
Cakra gelisah karena Hana harus berangkat dalam waktu dekat.Hari ini dia memilih pulang cepat,Rey ingin menahan tapi tidak bisa.Ada sesuatu yang di sembunyikan Rey.
" Tunggu disini tuan" Rey memberhentikan mobil ditempat toko bunga,Setiap hari dia harus turun untuk mengambil buket bunga.
" Tidak ,aku yang akan memilih buket seperti apa untuk hari ini " Cakra menolak .Dia ingin merubah buket yang lebih bagus untuk hari ini.
Rey mengawal setelah Cakra memilih.Cukup lama dia menunggu.Akhirnya buket bunga selesai,penjaga toko itu gemetar karena harus merangkai buket dengan cepat.Dia tahu setiap hari tuan muda membeli buket dari tokonya,tapi tidak pernah sampai turun dari kendaraan.
" Tuan " Rey menyodorkan buket bunga yang diberikan penjaga toko.
" Ini bagus, berikan bonus untuknya" Cakra membawa masuk buket bunga.Rey masih mengurus pembayaran dan pemberian bonus kepada penjual bunga itu.
* * *
Dirumah besar Hana bersiaga begitu juga Robi dan Susi.
" Cepat buang " Hana berteriak .Semua bekerja cepat.Tapi ternyata Hana tidak tahu suaminya pulang cepat hari ini.
__ADS_1
ini masih jam berapa?
Hana melirik jam ditangannya.Mobil terparkir dan Cakra keluar menggantung kan tangan di udara,saat Hana mengambil ancang-ancang ingin berlari.
" Sial kita hari ini" Robi menyenggol Susi.Wanita itu mengangguk.Cakra semakin dekat memeluk dan mencium Hana.
" Kenapa berbeda" Hana menerima bunga mawar tapi dengan buket berbeda.
" Aku ingin yang berbeda saja hari ini,kau suka " Mencium telinga Hana.Gadis itu merasa geli,tali dia membiatkan terus mencium dan menatap bunga cantik ditangannya.
" Itu apa " Teriak Cakra karena semua hanya diam gemetar ketakutan kekesalannya semakin memuncak saat melihat buket bunga berjajar . ' Katakan padaku , sebelum kalian aku tendang dari rumah ku".
Cakra semakin murka.Hana berpaling dari suaminya.Dia merasa takut melihat suaminya sedang marah.
" Semua ini pemberian tuan Kim " Robi memilih cepat menjawab.Dia tahu tidak bisa berbohong lagi.
" Apa dia mengirimkan sesuatu Setiap hari katakan" Melempar Pot bunga.Pecah terburai di atas freezer itu.Cakra menarik Hana agar duduk di pangkuan nya.Hana tidak bisa menolak.
__ADS_1
" Iya tuan" Robi menjawab lagi.
" Katakan padaku kenapa dia mengirim freezer kesini" Tangan nya sudah menekan tungkak Hana.Sedikit lagi bibir mereka beradu.Hana berusaha mundur tapi tidak bisa,kali ini dia harus mengakui kesalahannya.
" Aku mengapload eskirm yang sliweran di iklan televisi sayang,tiba tiba freezer ini sudah ada didepan gerbang" Hana jujur.
" Jika kau ingin sesuatu bilang padaku,jangan membuat postingan sembarangan " Cakra ketus mencium bibir Hana dengan kecupan.Hana memejamkan matanya menahan malu.
" Rey bawa semua ini keluar dari rumahku, terserah kau mau membuangnya kemana " Cakra menatap freezer dan mendelik kesal.Hana menelan ludahnya dia sedang ingin tapi apa daya impian makan eskrim tidak tercapai hari ini.
" Rey bawakan semua varian eskrim, beraneka rasa sekarang juga,basmi kalau ada rasa kacang disana.Jangan biarkan Hana berfikir kalau aku bukan suami pengertian" matanya memicing kepada Hana dalam pangkuannya.
" hah! apa sayang aku tidak akan pernah berpikir seperti itu?"
beberapa detik yang lalu memang iya.
" Ayo masuk waktunya minum susu "Hana mengernyit padahal jam istirahat Cakra.Dia sudah membuatkannya Susu.Lalu apa maksudnya.Sampai dikamar Hana didudukan Cakra di sofa.Hana mengernyit saat kancing bajunya di lepas Cakra satu persatu.
__ADS_1