Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Mengecek Dede bayi dalam rahim


__ADS_3

Hana sudah berbaring di atas ranjang.


Membereskan bajunya yang terbuka saat diperiksa dokter,Cakra sigap membantunya.


Dokter wanita tersebut tersenyum tipis melihat ke khawatiran tuan muda kepada istrinya.


Perawat yang membantu dokter tersebut adalah Tuti dan Hanum. Mereka ikut bahagia saat mengetahui Hana hamil


" Bagaimana dok ?" Tanya Hana yang sudah duduk di bibir ranjang menatap dokter .


" Kandungan nona sehat dan sudah masuk Minggu ke enam. Kehamilan dini seperti ini harus dijaga dengan baik ya nona , karena kondisi janin yang masih rentan di umur Sekarang. Keluhannya sekarang adalah nona muda terlalu banyak pikiran dan tidur tidak teratur, usahakan nona tidur di bawah jam sembilan ya agar tubuh nona segar disaat bangun pagi " Ucap dokter menatap Hana


Cakra mendesah dunia seperti runtuh untuknya sekarang,tidak apa-apa demi Dede bayi !


" Maaf dok , selama ini dokter lain memvonis saya mengalami gangguan rahim sejenis miom dok ,apa itu tidak masalah untuk kandungan saya dan obat yang saya konsumsi selama ini cukup banyak ?" Tanya Hana merasa cemas.


" Miom ? mungkin kalian keliru,nona tidak mengalami penyakit atau halangan apapun . Semuanya normal dan baik-baik saja "


Deg ,, jantung Hana merasa ingin loncat dari tempatnya .


Saat melihat tatapan Cakra dengan amarah membara membakar jiwanya .


" Hana kau pulang bersama Candra dan Tika ,aku harus mengurus sesuatu " Cakra keluar dari ruangan dengan pandangan membunuh nya.


Dokter sampai terkejut,menatap Hana yang juga ketakutan.


Candra masuk bersama Tika.


" Ada apa ? kenapa suamimu seperti ingin membelah manusia lain seperti itu ? " pertanyaan Candra semakin membuat Hana gelisah.


" Tika kau urus semuanya aku harus menyusul suamiku ,Candra temani aku sekarang " Hana berjalan tanpa memperdulikan sahabat dan dokter yang memanggil namanya.


Candra menurut mengikuti Hana.


Mobil melaju mengikuti mobil Cakra yang jauh berada didepan

__ADS_1


" Susul terus " Hana setengah berteriak Candra yang sudah diberikan kepercayaan oleh Cakra merasa tidak harus menuruti Hana sekarang.


Candra membelok kan mobil ke arah lain,sampai Hana berteriak memakinya


" Emosi mu seperti itu tidak baik untuk calon keponakan ku kakak ipar, tolong mengerti dan tenanglah " Berucap tanpa melirik Hana sedang komat-kamit merutuki dirinya.


*****


Apartemen dokter suci.


Cakra membanting pintu mobil kasar sampai membuat mobilnya bergetar karena hempasannya.


Dia masuk ke gedung apartemen,di sisi lain Rey yang baru sampai didepan gedung apartemen langsung berlari masuk untuk menyusul tuan muda.


Ting...nong.


Bel apartemen suci berbunyi.


Pintu terbuka sosok suci yang terlonjak melihat tuan muda berdiri didepan pintu apartemennya.


" Tu-an lepaskan " Suara suci terbata karena nafasnya juga mulai tersengal.


" Kenapa kau membohongi keluarga ku !" Cakra setengah berteriak semakin mencengkram kuat leher suci.


Didorong nya kuat sampai suci tersudut menempel di tembok.


" Ma-afkan aku tuan " Kata maaf yang keluar semkain membuat Cakra murka.


Urat-urat nya timbul semakin tegas terlihat karena Cakra mengeratkan semua tenaganya untuk menghabisi nyawa suci.


" Tuan !" Teriak Rey yang datang tepat waktu menarik tubuh Cakra agar berhenti.


" Aaa...kh " Suci terhempas kasar sampai membentur lantai.


" Kenapa kau disini" Bentak Cakra kepada Rey yang menghentikan aksinya.

__ADS_1


" Aku akan bertanya padanya tuan, tapi tolong tenanglah " Rey mengajak Cakra keluar dari apartemen suci.


Cakra masuk ke dalam mobil,menginjak pedal gas sekuat tenaga. Mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.


Rey langsung berlari kembali menuju suci berada .


Suci masih duduk ditempat yang tadi,dia sangat shokk karena Cakra hampir saja membunuhnya.


" Kemari" Rey langsung menggendong tubuh lemas tidak berdaya ke tempat tidur.


Suci duduk memdekap kedua lutut nya dengan bibir bergetar hebat.


" Minum " Rey memberikan sebotol air dingin dari dalam lemari es di sana.


Di tatapnya leher Suci yang merah karena cekalan yang dilakukan Cakra.


" Hufff " Suci membuang nafas kasar ke udara.


" Katakan sekarang padaku ,apa yang kau lakukan !" Rey datar dan menatap sinis dia juga merasa kecewa dengan apa yang suci lakukan.


" Apa daya ku ,yang hanya bisa menurut saat tuan besar menyuruh dan sekaligus mengancam ku Rey hiks..." Suci menangis tersedu-sedu ,Rey tidak peduli dia masih diam tidak berusaha menenangkan suci.


" Kau dibayar berapa sampai mau menuruti nya !" Rey berteriak mencengkram dagu suci agar mendongka menatapnya.


" Aku tidak dibayar Rey . Kau tahu semua keluarga ku dibawah naungan Alaska. Dia mengancam akan menyakiti keluargaku jika tidak menuruti nya " Lirih suci menjawab cepat.


" Kau bersungguh-sungguh?" Tanya Rey belum yakin .


Suci mengangguk sambil menangis.


Rey menekan tombol berhenti di ponselnya. Dari tadi Rey sudah merekam apapun yang dibicarakan oleh suci.


" Jangan mengulangi nya " Rey memeluk Suci menenangkan gadis yang sangat terguncang tersebut.


Suci menangis dipangkuan Reynan. Membuat air matanya mengalir di dada kekar tersebut.Rey mengusap punggung suci lembut agar gadis itu berhenti menangis membuatnya merasa bersalah atas kejadian yang terjadi

__ADS_1


__ADS_2