Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Nenek banyak maunya.


__ADS_3

Cakra pasrah duduk didepan bersama Reynan.Wajahnya sangat kesal dan terus cemberut.


" Sayang ?". Hana menepuk bahu suaminya pelan.Cakra tidak menoleh , sepanjang sejarah hidupnya kapan duduk didepan setelah menikah dengan Hana.


Dia selalu bermain dengan Hana di kursi belakang.Sekarang dia hanya menatap sekilas istrinya.


aku ingin menciumi nya.


Nenek kenapa kau tidak duduk


di mobil lain.


" Hana ,kenapa jauh ya !" .Nenek sudah merasa mual.


" Astaga nenek !" .Hana panik mengeluarkan minyak angin dari tas nya.


Cakra berbalik untuk melihat keadaan Nenek.Dia ikut khawatir jika terjadi sesuatu pada nenek ,jelas Hana akan sedih.


" Nenek turun saja ke mobil lain,biar leluasa disana sendiri !". Cakra menatap wajah pucat nenek, memberikan sapu tangannya.Hana mengusap pelan semua peluh diwajah nenek.


" Jika kau tidak menyukai ku turunkan aku disini." Ucap nenek mengancam, dia merasa semakin muak melihat wajah Cakra sinis padanya.


" Tidak seperti itu nek !". Cakra Cemberut tidak berani menatap ke belakang.


Dua puluh menit kemudian.Mobil sampai di pusat perbelanjaan.Hana masuk bergandengan dengan nenek.

__ADS_1


" Tuan !" .Rey menghentikan langkah Cakra . Memberikan ponselnya.


Cakra hanya melirik.


" Kita bicarakan di rumah.Jika itu buruk kau tahu apa yang akan aku lakukan di tempat ramai ini!". Cakra kembali mengikuti kedua wanita itu, pengawal berjaga-jaga.Rey mengawal dari dekat seperti biasanya.


Hana masuk ke dalam toko yang sudah di bereskan Rey tanpa menunggu lama.


" Nenek pilih apa saja !". Hana tersenyum .Nenek malah bingung apa yang mau di beli.


" Apa ayah ibumu akan kau belikan juga?". Tanya nenek memilih pakaian untuk suaminya.


''Tentu ,kita beli sekalian ." Hana ikut memilih beberapa pakaian untuk ayah dan ibunya.


Cakra duduk disebelahnya Rey berdiri.


Rey langsung keluar mencari minum,pelayan disana berbisik-bisik memperhatikan Cakra yang sedang duduk menyender.


Hana merasa risih dengan tatapan penjaga toko disana.


aku tahu suamiku tampan


aku disini, aku istirnya.


apa mata kalian buta?.

__ADS_1


Hana menghampiri suaminya,ikut duduk.Secepat kilat semua penjaga toko itu berpaling.


" Oh itu istrinya tuan muda?"


" Dia cantik sih ,tapi sepertinya numpang haha ."


Nenek yang mendengar suara bisikan itu jelas,dia kesal melemparkan pakaian ke arah penjaga toko.


" Apa Seperti ini sikap kalian kepada pengunjung?" .Nenek meneriaki semuanya.Mereka berdiri menunduk ,menjawab pun tidak berani.


" Nenek ." Hana setengah berlari untuk mencegah nenek nya semakin buas.Cakra menatap semua pelayan toko tersebut.


Rey datang dengan sebotol air dingin ditangannya.Cakra tanpa ragu menghabiskan ,mata tetap menatap semua orang disana.


" Urus mereka yang berani bergosip tentang istriku ." Cakra membuat semuanya terlonjak.Mereka mendekat untuk meminta maaf.


Tapi Rey menghentikan langkah mereka.


Cakra memang tidak tahu apa yang mereka bicarakan,tapi dari siap nenek bereaksi jelas itu adalah hal yang sangat merugikan.


" Kami ingin meminta maaf kepada tuan !". Seorang penjaga toko wanita memelas pada Rey.Rey tidak bergeming ,menahan dengan tubuhnya agar mereka mundur.


" Sayang jangan seperti ini." Hana sudah duduk kembali di samping suaminya.Dia tahu apa yang akan terjadi dengan orang yang berani memaki nya ,setelah status menjadikannya istri konglomerat itu ." Sayang,mereka tidak salah memang benar apa yang mereka katakan."


Cakra berpaling dan menatap wajah Istrinya.

__ADS_1


" Apa yang mereka bilang? jika itu lebih jauh dari pikiran ku.Jebloskan mereka semua ." Cakra beteriak menarik Hana keluar dari toko,nenek ikut keluar mengekor dibelakang kedua cucunya.


Hana berbalik terus menerus,dia ingin melihat apa yang dilakukan Rey disana.


__ADS_2