Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Firasat buruk


__ADS_3

Hana menatap keluar kaca mobil melihat semua. gedung berjajar yang dia lewati.


Tika meliriknya berkali-kali merasa bingung bagaimana cara mengajak Hana ke taman .


" Nona ! taman itu sangat indah bukan? kau mau aku berhenti disini?" Tanya Tika takut-takut ditolak oleh Hana .


Hana menatap dengan seksama keadaan taman yang dia lewati dengan Tika memperlambat laju kendaraan.


" Boleh ?" Jawaban dari Hana diselingi senyuman .


Tika langsung melirik kanan-kiri mencari tempat yang tepat untuk memarkir mobil mewah itu .


Jika lecet dia harus terima saat gajinya tidak akan dia nikmati selama satu tahun .


" Jaga mobil ini ,kau harus menjaga nya seperti menjaga nyawamu " Kata-kata Robi terngiang saat pertama kali dia harus mengemudikan mobil mewah itu .


Padahal Robi hanya membual untuk membuat Tika hati-hati dalam berkendara.


" Hah! segarnya" Berjalan terus ke dalam taman ,Hana tertawa kecil melihat anak-anak bermain bersama ibu mereka .


Kapan aku jadi seorang ibu hiks .


Hana duduk menyeka sehelai rambut yang jatuh menyilang diwajah cantiknya .Gadis berambut panjang nan cantik membuat semua terpana dibuatnya.Gigi kelinci iti terlihat saat Hana tertawa melihat tingkah lucu dan menggemaskan anak-anak orang .


Aku ingin anak satu dua tiga empat....


Terus berhitung tanpa henti ,Hana tersenyum rapat menyembunyikan gigi kelincinya kembali.


" Dia cantik sekali bukan ?" Bisik-bisik beberapa pemuda yang duduk tanpa alas dengan roko ditangan mereka ..Tapi pemuda yang berdiam sendiri cukup jauh tidak mengusap rokok dia malah sibuk membaca buku.


" Ayo minta no telponnya"


" Akun media sosialnya sekalian "


semua berbisik-bisik memperhatikan Hana yang tengah duduk sendiri.Tika masih mencari tempat untuk memarkir mobil


Para pemuda itu mendorong dorong satu diantara mereka untuk mendekati Hana.


Mereka mendorong Candra yang selalu sibuk dengan buku komiknya agar sedikit mengenal wanita.


Hana diam tidak memperdulikan.


" Cih ! bagaimana mereka menggoda wanita yang sedang sedih ini seperti itu ?" Bisik Hana mendelik karena jelas dia mendengar apa yang dikatakan segerombol pemuda itu.


" Hallo nona ?" Candra mendekat dengan terpaksa karena tubuhnya terlanjur berada didepan Hana.


Hana masih diam tidak perduli.Wajahnya berpaling ke arah lain tidak menatap pemuda dihadapannya.

__ADS_1


Aku seperti pernah melihatnya . Pemuda itu mundur dua langkah.


" Nona apa kau mendengar ku?" Tanya pemuda itu lagi " Apa aku tidak apa-apa?".


Dengan tidak malunya terus menatap Hana yang acuh padanya .


" Astaga dia sombong sekali !" Seorang pemuda lain berkata keras agar gadis itu mendengar suara nya.


Pemuda yang dihadapan Hana berbalik menghentikan semua omongan kasar teman-temannya.


" Husst ! aku rasa dia sedang bengong" sahutnya pelan kepada teman-temannya


Tika sudah berdiri memperhatikan apa yang terjadi.


" Mau mati rupanya mereka !!" Tika langsung berlari mendekati Hana yang duduk menatap ke arah anak-anak yang sedang bermain lari-larian.


Bibir mungil merah jambu itu tersenyum melihat pemandangan dipelupuk matanya.Sontak Candra yang dihadapannya semakin tersulut rasa penasaran.


Kenapa deg-degan sih.


" Nona !" Sapanya lagi . Tangannnya menggantung akan menepuk bahu Hana yang menurutnya gadis itu melamun.Tidak ada niat jahat dipikirannya


" Kau mau apa ?" Tika sigap memelintir tangan pemuda itu sampai dia meringis.


" Tika ?" Hana berpaling ke arah suara ringisan itu,dia jelas kaget Tika sudah menindih pemuda itu sekuat tenaga tengkurap ditanah,dengan satu tangannya yang Tika tarik di punggungnya.


" Siapa juga yang menyuruh mu berani menyentuh nona muda" Teriak Tika terus menarik tangan pemuda itu.


Semua teman-teman nya yang melihat temannya itu disakiti langsung bereaksi mendekat.


" Candra !" Teriak semua teman temannya mendorong tubuh Tika sampai tersungkur.


" Tika !" Teriak Tika membantu Tika agar berdiri . " Maafkan temanku tuan dia menyakitimu"


Hana membungkuk


" Tidak apa-apa nona terimakasih" Jawabnya lembut di bumbui senyuman manisnya .


Cakep banget ya


nyesel nyesel nyeselllllll. Teriak Tika dalam hati merasa malu sendiri karena menindih candra keras tadi.


Jujur tika sampai mengeluarkan tenaga dalamnya.


" Permisi !" Hana menarik bahu Tika agar mengikuti langkahnya.


" Tunggu nona " candra mengejarnya dan menghadang Hana dan Tika.

__ADS_1


" Aku sudah meminta maaf kan tuan ?" Tanya Hana bingung dan takut kenapa pemuda itu mengejarnya .


" Tidak tidak nona .Aku yang salah ! maafkan aku,aku hanya ingin berkenalan saja tidak bermaksud lain " Kejujuran candra kepada Hana ,gadis itu melihat tatapan hangat dari candra membuatnya percaya.


" Aku Candra Alaska ,siapa namamu nona ?' Mengulurkan tangan kepada Hana


" Aku Hana " Hana diam tidak menjabat tangan candra , membuat pria itu semakin penasaran " Maaf aku sudah menikah dan tidak bisa menyentuh pria lain".


Tegas Hana menolak.Candra berhenti tersenyum dan melipat tangannya kembali sedikit kecewa


" Oh kau sudah menikah ya ? aku tidak percaya kau terlihat seperti anak SMA " Tawa jenakanya membuat Tika salah tingkah.


Kenapa gadis itu seperti cacing


kepanasan. Candra


" Iya aku sudah menikah.Kau salah aku sudah cukup dewasa dan tidak terlihat seperti itu " Tolak hana merasa tidak nyaman berbicara dengan pria asing.


" Aku pergi dulu , suamiku sudah menunggu" Hana tersenyum tipis jelas-jelas dia berbohong dan Cakra sedang bekerja sekarang.


" kau bohong nona " Teriak Candra kepada Hana.


" Aku tidak perduli " Bisiknya yang hanya mampu dia dengar sendiri.


Hana masuk ke dalam mobil.Candra dan teman-temannya memperhatikan mobil mewah itu.


" Apa dia istri tuan muda ?" Ucap Sani membuat teman-temannya menoleh padanya.


" Maksudmu tuan muda yang memiliki Alaska group kan? kenapa kau tahu dia istrinya?" Tanya farel


" Lihat saja plat nomor mobilnya ,angka itu hanya milik tuan muda kan? tadi juga gadis yang bersamanya menyebut gadis itu nona muda !" Sani menjelaskan


" Mati kita jika nona muda mengadu !" Deni bergidik ngeri siapa yang tidak mengenal Cakra diseluruh tanah air mungkin juga sampai luar negeri gumamnya.


" Wah wah wah kita beruntung melihat nona muda secara langsung.Kan tuan muda belum pernah mempublikasikan istrinya " farel berdecak kagum dan bertepuk tangan sendiri


" Pikirkan nyawamu ! " Deni menyela membuat semua teman-temannya gemetar karena ketakutan.Benar juga bisa saja gadis itu mengadu kepada Cakra gumam mereka bersama.


" Aku duluan " Candra meraih tas ditangan farel tas berukuran cukup besar .


" Dra kau baru pulang kan dari London.Ayo berpesta sejenak !" Teriak Deni melihat punggung Candra semakin menjauh.


Candra tidak menjawab dia terus berjalan dan melajukan motor yang sudah terlihat usang dan termakan usia itu kencang.


" Dia masih saja menggunakannya ,aku melihatnya saja jijik " Ledek farel menatap motor yang dipakai Candra .


" Jangan begitu kau mau mati jika dia mendengar!" Deni memperingatkan.

__ADS_1


Semua teman-temannya ikut bubar.Meninggalakan area taman dan pulang ke tempat masing-masing


__ADS_2