Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Menghabiskan uang


__ADS_3

Hana meminta Lina membawa mobilnya ke mall.Lina sempat menolak dan meminta ijin terlebih dahulu pada tuan muda atau Rey.


Hana menelfon keduanya tapi tidak ada jawaban.Hana tidak ingin menelfon lagi mengingat pekerjaan penting suaminya hari ini.


Mereka sampai di sebuah mall.Tuti terbelalak melihat baliho besar tertulis nama suami temannya itu.Tuti hanya menggeleng kepala.


" Nona jangan lama lama ya " Lina sangat khawatir.


" Tidak ,ayo kau juga ikut untuk apa menunggui mobil " Hana dan Tuti tertawa mereka bertiga masuk.


Hana melihat toko baju dia ingin berganti pakaian dulu,dia gerah memakai jaket kendor suaminya.


" Hana kau pilih yang mana?" Tanya Tuti melirik baju satu persatu.


" Yang ini saja Hana" Tuti menarik satu baju yang tergantung.


" Benar Nona ini pas untuk Anda" Lina mengompori.


Hana masuk ekr ruangan ganti.Dia menatap tubuhnya di cermin.


" Hahaha aku pendek sekali ,apa ada makanan yang bisa menunjang pertumbuhan tubuhku?" Hana memutar tubuhnya.Dia sudah cantik dan modis memakai pakaian itu.


Hana keluar menenteng tas berisi pakaiannya tadi.


" Kau Cantik Hana ayo pergi"Tuti menarik Hana keluar setelah membayar, Lina mengikuti dari belakang.


" Tut,kau mau beli apa!"Tanya Susi menatap temannya melirik setiap sisi .Hana tertawa melihat Tuti antusias.


" Yang bener?" Tanya Tuti .


" iya" Hana meyakinkan,Hana berhenti saat melihat toko jam tangan.


" Aku mau beli jam dulu untuk suamiku" Hana masuk ke dalam toko,pelayan toko tersebut antusias mendekat padanya..


Tuti dan Lina juga ikut masuk.Lina menarik Tuti yang akan memilih pakaian nya pergi,Lina menjelaskan tidak boleh meninggalkan Hana sembarangan.Akhirnya Tuti mengerti.

__ADS_1


" Mau yanh seperti apa Nona" Tanya penjaga toko.


" Keluarkan saja ,yang paling mahal nanti saya akan memilih" Hana tertawa dengan perkataan nya sendiri.


" Baik Nona" Penjaga toko mendekat ke etalase memilih beberapa jam yang termahal di tokonya..


" Silahkan Nona" Penjaga toko menyusun jam berbaris di depan gadis kecil dihadapannya.Lina risih dengan mata penjaga toko tersebut yang melihat nona muda.


" Kemarilah" Lina menarik tangan penjaga toko itu,tidak lama dia sudah kembali tapi dengan wajah pucat pasi.Hana menatap Lina.Gadis itu malah tertawa.


" Yang ini, apa ada pasangannya?" Hana memilih jam hitam,berharap ada pasangan untuk dia pakai juga,dia ingin jam yang sama dengan yang dipakai suaminya


Lina tersenyum karena tahu maksud nona muda nya seperti apa.


" Ini pasangannya Nona" Menyerahkan satu jam model Persis dengan yang dipilih Hana.Tangan penjaga toko itu bergetar.Hana kembali melirik Lina.


Dia lebih menyeramkan dari Niken.Hana


" Aku mau ini ,berapa totalnya" Hana mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya,dia beruntung Lina tahu harus membawa apa saat menemuinya digedung.


Tuti yang melihat terbelalak.


" Hana ,gila ini mahal" Tuti menepuk bahu Hana.


" Kau pikir suamiku akan memakai barang murah, terserah saja toh dia yang menyuruh ku menghabiskan uangnya " Hana tertawa setelah membayar dia keluar,diikuti Lina yang menenteng Tas jam yang dibeli Nona mudanya.


Tuti masih heboh mengira ngira uang belanja bulanan Hana berapa.


" Hana berapa jumlah uang dapur mu sebulan?" Tuti sangat penasaran.


" Ini uang jajan ku Tuti manis,suamiku mengisinya setiap minggu bukan setiap sebulan" Hana mencari cari barang incarannya saat Karan merekomendasikan untuk kulit wajahnya.


" Hah gila,hitung cepat isi kartu hidup mu berapa"


Hana tidak menghiraukan pertanyaan Tuti.

__ADS_1


" Ayo kau mau beli apa?" Hana menarik Tuti ke sebuah toko baju , Hana berniat membelikan juga untuk teman temannya yang lain.Tuti menelfon semua anggota geng menanyakan ukuran pakaian mereka.Hana tertawa dan menyoronok kepala Tuti.


" Lina ayo beli juga ,apa kau mau ini" Hana menarik satu baju lingerie, Lina terbelalak menolak.


" Aku bercanda" Hana Tertawa melihat wajah Lina.Dia tidak tahu bahkan Hana memakainya setiap malam.


Akhirnya belanja selesai, Hana masih bingung dengan toko apa yang disebutkan Karan kemarin.


" Lina apa kau tahu,toko yang menjual kosmetik aman?" Lina berusaha mencerna pertanyaan Nona muda nya.Tapi dia menggeleng.


"Toko skincare bukan?" Tanya Tuti


" Iya itu skincare" Hana tertawa menepuk dahinya sendiri.


Mereka bertiga berjalan di pimpin Tuti.Hana masuk melihat berbagai macam jenis produk kecantikan tertata rapih dietalase besar di toko tersebut.Hana malah semakin bingung.


" Aku bingung yang mana" Hana merengek pada Tuti.


" Astaga,kau masih saja polos kau tidak pernah berdandan ternyata selama ini" Tuti heran


" Kau harus ingat Hana, Sekarang banyak pelakor" Tuti menyeleneh tali di tanggapi serius oleh Hana dan Lina,mereka berdua langsung terbayang wajah Fatin saat menatap Cakra.


" Cih!" Hana kesal


" Kau kenapa?' Tanya tuti.Hana menggeleng.


" Kau saja yang pilih yang terbaik yang kau tahu" Hana menyerahkan semuanya pada Tuti,tapi Lina punya pandangan lain.


" Maaf apa kosmetik disini aman?" Tanya Lina pada penjaga toko tersebut.


" Tentu Nona, kami menyediakan semua produk kecantikan herbal aman dan berbpom resmi " Jelas panjang lebar penjaga toko itu,dengan riasan wajahnya tebal untuk menarik pembeli.


" Berikan produk termahal dan terbaik untuk Nona muda,dia adalah isteri tuan muda Cakra Alaska" Lina kesal dengan penjelasan panjang lebar membuat Hana semakin bingung.


Dua penjaga toko itu langsung pucat,dan diam.Menatap lekat gadis yang disebut istri dari tuan muda itu .

__ADS_1


" Lina" Hana mencubit tangan Lina keras.Membuat gadis itu meringis mengusap tangannya.


__ADS_2