
Hana bangun dan menarik selimut agar menutupi tubuhnya.
Dia benar benar mencicipi ku ,bukan kue ulang tahunnya!!
" Sayang "
" Hemmm" Cakra diruang ganti sudah memakai baju kerjanya.Hana hanya melirik dan masuk kekamar mandi membersihkan tubuhnya.
Kenapa dia cemberut?
" Hana"! teriak Cakra tapi hana tidak menyahut suara air terdengar,Hana sedang mandi.Cakra keluar meletakan sepatu dan dasi nya.Sudah kebiasaan Hana lah yang harus memakai kannya setiap pagi.Berbaring beralaskan kedua tangannya terbayang bayang tubuh Hana semalam dan membuatnya tertawa berguling guling.
" kau kenapa?" Teriak Hana dari ruang ganti Cakra berlari menemui Hana.
Istrinya sedang memilih baju dan hanya memakai handuk sampai Dadanya.
" Sayang lepaskan,aww sakit" Hana memukul bahu Cakra karena bahunya di gigit suaminya. " Sayang sana aku mau pakai baju".
" Pakailah aku diam tidak menganggu mu"
Iya kau diam tapi tanganmu memelukku.
" Hana " menarik handuk tapi Hana menahannya" Hana lepaskan,aku mempunyai hadiah untukmu".
"Sudah cukup memberiku hadiah ciuman" Cakra tergelak melihat ekspedisi wajah Hana karena marah .
__ADS_1
kenapa kalau marah kau malah terlihat imut si.
" Kemari aku ingin memasangkannya"
" Apa harus bertelanjang untuk memakaikan hadiah?" Hana menarik handuknya.Akhinrya Cakra kalah membiarkan Hana merapihkan handuknya.
" Hey apa ini" Hana memegang tangan Cakra yang melingkar kan sesuatu dilehernya.Cakra menarik Hana ke cermin besar.
" Apa kau suka ?" Tanya Cakra meraih dagu dan ******* bibir yang sedang tersenyum bahagia itu. " Bagaimana?" tanyanya lagi memeluk Hana.
" Ini bagus terimakasih" Hana menatap lehernya dicermin.Memakai kalung yang diberikan Cakra. " Apa ini mahal?"
Melontarkan pertanyaan yang membuat suaminya tertawa terbahak-bahak.
apa dia masih tidak sadar suaminya ini konglomerat?
" Hemm" Sibuk melihat kalung Cakra terus memainkan bibirnya dileher Hana .Hana memperingatkan agar tidak memberi cap merah disana karena dia harus bekerja.Hana asik mengusap usap berlian yang berkilauan terkena sorot matahari dari kaca yang terbuka.
" Hana kau memakai kartu ajaib itu apa tidak?"
" Aku memakainya!" Hana yakin
" Berapa kali?
" Baru kemarin saat aku membeli semua untuk ulang tahun mu?"..
__ADS_1
Cakra mengendurkan pelukan dan mengernyitkan dahi,dari pertama menikah Cakra sudah memberikannya.Tapi ternyata baru dipakai kemarin itu juga untuk hadiah ulang tahunnya sendiri.
" Hana,apa kau takut suamimu jatuh miskin?"
" Tidak" jawab santai tidak merasa bersalah.
" Kalau aku miskin bagaimana?"
" Tidak masalah,aku bahkan tidak butuh suami kaya cukup mencintai ku dengan benar,itu saja!" melepas pelukan Cakra.
" Hana?
" Hemm"
" kenapa kau tidak menghargai ku?"
" Maksud mu?" Hana yang sudah akan keluar mendekat dan memeluk Dada suaminya. " Apa aku berbicara salah?" Hana melihat wajah Cakra yang begitu redup.
" Aku bekerja setiap hari untukmu,apa kau tidak pernah membeli skincare?"
" Haha sayang apa kau pernah melihat ku memakai kosmetik berlebih? aku cukup foundation dan lipstik saja" Hana melepas pelukannya merasa bingung.Tapi Cakra mengeratkan pelukannya.
Diluar sana berbondong bondong mempercantik diri, tapi kenapa kau secuek ini sih? aku bahkan mentransfer setiap Minggu takut uangmu sudah habis, tapi haha kau malah tidak pernah menggunakan nya.Cakra
" Mana ponsel mu?
__ADS_1
" Di meja sayang" Han keluar dari kamar Karena Cakra meminta jus mangga.
Mengecek internet banking diponsel Hana.Dan memang nominalnya terus bertambah tapi tidak pernah ada pengeluaran, penarikan pertama kemarin saat dia ulang Cakra tersenyum memang Hana tidak pernah bergaya sesuka hatinya sejak dulu,bukan karena dia bukan orang kaya.Tapi memang Hana adalah orang yang sangat sederhana... Begitulah Cakra sangat mencintai kekurangan dan kelebihan istrinya.Dia merasa beruntung menikah dengan wanita istimewa seperti Hana.