
Hana keluar setelah acara selesai, Candra menyusulnya setengah berlari karena Hana selalu menghindar sejak kejadian tadi pagi.
" Hana maafkan aku " Lirihnya sambil terus berlari karena Hana mengacuhkannya.
" Tolong jangan seperti ini , jika mata-mata suamiku melihat,dan mengadukannya. Aku yang akan mendapatkan masalah nanti " Hana masuk ke dalam mobil ,dan di susul Tika . " Jalan " perintah Hana
Candra melihat mobil semakin menjauh dari pandangannya,dia acak-acak kasar rambut nya merasa menyesal.
Hana hanya diam , membayangkan jika pengawal memotret kejadian tadi dia bisa mati hari ini.
Dirogohnya ponsel dari tas kecilnya,mencari kontak Cakra dan langsung memanggil nya.
*Satu Panggilan
dua panggilan
tiga panggilan*.
tidak ada jawaban, Hana semakin cemas.Tika memperhatikan nya sedari tadi. " Nona apa ada masalah?" Tanya Tika yang terus mengemudi.
" Suamiku tidak mengangkat telfon, aku jadi cemas sendiri " Hana kembali menelfon Cakra tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Apa Cakra terkena masalah?
Apa dia terluka?
Kenapa tidak diangkat ?
Semua pertanyaan muncul membuat Hana semakin pusing.
"Mungkin tuan sibuk , aku akan menepi untuk menelfon Robi atau Rey " Tika melirik menunggu persetujuan. Hana menggelengkan kepalanya.
" Biar aku saja yang menelfon sekertaris " Hana mencari no kontak Rey,setelah ketemu ditekannya panggilan keluar untuk Rey.
tidak menunggu lama , panggilan tersambung Hana antusias merasa sedikit lega . " Sekertaris? dimana suamiku .Apa dia sedang meeting kenapa tidak menjawab telfon ku?"
" Tuan sedang dalam keadaan hati yang buruk, ponselnya saya ambil alih " datar tanpa bisa ditebak Hana sedang apa suaminya disana.
__ADS_1
Tut panggilan terputus,Hana mematikan telfon sepihak karena mendapat jawaban yang tidak memuaskan.
* *
Alaska group
Cakra merebahkan tubuhnya diatas sofa,dia tatap langit-langit ruangan yang seketika berubah menjadi wajah istrinya sedang tersenyum.
" Sial " Cakra setengah berteriak,dia malas untuk pulang.Jika dia pulang jelas Hana akan banyak bertanya dan dia juga tidak akan mampu menahan amarah nya.
" Tuan . Apa aku bisa membantu mu ?" Seorang karyawan wanita datang dengan sesuai permintaan nya.
Karyawan paling cantik dan seksi.
Rey hanya mendesah, apa yang akan dilakukan tuan muda sekarang.
Apa dia akan meminta gadis itu untuk tidur bersamanya?
Membuat istinya cemburu?
atau mungkin hal terburuk bahkan membuat Reynan pusing sendiri.
Apa yang dia lakukan sampai harus menghadap Presdir langsung seperti itu?.
" Baik !" Rey membungkuk setelah itu dia mundur, membuka pintu dan keluar dari ruangan.
Dia tatap ponsel Cakra yang terus bergetar karena Hana terus menelfon.
" Apa yang harus aku lakukan" Rey menatap lekat kedua pintu yang tertutup rapat tersebut.
Rey pergi untuk melaksanakan perintah Cakra menemui adiknya yaitu Candra. Sudah cukup untuk sekarang.
* * *
Dirumah Hana duduk melihat gerbang yang belum juga terbuka oleh kedatangan suaminya.
" Apa ini cara nya menghukum ku ! mendiamkan ku seperti ini, lebih baik menerima semua peraturan dari pada harus mendapatkan kebisuan mu sayang " Lirih Hana bangun dari duduknya, berjalan menuju dapur.
__ADS_1
setelah Hana mendapatkan apapun yang dia mau,dia tersenyum saat berpapasan dengan Susi.
" Apa kau membutuhkan sesuatu nona muda?" tanya susi berdiri dihadapan Hana.
" Aku sudah mendapatkan nya " Hana meninggalkan Susi dengan membawa piring kecil berisi lima buah jeruk nipis dan lemon.
" Baik !" Susi membungkuk menatap kepergian Hana dari dapur.
" Senior " Pelayan yang bertugas membersihkan dapur ingin mengadu dengan apa yang dilakukan Hana akhir-akhir ini.
" Apa nona muda melakukan sesuatu yang salah ?" Susi khawatir
" Aku rasa besok kita harus membeli jeruk nipis dan lemon lebih banyak,nona sering mengambil nya tengah malam dan barusan dia mengambil untuk yang kedua kalinya " menatap Susi .
Susi diam dan berpikir apa yang terjadi,dia pergi meninggalkan dapur untuk melihat apa yang di lakukan Hana.
Susi bediri cukup jauh, memperhatikan Hana yang sedang mengigit jeruk nipis tanpa merasakan apapun.
Susi merasakan mulutnya seketika ngilu. " Apa yang nona lakukan? itu pasti sangat masam " . Susi mencoba melangkah, tapi Kiran menghentikannya.
" Ikut aku ,kita akan kedatangan tamu " Kiran menyeretnya menjauhi dari ruang tengah menuju halaman rumah belakang.
" Kenapa harus sejauh ini " Susi melepaskan tangannya yang ditarik Kiran,gadis itu mendesah kasar.
" Putra pamanku yang termuda akan datang sebentar lagi , kita harus bersiap " Kiran bebicara enteng tapi Susi tersentak seketika saat melihat Robi yang sudah berdiri tidak jauh dari Kiran.
" Kenapa kau disini ?" Tanya Susi marah
" Siapa putra tuan besar yang kedua ?" Robi penasaran
Robi hidup dibawah tangan Cakra belum lama seperti Susi dan Rey. Dia tidak tahu siapa yang dibicarakan Susi dan Kiran,tapi jelas membuat nya sangat penasaran.
" Kau akan tahu sebentar lagi " Ucap Kiran menyela .
" Apa tuan muda memiliki adik ? sejak kapan dia peduli dengan anak yatim dan mengangkatnya ?" Robi setengah berteriak
" Kau bisa diam !" Susi memukul kepalanya keras.
__ADS_1
Robi diam mendengar kan apapun yang dibicarakan kedua wanita tersebut dengan seksama.
" Rob , kumpulkan semua pelayan dan pengawal ini pertama kalinya dia datang . Kiran jaga gerbang masuk dan siapkan untuk keamanan nya . " Susi pergi setelah memberikan perintah,Kiran dan Robi ikut pergi meninggalkan halaman untuk bekerja Sesuai komando