Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
SK 245


__ADS_3

Hari Senin , membuat Cakra mendesah berkali-kali padahal waktu masih pagi.


Bahkan Hana masih tidur karena dia ganggu semalaman. Cakra yang memang tidak bisa berhenti menegang saat bersama istrinya.


Hari ini juga adalah hari untuk memperkenalkan anggota baru diperusahaan yaitu adiknya .


" Sayang " Lirih Cakra membelai pipi istrinya,Hana menggeliat pelan menggerakan kelopak mata yang terasa berat itu agar terbuka


" Ini masih pagi " Ucap Hana menarik Cakra dalam pelukannya,tubuh mereka kembali beradu . Hanya saja Cakra yang sudah siap dengan setelan jas abu nya.


" Aku harus berangkat sangat pagi hari ini, bangunlah aku ingin sarapan " Ucap Cakra meng uyel-uyel pipi Hana berkali-kali.


Hana bangun , dengan selimut yang dia tarik sampai lehernya .Matanya terbuka pelan menatap Cakra yang sudah tampan dan wangi dihadapannya. " Kenapa bersiap sepagi ini ,aku bahkan tidak menyiapkan air hangat untukmu "..


Hana merapihkan rambutnya,mengambil handuk yang basah bekas suaminya.


" Hari ini Candra harus masuk di perusahaan, sudah cukup dia berleha-leha dan menghabiskan uang " sambil nyisirin rambut


" Kau benar"ucap Hana yang juga turun Memeluk suaminya dari belakang di elusnya dada Cakra pelan membuat laki-laki itu berbalik dan menciumnya.


" aaaa....sudah sudah " Hana merasa menyesal membangunkan kembali harimau jantan yang baru saja kenyang dari tidurnya.


" Ayo lakukan lagi " Goda Cakra


" Kamu memang tidak pernah merasa puas ya sayang " Hana setengah berlari menuju kamar mandi agar Cakra berhenti menciuminya.


Cakra tersenyum melihat wajah Hana yang panik,dia keluar dari kamar untuk pergi menemui Candra.


" Selamat pagi tuan " Ucap Susi membuat Cakra berbalik padanya.


" Katakan !" ucap Cakra singkat


" Nona muda seperti nya bertingkah aneh akhir-akhir ini, apa nona muda telat datang bulan ?" Tanya Susi


" Memang kenapa ?" Cakra fokus berbeda dengan beberapa detik yang lalu acuh kepada Susi.


" Nona muda selalu sembunyi² mengambil jeruk nipis,lemon dan semua yang sangat masam untuk dimakan tuan "


Cakra diam mengingat-ingat kapan istrinya terkahir datang bulan .


" Aku akan menanyakan nya , seperti nya aku lupa kapan terkahir istriku datang bulan "


" Baik tuan " Susi membungkuk


Cakra pergi meninggalkannya sendiri , Susi yang berinisiatif pergi menuju dapur untuk melakukan sesuatu disana.

__ADS_1


Cakra berdiri didepan pintu kamar dimana Candra adiknya berada. Dia tatap pintu itu tidak kunjung dia ketuk,Cakra masih kesal dengannya.


Tapi dia langsung memberanikan diri dan mengubur rasa kesalnya sementara.


Tok...tok...tok..


Tiga ketukan dia lakukan, tidak menunggu lama sosok adiknya langsung muncul setelah pintu terbuka.


" Kau mau apa ?" Tanya candra ketus


" Hari ini kau akan aku perkenalkan pada semua karyawan , bersiaplah !"


keduanya masih saling menatap lekat satu sama lain.


" Tidak minat !"


" Tapi .."


Duggg


belum selesai abangnya berbicara Candra sudah menutup pintu nya kasar, hampir saja hidung Cakra beradu dengan pintu.


" Aku akan berbicara padanya nanti ,ayo sarapan sudah siap " Hana yang langsung membuat Cakra terkejut.


" Sejak kapan kau disini "


Hana tersenyum ,dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak ada juga yang berani bersikap kurang ajar kepada suaminya selain dirinya. Bahkan Cakra selalu terlihat mengalah kepada adiknya.


Setelah Hana mengantar Cakra ke meja makan,dia kembali untuk memanggil Candra setelah meminta ijin suaminya.


Tok...tok..tok


Cukup lama Hana menunggu sampai kembali dia mengetuk pintu.


" Apa lagi " Candra keluar dengan setengah berteriak wajahnya begitu marah.


Tapi dia redam seketika setelah melihat Hana . " Maaf , aku kira dia lagi " Candra terbata untuk pertama kalinya dia melihat Hana dipagi hari dengan wajah polos dan rambut yang masih basah.


Sudut bibirnya membuat lengkungan menjadikan sebuah senyuman manis didepan Hana


" siapa dia lagi ? aku tahu kau tadi berdebat dengan suamiku lagi " Hana sinis melipat kedua tangannya seketika . " Aku malas melihat kalian berdua yang selalu tidak akur "


" Selalu ? aku baru sampai kemarin disini "Candra menjawab cepat


" Iya baru kemarin kalian bertemu. Tapi itu sudah membuatku semakin pusing. Sudah cukup melihat tingkah Abang mu yang menyebalkan walaupun kadang juga dia bersikap manis . Tapi tolong hormati suamiku Can dia Abang mu "Hana sedikit merengek.

__ADS_1


Membuat Candra diam seribu bahasa dan menatapnya.


Dia tidak pernah seserius ini . Candra


" Karena kau yang meminta ,aku akan bersiap dan turun dengan cepat untuk sarapan " Ucap Candra yakin walaupun masih setengah hati.


" Anak pintar"


Puk,,,pukk Tepuk bahu Candra berulang sebelum pria itu masuk ke dalam kamar.


Hana lega dan kembali menuju lantai satu, sedangkan Candra masih menatapnya Memegang bahunya yang ditepuk Hana.


*


Kediaman Haryadi.


Rey yang memilih untuk pergi terlebih dahulu ke rumah tuan besar sebelum ke rumah tuan muda.


Akan sedikit terlambat hari ini.


" Selamat pagi " Rey berdiri dan membungkuk setelah kedatangan Haryadi .


" Kau ingin berdebat lagi dengan ku ?" Tanya Haryadi ketus meningat terakhir kali Rey datang dan menantangnya.


" Maaf tuan , saya kemari hanya untuk memberi tahu kalau tuan Candra tinggal bersama tuan muda sekarang " Rey membungkuk dia tahu kalau Haryadi sering menengok anak bungsunya ke apartemen.


Haryadi tidak menjawab dia memilih pergi meninggalkan Reynan.


Rey yang mendapat kan perlakuan dingin malah tersenyum,dia bersiap untuk pergi ke rumah Cakra.


" Tunggu " Maria menghadang Rey membuat Rey langsung membungkuk hormat.


" Apa benar anak itu tinggal bersama anak dan menantu ku ?" Tanya Maria mengintimidasi berusaha memperjelas apa yang dia dengan sekilas tadi.


"Benar !" Ucap Rey membungkuk lagi


" Kenapa dia disana ? di rumah anakku " Ketus Maria.


" Tuan meminta saya untuk membawa tuan Candra ke rumah.


Beberapa waktu lalu tuan Candra dibuntuti orang lain selain anak buah ku .


Itu sangat berbahaya dan tuan muda akhinya membuat tuan Candra tinggal bersamanya agar bisa menjaganya dengan baik. " Rey membuat Maria tercengang


" Anak itu... " Gerutu nya kepada Cakra.

__ADS_1


" Nanti sore aku akan kesana ,beri tahu menantu ku .Kau boleh pergi " Maria pergi menyusul Haryadi.


begitu juga Rey melangkah keluar untuk segera pergi ke rumah cakra


__ADS_2