Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Berusaha


__ADS_3

Masih pagi 08:26 .


Setelah selesai dengan kegiatan Cakra dan Hana. Keduanya kini sudah berada dimeja makan , dengan rambut yang sama-sama masih basah.


Cakra diam melihat Hana tidak bergairah , bahkan tidak mau menerima suapan darinya.


" Apa kau masih marah ?" Tanya Cakra menghentikan makannya. Menatap Hana yang menoleh padanya.


" Menurut mu ?" Ketus Hana.


Cakra yang mendengar jawaban dari Hana tersenyum tipis. " Dia sedang marah ,aku malah bermain terlalu lama " Gumam Cakra kembali melanjutkan makannya.


Dia berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan maaf dari Hana.


Berlian ?


Hadiah paling mahal dinegeri ini ?atau bahkan seluruh dunia ?.


Ah Cakra mendesah Hana tidak pernah mau mendapatkan hadiah seperti itu , apalagi sebagai permohonan maafnya.


Ide cemerlang muncul. " Bersiaplah ,aku akan mengajak mu jalan-jalan " ucap Cakra mengusap sisa makanan di bibirnya.


Hana yang mendengar nya langsung membuat ekspresi wajah sumbringah,Cakra tersenyum melihat reaksi senang istrinya.


" Memangnya kau mau mengajakku kemana sayang ?" Hana penasaran, menggaris bawahi kata panggilan untuk suaminya,yang dari tadi tidak dia ucapkan karena masih kesal.

__ADS_1


" kemana pun kamu mau " Jawab Cakra sambil mengecup kening Hana lembut.


Gadis mana yang tidak senang, mendengar kata-kata seperti itu dari suaminya sendiri.


Hana memgangguk,dengan kedua bola mata berbinar merasa amat bahagia.


******


Alaskagroup.


Candra sedang sibuk di meja kerja nya , sedangkan gadis cantik itu terus menatapnya penuh kekaguman. Jessica alias Nina.


Candra yang tahu dengan hal itu, melipat semua berkas yang sedang dipelajarinya.


Dia tidak mau membuat kesalahan dan membuat perusahaan besar keluarganya merugi.


" Kenapa kau menatap ku ?" ketus Candra setengah berteriak.


Jessica yang tersentak kaget ,membuat ekspresi bodoh diwajah nya membuat Candra tersenyum geli.


" Katakan,kenapa kau menatap ku ?" Pertanyaan yang sama.


" Karena kau tampan " Glek langsung menelan ludahnya kasar. Jessica merasa hancur dengan kejujurannya.


" Jangan pernah menggoda ku , kau bahkan tidur dengan Abang ku " Teriak penuh dengan emosi tanpa belas kasih, beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Jessica.

__ADS_1


Gadis itu tersengal dan berusaha melepaskan diri ." Apa yang kau lakukan pada ku " .Teriak Jessica sekuat tenaga dengan suara yang tersisa.


" Kau tidur dengan abangku ,kau menyakiti kakak ipar ku sialan " Semakin Candra mencekik leher Jessica. Dan mendorong tubuh Jessica sampai menempel ditembok dingin.


" Aku tidak pernah melakukan itu , Presdir hanya memintaku untuk menjadi rekan kerja dan mengajari mu " Dengan suara serak menjelaskan.


Pintu terbuka , menampilkan sosok karyawan pria bernama Burhan.


" Hey,,heyyyy... Ada apa ini " Teriak Burhan berusaha menolong Jessica dari cengkraman Candra. " Tuan ,aku mohon ampuni gadis ini " Tambahnya lagi.


Candra sadar bahwa yang dia lakukan melewati batas. Di hempasannya tubuh Jessica kasar ke atas meja.


" Ini hukuman untuk wanita murahan seperti mu" Teriak Candra keluar dari ruangan menutup pintu dengan kasar , sampai Burhan dan Jessica kaget.


" Astaga.. Dia benar-benar menyeramkan seperti Presdir. Jessi kau tidak apa-apa " Burhan memapah tubuh gadis terkulai lemas itu ke atas kursi.


" Aku hampir mati " Ucap Jessica menatap pintu yang di tutup Candra sampai rusak.


" Apa benar kau tidur dengan presdir?" Ucap Burhan menatap lekat Jessica.


"Yang benar saja,benar katanya aku hanya wanita rendahan tidak mungkin bisa bersaing dengan nona muda jika aku ingin sekali pun " Ucap Jessica mengatur nafasnya pelan.


Masih memikirkan tuduhan ² Candra kepadanya. Candra yang emosional sejak mereka sekolah dulu tidak berubah sampa sekarang.


Jessica berniat akan membicarakan ini dengan sekertaris Reynan.

__ADS_1


__ADS_2