Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Nyamuk? mana nyamuk?


__ADS_3

Hana mengobati Susi dengan terus mengoceh mengutuki tangan kanan suaminya tersebut.Hana kesal dengan aturan-aturan aneh dirumah.Hana melupakan sesuatu karena rasa kesalnya.


" Lina, tolong bantu aku membawa botol" Lina mengangguk dia mempunyai ide, memasukan semua botol di kantung kresek besar. Hana tertawa kenapa dia tidak memikirkan sejak lama, Hana naik diikuti Lina membawa kantung plastik besar itu.Hana berpapasan dengan Rey.


" Apa kau" Hana masih kesal,Rey membungkuk sopan seolah tidak ada yang terjadi dan tersenyum.Hana semakin kesal menubruknya keras , Rey sedikit bergeser dan Hana tertawa tawa merasa menang.


Rasakan itu.Hana


* * *


Hana merapikan satu persatu botol ke dalam kulkas.Cakra hanya meliriknya sekilas.Dia sedang mengigit pena dan tangannya sibuk dengan laptop.


" sayang,kalau banyak pekerjaan kerjakan diruang kerja'" Asal Hana dan kembali fokus dengan botol.


" Kau tidak suka aku disini" Cakra merapihkan semuanya,Hana berpikir dia akan pergi ke ruang kerja.Hana merasakan nafas berhembus dibelakang kepalanya.Cakra mencium nya dengan kecupan, membuat tanda merah di bahu Hana.Hana hanya menjerit dan memukul wajah suaminya reflek.


" Aw sakit" Cakra mundur duduk dibibir ranjang.Hana membiarkan nya sampai pekerjaannya selesai.


" Jangan pura pura" Hana menyeleneh berbaring dibelakang suaminya untuk tidur.


" Aku serius" Berteriak, Hana kaget dan merangkak mendekati suaminya.Hana memeriksa,kulit putih suaminya tergores kukunya tadi,Hana tertawa.

__ADS_1


" Cih , obati aku terluka" Cakra merengek, meletakan kepalanya dipangkuan Hana.


" Itu bukan luka,hanya tergores saja aku minta maaf ya" Usap usap lembut dikepala suaminya.Cakra memeluk dan mencium perut Hana .


semoga tuhan segera, menghadirkan janin di rahim mu.Cakra


" Hana sebentar lagi kau ulang tahun,kau mau apa katakan" Cakra terus menciumi perut Hana setelah dia melepas kancing baju Hana.


" Apa ya! entahlah terserah kau saja".


" Memintalah kepadaku,kau tidak pernah meminta apa apa" Cakra heran dengan istrinya sendiri.Malah kedua adiknya yang selalu menginginkan barang dan tambahan uang jajan.


" Sayang"


" Hemm"


" Banyak nyamuk aku merasa gatal" Hana menggaruk lehernya kasar sampai berbekas merah disana.


" jangan digaruk,diam aku akan mengambil bedak tabur" Cakra keluar kamar melihat kulit Hana merah dia langsung ingat dengan bedak tabur, di bawah Susi dan pelayan lain sedang membersihkan rumah.


" Susi ambilkan bedak gatal" Susi bergegas menuju dapur, dimana obat obatan disana.

__ADS_1


Apa nona alergi?.Susi


Pikiran negatif Susi macam-macam dia juga merasa cemas.Susi menyerahkan bedak permintaan tuan mudanya.


" Susi,bersihkan kamar dengan benar banyak nyamuk disana"


Susi kaget hanya bisa mengangguk dan membungkuk.Dia bahkan membersihkan sehari dua kali.Mana mungkin masih ada nyamuk atau serangga disana.


dikamar.


Cakra membalurkan semua ke kulit Hana,bahkan Hana semakin tidak kuat.Cakra cemas dan berusaha membantu Hana dengan terus mengoleskan bedak ke tubuhnya.


" Banyak nyamuk sayang" Rengek Hana.


" Seumur hidup aku tidak pernah berpapasan dengan nyamuk"


" Iya, nyamuknya keburu mati duluan saat melihat wajahmu" Cakra tergelak dan terus mengusapkan bedak ke tubuh istrinya.


Hana lelah dan tertidur dipangkuan Cakra.Suaminya memindahkan nya ke bantal, Cakra gagal menagih tawaran Hana sore tadi.Dia mendesah saat melihat bintik merah muncul di kulit Hana.


" Apa ini,tadi tidak seperti ini " Cakra mengusapkan lebih banyak di ruam tersebut,dia tidak berani membangunkan Hana.Yang baru saja tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2