Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Belum selesai urusan bodyguard rasa kawan


__ADS_3

Hana duduk di sofa ruang tengah menonton tv.Dia kesal dan bosan biasanya Kiran yang sering menemaninya, tapi gadis itu sedang praktek diluar kota .Hana sedih tidak mempunyai teman untuk mengobrol.


Hana melirik jam sebentar lagi adalah jam suaminya pulang.Hana antusias ingin memeluk suaminya,agar dia tidak marah melihat nya keluar kamar.


" Rey istirahatlah" Suara Cakra terdengar,Hana masih asik dengan tontonan nya.Dia melirik ke arah suara ingin melihat Cakra tapi tidak ada." Kemana dia?".


" Dor" Hana berbalik Cakra sudah disamping nya,Hana mengusap dadanya karena kaget


" Kau kaget? aku lebih kaget istriku melanggar peraturan tahu,apa kau kenal dengan Hana ku?"Cakra kesal sedikit meledek.


Hana menggigit bibir bawahnya.Alasan apa yang harus dia buat .


" Maaf sayang" Hana mengelus dagu suaminya lembut.


Cakra menunjuk pipinya ingin dicium.


" Baiklah," Muach satu kecupan lembut dia berikan pada suaminya yang baru pulang bekerja.


" Hana bodyguard mu nanti malam datang,lihat sendiri" ketus.


" Loh ko gitu sih sayang"


Cakra sudah kesal dan lelah ini adalah bodyguard terkahir rekomendasi dari Rey.Sudah dua puluh orang yang Hana tolak dengan alasannya aneh-aneh. Cakra hanya menggeleng kepala melihat betapa keras kepalanya Hana.


" Kau selalu membuatku kesal,nanti lihat sana sendiri" .Berdiri dan menarik tangan Hana.


" Oh aku berarti duduk dikursi kerjamu,lalu berduaan dengan Rey disana baiklah" Hana menepis tangan Cakra dan tertawa senang.


" Apa kau bilang,rasakan ini" Cakra menciumi seluruh wajah istrinya.Hana kaget bagaimana bisa di sini banyak orang gumamnya.


Dasar gila bagaimana Susi atau yang lain melihat.

__ADS_1


" Ampun ampun sayangku,ayo ganti baju mu" Mendorong punggung Cakra menaiki Cakra beralih merangkul dan menciumi rambut Hana.


Kau sudah sehat sekarang, terimakasih tuhan.Cakra.


Di dalam kamar.


Cakra berdiri, Hana bertumpu dan berjinjit pada sepatu suaminya.Melepaskan dasi dan jas Cakra.Cakra tidak diam tangannya tidak berhenti merayap ditubuh Hana.


"Sayang bagaimana dengan bibi" Hana menanyakan wanita yang sudah lama tidak pulang kerumah.


" Hari ini terakhir aku memberi kesempatan,dan aku tidak kuat menunggu besok. Aku memblokir semua kartu kredit nya tadi " Cakra langsung menjadi kesal mengingat semua perilaku nya pada Hana.


" Sayang,kasihan dia bagaimana dia makan nanti " Melepas kemeja Cakra.Hana mencium dada suaminya ,Cakra mundur merasa geli dan aneh ,sudah terasa lama Hana tidak melakukan nya gumanya.


" Kau tahu,dia menghabiskan uang ku untuk berondong simpanannya.Sedangka istriku sendiri alergi uang " Mencubit pipi Hana gemas.


" Hahaha memang ada alergi uang?" Hana memeluk Cakra erat, mengelus dada telanjang suaminya.


" Kapan selesai dengan sibulan itu" Bisik Cakra membuat Hana terkejut.


" Cih!" Cakra mencium kening Hana dan masuk kekamar mandi.Hana tergelak berguling diatas tempat tidurnya.


* * *


Marisa bingung dia sudah menenteng belanjaan banyak,dia memboyong semua teman temannya untuk dia traktir shopping.Tapi kartu kredit semua nya tidak bisa dia gunakan.


" Marisa bagaimana ini?" Tanya cemas teman arisannya.


Wajah Marisa sudah pucat,dia bisa menebak siapa yang melakukan ini padanya.


" Maaf teman teman, seperti nya terjadi kerusakan pada kartu ku,bayar masing-masing dulu ya" Tertawa jenaka berharap teman temannya mengerti.

__ADS_1


" Huh membuat lelah saja memilih,bilang saja tidak punya duit!" Telak anggota grup arisannya yang julid.


" Kita kena prank nih,ayo pulang saja" Semua kompak menuduh Marisa ini dan itu,. membuatnya kesal dan memilih pergi.


Dia menunggu ditepi jalan, menunggu kekasihnya.Marisa melambai saat mobil putih mendeka padanya.


Seorang laki-laki tampan dan tinggi dia cium di sisi jalan seperti itu.


" Urat malunya si nenek sudah putus" Tertawa geli semua orang-orang menatap mereka berdua jijik dari kejauhan.Marisa mendengar dan langsung masuk ke dalam mobil.


mobil melaju Marisa terus membuai berondong itu genit menjijikan.


" Tante,ayo kita belanja katanya aku akan dibelikan jam tangan mahal itu " Tawarannya ditagih berondong itu kemarin sebelum pemblokiran terjadi.


Gleg menelan ludahnya susah payah.


" Maaf sayang , hari ini kartu ku rusak tidak bisa belanja?"


Apa nenek ini kere sekarang,aku harus pergi meninggalkan nya . Berondong


" Maaf Tante, turun yu aku mau pipis" Bermanja mengelus pipi Marisa membuat wanita tua itu kewalahan dengan nafsunya.


Marisa keluar duluan, meninggalkan tas nya untuk mengantar berondong nya pipis.


" Ayo sayang turun,hei hei heiiii" Teriak marisa


Marisa mendengar mesin mobil menyala mobil itu meningalkan nya sendirian.


" Sialan,tas ku kau bawa juga!" teriak Marisa.


" Bagaimana ini aku dimana? hiks hiks"

__ADS_1


Marisa menangis menjinjing sepatu tingginya.Hanya berjalan yang


mampu dia lakukan sekarang.


__ADS_2