Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Mencari-cari


__ADS_3

Cakra pulang lumayan sore pukul enam dia baru sampai dirumah.


Dia bahkan sangat kesal dengan hari yang menurutnya sangat lama.


" Dimana dia ?" tanya cakra menatap kepala Susi yang jongkok melepas sepatunya.


" Dia di taman tuan " Susi menjawab cepat dan berdiri memegang sepatu Cakra.


" Ini hampir malam " Cakra melirik jam dinding diruangan itu . " Tidak baik jam segini masih diluar ,apa kau tidak membuatnya mengerti? kau sudah bosan bekerja padaku?"


Cakra setengah berteriak


" Tidak tuan,saya berkali-kali mengajak nona masuk tapi Nina tidak mendengar " Susi mundur tiga langkah kebelakang dan melirik lampu kecil dimeja sebelah Cakra duduk.


bisa saja tuan melempar


lampu itu kepadaku.


" Tidak berguna" Ketus Cakra memakai sendal rumahnya dan berlari keluar menuju taman.


* * *


Akhir pekan.


Hana keluar dari kamar nya tanpa menunggu Cakra bangun .


Hana kembali menuju taman dimana dia kemarin bermain disana.


" Susi aku ingin sarapan ditaman kau bisa menyiapkan nya?" Tanya Hana melihat Susi menaiki tangga berpapasan dengannya.


" Kau bisa menunggu,aku segera menyusul nona " membungkuk hormat,dan Hana tersenyum berlalu pergi meninggalkan nya.


Di taman


Hana memperbaiki posisi pot bunga yang dia susun kemarin.


" Apa boleh aku joging? mau ijin tapi dia malah masih tidur" Hana murung dia merasa bosan .


" Silahkan nona" Susi datang bersama pelayan lain membawa sarapan yang diminta Hana.


" Terima kasih" Hana tersenyum kepada semua pelayan.Tertinggal Susi untuk menemaninya.

__ADS_1


" Susi duduk lah bersama ku " Hana memainkan tangannya agar Susi mendekat duduk disebelahnya.


" Tidak nona " Tolak Susi


" Kau menyebalkan sekali " Hana mendelik memakan roti yang belum dioleh apapun itu kasar ke mulutnya.


" Pelan-pelan kalau makan " Cakra datang membawa sesuatu dipangkunya.


Bukannya tadi dia tidur.


" Saya permisi ke belakang nona " Susi membungkuk meninggalkan keduanya ditaman.



Cakra Alaska 29tahun


Aku ga tahu dia cocok apa engga menurut selera kalian ?


tapi jangan di nyinyirin ya hehe.Menurut seleksi yang aku adakan dia paling cocok dengan karakter Cakra .


Cakra datang membawa dogi kesayangan nya.


" Lucu sekali ,kau mencuri nya dari mana ?" Hana ketus mengambil alih dog ke pangkuannya.


" Masih ada banyak kau bisa mengambil yang baru " Hana masih fokus menimang-nimang binatang itu di pangkuannya.


" Permisi nona sudah waktunya caty istirahat" Robi datang membungkuk pada keduanya sebelum dia mulai bicara


"Siapa caty?" Tanya hana menyapu sekeliling tidak ada wanita lain selain dirinya


" Itu yang kau pangkuan nona " Cakra tersenyum tipis mendengar Robi menahan tawanya.


Dia juga ingin tertawa tapi kasihan nanti Hana semakin marah padanya.


" Dia anjing betina aku yang memberi nama itu padanya" Sahut Cakra berbicara diiringi tawa kecil dari bibirnya.


Robi menerima anjing itu dari Hana.Dia pergi tidak mau menganggu kedua majikannya itu makan ditaman berdua.


"Duduklah , aku ingin berbicara dengan mu " Nada suaranya datar dan dingin membuat Hana berpikir apa salahnya.


" Kenapa kau serius sekali?" Hana bertanya sambil duduk dihadapan suaminya

__ADS_1


Cakra menghentikan olesan slai nanas ke roti tawar ditangannya.


" Begini " Menghela nafas panjang dan menghembuskan nya kasar . " Aku sudah mengatur kembali jadwal berobat mu ,bulan depan kita berangkat ".


Hana terlonjak menjatuhkan roti yang Cakra sodorkan padanya.


" Kenapa sangat lama ?" Hana yang memang sudah menunggu lama untuk mengobati masalah di rahimnya.


" Kau lupa ? kita membatalkan janji kepada dokter spesialis kandungan yang sudah profesional,tidak mudah membuat jadwal kembali " Cakra menjelaskan.


Hana menatap tubuh suaminya yang kekar itu hanya menggunakan kaos dalam berwarna putih.


" Jangan menatapku seperti itu ?" Cakra membuyarkan lamunan Hana .


" Kau mau sekarang kita prakter?" Katanya lagi menggoda Hana


" Apa sih ! dasar mesum " Hana berpaling untuk menyembunyikan wajah merahnya.


" Ayo kita ke kamar " godanya lagi semakin membuat Hana malu sendiri.


" Aku sedang marah padamu,dan jangan coba-coba merayuku " Hana setengah berteriak.


" Merayu seperti apa ? " Cakra pindah duduk disebelah Istrinya " Seperti ini ?".


Cup kiss satu kecupan mendarat di bibir mungil itu .


Hana bengong karena kaget dengan serangan Cakra yang tiba-tiba.


" Apa ? kenapa diam? mau lagi ?" Cakra sudah mendekat kembali tapi tangan Hana menahannya.


Hana merasa terganggu dengan Cakra mendekatinya.


"Mandi sana kau bau" Teriak Hana.


" Bau dari mana ? aku sudah mandi ,hanya saja belum memakai baju " Cakra mencium kanan kiri ketiaknya tidak sama sekali menimbulkan bau.


" Aku mual " Hana berlari meninggalkan Cakra .


" Hana kau kenapa ? Astaga dia akan muntah lagi seperti nya " Cakra khawatir bahkan Hana selalu muntah setiap pagi-pagi sudah seminggu ini


Cakra ikut pergi meninggalkan makanan yang belum mereka sentuh dengan benar.

__ADS_1


Cakra lebih khawatir dengan keadaan Istrinya


__ADS_2