
Hana tertidur saat Susi memberinya air denhan obat penenang.Kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa waktu lalu saat awal awal pernikahan mereka.
" Katakan?" Susi turun dari tempat tidur dan berusaha mengorek informasi dari kedua g
gadis itu.
" Kemari " Kiran menarik tangan Susi menjauh dari tempat tidur.Merrka berdua berdiri di pojokan.
" Nona tadi di peluk mantan Lawyer kakak !" bisik Kiran membuat Susi shok .
" Apa mereka memiliki hubungan ?" Susi berpikir pendek membuat Kiran mencubit tangan nya keras.
" Kau gila! mana mungkin kakak ipar seperti itu ?" Kiran ketus
" Lalu apa yang terjadi ? kalian dimana saat kejadian itu .Si Tika juga kan ada ?" Susi membuat Karan ikut turun dari tempat tidur.
" Kau benar Susi ,kemana gadis itu pergi meninggalkan kakak ipar begitu saja ?" Karan ikut berbisik
" Apa ? dia tidak ada saat kejadian?' Susi geram dengan cara bekerja Tika yang asal.
" Iya ,kami masuk tapi dia datang saat kami sudah di luar " Kiran mengingat jelas
Susi keluar dari kamar.Tika yang berdiri didepan pintu membungkuk saat Susi keluar.
__ADS_1
Kiran keluar setelah menyuruh Karan diam dikamar menjaga Hana.
" Kau kemana saja ? tidak becus bekerja pergi saja dari sini " Kiran mendorong tubuh Tika mundur
Gadis itu diam membisu dan ikut merasa bersalah.
Robi yang baru datang mendekat .Plester bergambar hati di wajah tampan nya itu membuat Robi terlihat imut.
" Ikut aku !" Robi meminta Semuanya pergi ke ruangan nya.
Ruangan pengawal Robi.
Semua duduk di kursi masing-masing.Tika merasa menjadi terdakwa kasus besar .
" Katakan?" Robi teriak
" Katakan apa yang terjadi? aku menyuruh mu menjaga nona muda kan !" Robi kembali berteriak membuat Tika gemetar
" Apa kau sengaja meninggalkan nya ?" Kiran sinis mendekat kan wajahnya diwajah Tika .
" A,,,aku !! aku ke toilet tadi " Alasan Tika tidak diterima ketiga orang dihadapannya itu .
" Kau pikir kami percaya? jika terbukti kau sengaja seperti itu ,terima akibatnya nanti " Susi menampar Tika keras dia merasa aneh dengan keteledoran Tika semakin menjadi.
__ADS_1
Dia selalu ingin melaporkan Tika pada tuan muda tapi Hana selalu melarang.
" Kau tahu jika aku membangkang kepada perintah nona muda.Kau sudah habis di cincang tuan dengan semua kesalahan mu selama ini " Robi melempar kan buku ke wajah Tika keras.
" Aku mohon maafkan aku.Ini tidak akan terjadi lagi !" Tika terisak dan menunduk.
" apa katanya " Lagi " ." Kiran mengulangi lagi perkataan Tika . " Jangan pikir ada kejadian lagi ,kau bahkan akan mati jika aku melaporkan nya nanti pada tuan muda ".
" Aku mohon maafkan aku !" Tika semakin keras terisak . " Aku pergi karena tuan Kimi memerintah ku ."
Tika keceplosan
" Apa katamu ?" Robi berdiri karena kaget
" Iya dia menyuruh ku " sahut Tika
" Apa hubungan mu dengan dia ?" Tanya Robi mencengkram dagu Tika agar melihatnya saat berbicara.
" Dia bos ku !" Lirih Tika membuat tangan Robi terlepas .
Tapi tangan suci yang beraksi menampar Tika berkali-kali.
" Katakan dengan jelas!" Teriak Susi menyeret tubuh Tika ke samping meja kerja Robi.
__ADS_1
" Aku di suruh dia memata matai nona muda " Tika terpaksa mengaku dia tidak tahan dengan pukulan Susi yang mengancamnya untuk segera berbicara.
" Kau gila?" Susi berdiri memandang lekas tubuh Tika di kakinya .