
Hana tidak pergi bekerja dia malah diam disebuah taman.Kakinya lelah berjalan dari rumah sampai ke jalan Raya.Dia baru sadar rumah itu berada didalam sangat jauh dari jalan raya sesalnya pun bangkit menolak supir tadi.
" kakiku pegal sekali " Menekan nekan betisnya.Dan duduk ditanah merentangkan kakinya.
" Kau mau minum?" Suara terdengar jelas laki laki duduk disebelahnya.Hana menjauh dan meninggalkan laki laki yang menurutnya tidak sopan .
" Hana kau lupa padaku ?" Teriak laki laki itu membuat langkah Hana berhenti.Dia ingin berbalik tapi dia sadar dia tidak akan berbicara dengan laki laki lain selain suaminya mulai sekarang.Cukup hari itu saja Cakra marah padanya karena cemburu.
Hana terus berjalan tanpa dia sadari laki laki itu terus mengikuti langkahnya.
Kau masih sama manisnya seperti dulu manisku! . gumam pelan laki laki itu tanpa disadari Hana mendengar nya.
"kau siapa,kenapa mengikuti ku?" tanya Hana berteriak kesal.Laki kaki itu malah tersenyum.
" Kau benar benar lupa ,padaku?" tanya nya lagi. Mendekat pada Hana gadis itu terus mundur agar bisa menjauh dari laki laki yang sama sekali tidak dia kenal dan membuatnya takut.
* * *
Dirumah.
__ADS_1
Cakra menelepon rumah sakit tapi Hana tidak bekerja hari ini.Membuatnya semakin kesal dan berusaha menelfon Hana tapi ternyata tidak bisa bisa.
" Rey kau meletakan pelacak tidak?"
"Saya baru disini pagi ini tuan.Harusnya Robi yang lebih tahu!" jawabnya jujur.
" Telfon Robi cepat,tanyakan padanya" Berteriak kesal.Rey langsung menjauh menekan ponsel nya.Dia berbicara sebentar dan kembali pada Cakra.
" Maaf tuan Robi tidak memasang apapun!" membungkuk sopan berada jauh karena dia tahu Cakra bisa saja memukulnya.
" Dasar bodoh!" Cakra berteriak.Rey keluar memanggil semua pengawal agar mencari keberadaan Nona muda . Semua bergegas berpencar ke semua titik didekat lingkungan rumah.Sampai ke tempat yang sering Hana kunjungi tapi tidak ada hasilnya ternyata nihil.Membuat Cakra semakin Frustasi.
* * *
" Ibu kakak ipar tidak ada apa kau melihatnya !" Tanya kiran
" Tidak" Marisa menjawab santai dan mengunyah sarapannya.
" Kau kenapa bertanya pada ibu kak?".jawab ketus Karan menimpali.
__ADS_1
Marisa tersenyum melihat Cakra kebingungan.Berbesa dengan Koran yang ikut gelisah melihat Cakra berteriak.
" Gadis itu begitu bodoh,ibu bertanya padanya tadi pagi dia malah menangis!" Mendelik sebal menjawab pertanyaan Kiran untuknya.Kiran hanya diam dan pergi mendekat pada Cakra.
" Kak tenanglah,semoga kakak ipar segera pulang" Menepuk nepuk bahu Cakra yang terduduk tidak bergairah diatas sofa.
Tidak lama kemudian Hana datang .Dari kejauhan sebuah motor gede mengantarnya.Cakra semakin kesal dan melihat wajah laki laki itu tidak asing baginya.Berlari ke arah Hana yang berjalan pelan.
" Kau dari mana saja" menarik tangan Hana membuat gadis itu terbanting beberapa kali.Menyenggos Vas bunga dibeberapa titik dan membuat kegaduhan.
" Sakit, lepaskan aku "! berontak sampai Rey ikut membantu.
" Tuan, Nona muda kesakitan lihat tangannya merah seperti ini!" menunjuk tangan Hana yang masih digenggam kuat tuan mudanya.
" Maafkan aku,aku tidak bermaksud menyakiti mu Hana,aku khawatir kau dari mana saja" mengusap usap wajah Hana dan menciuminya " Ayo masuk, istirahatlah" merangkul Hana dengan erat.
Hana melepaskan tangan suaminya dan berjalan mendahului sampai di tangga dia berpapasan dengan Marisa.Dia diam sejenak saling menatap kesal.Hana kembali berlari saat Cakra sudah bisa meraih tangannya.
Bersambung
__ADS_1