
Hana merapihkan semua baju bersih dan kotornya ke dalam tas .
Setelah selesai dia bergegas ,tapi terhenti saat wajahnya jatuh di dada Cakra .
" Aku tidak berniat seperti ini lepaskan ." Hana mundur tapi Cakra menahan punggung nya.Cakra memeluk Hana erat.
" Sebentar saja ! aku sangat merindukan mu " Cakra mengusap lembut kepala istrinya. " Apa kau tidak merindukan ku ?".
Aku juga sama tapi kau
selalu menyakitiku .
" Aku harus keluar melihat ayah " Hana diam tidak berontak .Setelah Cakra merasa cukup dengan memeluk nya Hana bergegas pergi.
" Hana" Cakra memanggil Hana tapi gadis itu tidak berbalik.
Tika yang sudah menunggu Hana diluar rumah dengan kantung plastik ditangannya.
" Tika " Hana memanggil Tika yang berdiri menggesekan sepatunya ke tanah kering.
Tika mendekati Hana dengan senyuman termanisnya.Robi dari jauh memperhatikan.
" Apa kau membelinya ? " Hana melirik tangan Tika .
" Semua siap dengan apa yang nona inginkan." Tika menyerahkan apa yang dia genggam pada Hana.
Hana memeriksa semua obat yang di resepkan dokter .Karena dokter tidak bisa datang ke rumah Hana .
" Terimakasih " Hana menepuk bahu Tika dengan tersenyum .Dia kembali masuk ke dalam rumah untuk segera meracik obat ayahnya.
" Kakak " Fatin menghadang Hana yang sudah di depan pintu kamar ayah.
Fatin menariknya agar Hana mengikuti kemana dia pergi .Cakra yang baru keluar dari kamar terinjak dan ikut mengikuti keduanya .
__ADS_1
" Ada apa ?" Hana menepis tangan adiknya .' Kau sudah minta maaf kan padaku ? tapi masih saja bersikap seperti ini "
Fatin menyeringai licik.
" Kakak apa kau benar akan bercerai ?' Pertanyaan nya membuat Hana marah .Hana mencengkram tangan Fatin kuat karena tidak terima dengan apa yang Fatin ucapkan ." Sakit kakak ".
Fatin meringis
" Kenapa kau bisa menyimpulkan seperti itu ,aku baik-baik saja bersama suamiku '' Hana mendorong tangan Fatin kasar
" Jangan bohong padaku kak ! kalian sedang bermasalah kan?" Fatin tersenyum meledek Hana dihadapannya.
" heuhh " Hana mendesah disertai senyum dibibir nya ." Lalu ? kenapa kau sangat senang.Jika aku berpisah dengannya,kau tidak akan bisa menempati posisi kedua untuk menjadi Istrinya "
" Kenapa kau sepercaya diri itu kakak " Fatin mendekat kan wajahnya ke wajah Hana,mereka berdua saling menatap kesal satu sama lain . " Apa kau masih berfikir tuan muda akan bertahan dengan wanita mandul seperti mu ?."
Tangannya mendorong tubuh Hana terus menerus.Hana mundur saat tangan Fatin mendorongnya,dia tidak bisa mengendalikan perasaannya.
karena memang perkataan Fatin seolah mengingatkan kekurangan dirinya selama ini.
Hana sudah menangis di tidak tahan dengan sikap Fatin padanya.Hana melihat Cakra yang berlari ke arah mereka berdua.
" Kenapa kau menangis kakak ,apa kau mulai sadar dengan kepayahan dirimu selama ini?" Fatin menarik rambut yang dicengkram sekuat tenaga.
" Jangan memanggilku kakak kau bukan adikku Fatin " Hana berteriak didepan wajah adiknya , tangannya melepas jambakan Fatin .
Fatin tersungkur merasa lesu .
" Apa katamu ? aku bukan adikmu ?" Fatin gugup dia tidak tahu apa yang di katakan Hana benar apa tidak . " Katakan kakak ,apa kau membual untuk menghentikan ku ?"
" Kau tidak apa-apa ?" Cakra datang terlambat saat dia mengejar Hana ,ayah Hana memanggil menghentikan langkahnya.
" Sayang hiks hiks " Hana merasa rapuh dia memeluk suaminya erat ,air mata membasahi kemeja abu yang terlihat ketat itu.
__ADS_1
" Jangan menangis aku disini " Cakra memicingkan mata nya ke arah Fatin .Gadis itu malah tertawa terbahak-bahak.
" hahaha sampai kapan kau berbohong tuan ?' ' Fatin berusaha mendekat tapi Hana sadar dari keterpurukan nya .Dan berdiri dihadapan suaminya.
" Dia suamiku,jika kau berani menyentuhnya .Kau akan menerima akibat dari perbuatan mu Fatin " Hana mendorong Fatin mundur.
Ibu datang melerai pertikaian adik Kaka itu.
" Kau kenapa seperti ini sih !" teriak ibu berusaha menyadarkan Fatin agar berhenti menatap tajam kepada kakaknya.
" Diam ibu ! kakak bilang aku bukan adiknya .Dia bilang seperti itu tadi " Fatin terisak dipangkuan ibunya . " Katakan padaku apa maksud kakak".
Hana yang memeluk erat suaminya menatap wajah Fatin yang terganggu karena ucapannya.
Aku keceplosan
maafkan aku ibu ,aku mengingkari janjiku sendiri.
" Nak , bawa Hana ke dalam rumah " Ibu menatap Cakra yang sedang menenangkan Hana dalam dekapannya.
" Jangan pergi aku masih belum selesai bicara" Fatin berteriak melihat Hana menjauh dalam dekapan cakra.
" kau kenapa seperti ini Fatin .Hentikan kegilaan mu ini nak " Ibu menangis tidak percaya dengan anak yang dia kandung dan dia lahirkan menjadi anak brutal seperti itu.
" Katakan padaku bu,apa aku salah menyukai tuan muda" Fatin menatap kedua mata ibunya Yang sudah basah menangisinya.
" Kau tidak salah.Hal wajar jika kau menyukai pria nak ,tapi kenapa kau selalu menyukai pria beristri apalagi dia itu kakak ipar mu " Teriak ibu menampar Fatin keras
Gadis itu tersungkur memegang pipinya.
" Lalu, apa yang dimaksud kakak kalau aku bukan adiknya " Fatin mendekati ibunya yang sudah berdiri dan melangkah akan pergi.
" Katakan padaku bu ?" Fatin memeluk ibu dari belakang ,kedunya menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
" Benar " Teriak ibu " Hana benar kalau kau bukan adik nya , kau hanya mendapatkan kehidupan baik berkat Hana kau tahu ?".
Ibu meneriaki Fatin,dia sudah tidak kuat menyembunyikan kebenaran selama bertahun-tahun.