !" .Cakra merasa kesal saat menyambar ponsel Hana.Dia membaca semua pesan dari Fatin.Hana terlonjak,Cakra melihatnya menangis, sesuatu yang sangat tidak di inginkan suaminya.


" Jangan sayang tidak usah!"


" Terus saja jadi malaikat pembela nya,kau tidak lelah Hana?". Cakra sedikit berteriak dan melemparkan ponsel ke sudut kamar.Benturan keras membuat ponselnya hancur berantakan.


Dia benar-benar marah


" Sayang." Hana turun dari tempat tidur.Dia segera memeluk erat suaminya.Amarah Cakra pada adiknya sangat beralasan.Bahkan Fatin beberapa kali ingin menyuapi suaminya,saat acara keluarga ga tadi siang. " Sayang ,aku lapar . Rasanya lemas ".


" Ayo duduk ,kau mau makan apa ?". Cakra menggendong Hana,dan mendudukan Istrinya di atas sofa.


" Entahlah,bibir ku pahit !"


" Diam ,dokter akan segera sampai ." Cakra kaget dengan keluhan istrinya.Dia merasa takut sekaligus khawatir.Hana mengigit bibirnya kelu.Dia merasa bersalah,apa yang dia ucapkan nya bisa saja membuat dokter itu kehilangan pekerjaan.


" Tidak usah,aku ingin buah saja ." Hana menyambar ponsel Cakra , meletakan nya dibalik punggung.


" Berikan!". Tangan sudah berhasil mengambil ponselnya.Tapi Hana menahan.


" Aku ingin buah sayang,ayo ambilkan." Hana meletakan ponsel ke bawah bantal.

__ADS_1


mungkin dokter suci akan


menjadi pengangguran satu jam kedepan.


" Ayo sayang aku tidak apa-apa ,aku bersumpah." Menaikan dua jarinya diudara dan tersenyum.Semoga dia berhasil meyakinkan suaminya.


" Baiklah,diam disini." Tatapan Cakra masih terlihat cemas dan khawatir.


* * *


Resto.


Sepasang mantan kekasih dulu , bertemu kembali.Entah apa yang ingin mereka lakukan.Kebisuan tercipta sampai satu jam berlalu,mereka hanya saling menatap lekat satu sama lain.


" Bagaimana kabar mu?". Arnold


" Aku baik baik saja ,kau bagaimana?." Kiran gugup dan terbata bata.


" Aku baik ! " Arnold tersenyum membuat Kiran semakin gugup dan salah tingkah.


dulu kau tidak bermain api .


" Kau kerja dimana sekarang?". Pertanyaan Kiran membuat Arnold terbahak-bahak.Air matanya ikut serta dalam tawanya.


" Apa pertanyaan ku menyinggung mu?". Kiran semakin panik ,dan memelas agar pria itu memaafkannya.


" Kau tahu kan,jika karyawan ditendang dari Alaska group.Dia tidak akan mendapatkan kehidupan baik , apalagi pekerjaan." Bibirnya tersenyum tapi kedukaan diwajahnya tidak bisa Arnold sembunyikan.


" Kau benar!" .Kiran


" Aku bertemu kakak ipar dan kakak mu beberapa waktu lalu,aku sungguh tidak tahu dia istrinya Presdir ." Arnold gugup


" Aku tahu !" .Sahut Kiran.

__ADS_1


" Lalu ? apa yang membuat mu ingin bertemu dengan ku ?." Kiran penasaran,saat akun media sosial nya menerima pesan dari akun terbaru Arnold.


" Aku ingin meminta maaf,maaf kan aku sifat buruk dan keras kepala ku dulu.Tuan Cakra tidak salah saat menendangku dari perusahaan nya,itu semua karena sifat ku.!" Arnold berkaca kaca.Masa lalunya yang buruk.Masa remajanya yang membuat masa depannya sekarang hancur.


" Tidak masalah,itu masa lalu .Lupakan saja." Kiran tersenyum.Dan Arnold merasa lega.Rasa bersalah nya sedikit berkurang.Yang dia pikirkan sekarang bagaimana caranya memperbaiki kehidupannya .


Waktu semakin beranjak,Kiran melirik jam tangannya.Dia sudah keluar terlalu lama,jika sampai Cakra curiga, dia tidak akan mampu berbohong.


" Baiklah,aku harus pulang.Jika kau membutuhkan bantuan ku, jangan sungkan ya ." Kiran sudah berdiri.


Pelayan restoran menyerahkan semua yang harus dibayar.


Kiran tanpa ragu membayar semuanya.Arnold merasa semakin buruk.


" Aku bahkan tidak bisa membayar apa yang aku makan sendiri." Langkah Arnold mengikuti kiran yang keluar dari resto.


" Jangan seperti itu, anggap ini hadiah untuk pertemuan kita kembali ." Kiran sudah masuk ke dalam mobilnya.Dan melambaikan tangan.


Arnold menatap mobil yang semakin menjauh darinya.


" Tuan !". Teriak pelayan wanita dari dalam,membawa satu kantong makanan ditangannya.


" Apa ini?". Tanya Arnold heran.


" Nona tadi, menyuruh saya memberikan ini." Kantong makanan sudah beralih ditangan Arnold.Secepat kilat pelayan itu kembali masuk,sebelum Arnold sempat bertanya lebih lanjut padanya.


Apa ini,


aku bahkan mendapat kan ,makan malam


dari mantan kekasihku.


kau masih baik seperti dulu

__ADS_1


Kiran.


__ADS_2