
Cakra tidur setelah makan malamnya.Hana yang merasa belum mengantuk keluar dari kamar.Memakaikan jaket di baju tidur yang membuat dadanya terbuka itu.
" Kau mau kemana nona" Susi menghampiri Hana dia selesai membersihkan ruang kerja tuan muda.Melihat Hana keluar sendiri membuatnya kaget
" Aku ingin ke bawah " Hana tersenyum meninggalkan Susi.Susi bergegas mengejar Hana agar tidak keluar dari rumah.
" Nona apa kau mau makan cake Rv ? aku membuat nya khusus untukmu?" Susi menghentikan langkah Hana yang akan keluar.
" Mana? aku mau " Hana antusias menyodorkan telapak tangannya.Susi meraih tangan nona muda membawanya ke dapur.
Susi khawatir Hana. melihat apa yang terjadi diluar .Rey sedang menyiksa para pengawal yang ikut ke mall bersama Robi,mereka kehilangan pekerjaannya.
Rey kesal bagaimana bisa pengawal berjaga diluar tapi Kim bisa masuk ke dalam toko dan menemui nona muda bahkan Memeluk nya.
" Aaaaaghhhjh " Teriak satu pengawal saat pukulan keras mengenai belakang lututnya.
Hana yang tengah duduk menunggu Susi menyiapkan cake kaget
" Siapa itu ?" Hana berdiri melirik kanan kiri
" Bukan apa-apa nona ,ini makanlah " Susi i tangan Hana agar duduk kembali
Maafkan aku menyentuh
permaisuri mu tuan muda.
Cakra tidak senang siapapun menyentuh istrinya sembarangan.Hanya dia yang memiliki wewenang Menyentuh Istrinya.
" Ini sangat enak " Hana tersenyum .Susi tertawa melihat gigi Hana hitam karena kue yang dia makan.
" Gigi mu nona " Susi menyodorkan tisu menatap wajah Hana tidak seburuk siang tadi
" Astaga , apa masih ?" Hana merapatkan giginya meminta Susi memeriksa.
" Sudah bersih Nona" Susi jujur .
Dua pelayan datang mendekat ke arah Mereka berdua .
" Senior ,tuan Rey memanggil mu ke ruangan nya ." membungkuk hormat tidak berani menatap nona muda dihadapan mereka.
" Nona aku harus pergi,apa kau butuh mereka untuk menemani mu?" Tanya Susi meletakan jus di hadapan Hana.
" Tidak usah ,aku akan kembali kekamar" Hana mengusap bibirnya.Dia meninggalkan mereka yang menatapnya lekat.
" Aku baru melihat nona ,dia sangat cantik dan lucu" Pelayan itu memuji istri dari tuan muda majikanya.
" Kau benar " Susi tersenyum menarik bahu kedua pelayan agar berhenti menatap Hana.
*
Hana diam menatap kanan kiri dia tidak melihat Tika dari kepulangannya.
" Dia lebam kan tadi ?" Hana teringat dengan sekilas wajah Tika yang lebam karena tamparan Susi atau mungkin juga Robi.Dia kembali ke dapur mengambil kotak P3k dari lemari.
Hana berlenggak lenggok menuju rumah para pelayan dan pengawal.
__ADS_1
Suami Susi yang melihat langsung kaget dan mendekati Hana.
" Nona kau sedang apa?" Dia bertanya tanpa aba-aba membuat Hana yang membelakanginya kaget setengah mati.
" Maaf membuat mu kaget nona " Suami Susi membungkuk hormat.
" Kau siapa?" Hana melihat seragam yang dipakai pria itu berbeda dari Pengawal lain.
" Saya kepala pengawal " kembali membungkuk
" Kau suami Susi?" Hana terbelalak dia baru pertama kali melihat sosok suami Susi .
" Benar " Tersenyum ramah
" Aku Hana ,nama mu siapa ?" Hana menyodorkan tangannya.Suatu kehormatan dia bisa bertemu suami Susi .
Ada apa dengan gadis ini
jelas semua pelayan tahu dia siapa ?.
Suami Susi tertawa melihat dan mendengar Hana bertingkah laku dihadapannya.
" Kau mau kemana nona ini sudah malam." Tanya suami Susi.
pelit sekali sih.
aku kan ingin tahu siapa nama suami Susi .
Hana tidak menghiraukan apapun yang dikatakan oleh suami Susi.Dia mendelek sebal kepada pria itu dan pergi begitu saja.
" Kenapa dia pergi ke sana ?" Suami Susi heran dan mengikuti Hana sembunyi².
" Permisi apa kau tahu kamar Tika?" Tanya Hana .
Semua pelayan wanita mendongak menatap senyum diwajah cantik Hana sangat mendamaikan.
" Itu nona " Jemarinya seorang pelayan menunjuk ke kamar paling ujung disana.
" Terima Kasih" Hana membungkuk dan pergi.
semua pelayan berbisik mereka terkagum kagum melihat pesona Hana .Tidak heran tuan muda sangat melindungi istrinya bisik pelayan menatap punggung Hana .
Tok tok tok
Hana mengetuk pintu.Tapi tidak ada sahutan.
Dia mendengar suara isakan tangis dari dalam.
" Tika " Lirih Hana masuk .
Dia melihat gadis itu memegang kedua lututnya dan menangis di samping tempat tidur.
" Nona " Tiika langsung berdiri tegap dan membungkuk.
Hana kaget dan mendekati nya .
__ADS_1
" Duduk saja " Hana mengajak Tika duduk ditempat tidur bersebelahan dengan nya ." Kau kenapa? kenapa terluka.Ini luka baru kan tadi siang kau tidak memiliki nya ".
Hana memegang kedua pipi dan meniup pelan luka di pelipis Tika.
Nona kenapa kau baik padaku.
Tika kembali terisak ,nafas berhembus pelan membuat nya tenang.
" Apa sakit?" Hana kembali meniup luka di pelipis itu , sangat dalam sampai darah segar menetes bergurau di wajah Tika.
" Tidak nona ini bukan apa-apa !" Tika berusaha menjauh tangan mungil itu Menahan nya agar tetap duduk .
" Diam lah " Hana membersihkan semua luka di wajah Tika gadis itu meringis.Dan semakin merasa bersalah.
" Nona apa kau akan memecatku ?" Tika menahan tangan Hana yang mengobati lukanya .
" Kenapa aku harus memecat mu? wajar jika kau belum bisa beradaptasi dengan baik .Memang suasana rumah ini sedikit menyeramkan" Hana tertawa sambil terus meniup dan mengoleskan salep di luka itu.
Mereka tidak melaporkanku pada nona?
apa belum?
" Nona aku bisa sendiri " Tika tidak sanggup menatap wajah Hana secara dekat.Perasaan bersalah nya muncul menghujam jantungnya sendiri.
Hana tidak membiarkan itu dia tetap mengobati Tika dengan tangannya sendiri.
" Tidak usah canggung kepadaku .Semua pekerja pernah melakukan kesalahan ,kau bersalah karena pergi ke toilet tanpa pamit padaku " Hana selesai memandang wajah Tika lekat saat gadis itu menatapnya dengan rasa bersalah.
mereka benar-benar tidak memberitahu Nona.Tapi ini semakin menyiksaku
" Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi nona,dan akan meminta maaf pada nona Kiran secepatnya " Tika bertekad akan mengubur niat awalnya masuk ke dalam rumah Cakra.Dia tidak mampu melakukan apapun yang diperintahkan Kim padanya.
" Bagus ,jadi kita berteman" Hana mengacungkan jari kelingking nya.Tika terkejut dia hanya menatap kelingking mungil itu didepan wajahnya.
" Ayo " Hana menepuk bahu Tika lembut.
" Aku akan menjadi teman sejati mu nona Hana " Tika menyambar kelingking itu dengan kelingking nya.
Hana memeluk Tika erat dia senang mendapat kan teman baru .
Tika tidak membalas pelukan nona muda padanya,dia membulatkan mata karena terkejut.
" Nona sudah cukup " Tika diam membiarkan Hana yang melepaskan pelukannya sendiri.
" Kau sopan sekali si " Hana tertawa memukul bahu Tika kuat .
Sopan dari mana nona
aku bahkan menantang mu .
Tika tertawa memegang bahunya yang sakit karena pukulan Hana.
Hana menempelkan plester bergambar hati seperti milik Robi .
" Aku harus pergi ,kau istirahat ya" Hana membaringkan tubuh Tika ,dan menarik selimut sampai ke leher gadis itu.
__ADS_1
" terimakasih Nona " Tika tersenyum dia merasa rendah saat itu .Menyakiti gadis baik seperti Hana,dia memang selalu menjauh saat Hana berusaha mendekatinya.
dia hanya bekerja sebagai mata-mata Kim .Tapi sekarang dia bertekad akan mengabdikan diri kepada nona seumur hidupnya.