
Hana menunggu Cakra pulang .Dia ingin berbicara dan menjelaskan apa yang terjadi.
Bahkan karena kejadian itu . Cakra lupa dengan hari jadi pernikahan nya.Hana yang sudah menghias jas dalam balutan kado warna merah itu sia-sia .
Cakra pasti tidak akan mau menerima darinya .Hana memutuskan menyimpannya di atas lemari.
" Nona tuan muda akan pulang malam ." Robi yang sudah pegal mengawal Hana menyampaikan pesan saat Rey mengabarinya.
.
" Oh ! baiklah " Hana pergi menolak saat Tika ingin mengikuti nya.
Keduanya menatap Hana yang berjalan lesu menaiki tangga.
" Ikut aku" Robi menarik tangan Tika dan menyeretnya ke arah taman.
Tika mengikuti langkah pria yang menyeretnya itu.
" Apa kau tidak bisa lembut sedikit?" Tika menepis tangannya.Pergelangan tangannya merah karena di cengkram Robi.
" Maaf maaf .Aku hanya ingin tahu apa yang membuat nona sedih seperti itu ?" Robi mengajak Tika duduk agar gadis itu menceritakan apa yang terjadi.
" Itu rahasia dalam pekerjaan ku .Kenapa kau kepo sekali ." Tika menjauh saat tubuhnya berdempetan dengan Robi .
" hah apa " Kepo" aku tidak sejulid itu . Aku hanya bertanya suasana hati Nona berubah saat pulang dari kantor " Robi menatap wajah Tika lekat.
" Bukan urusan mu " Tika kembali tidak mau menceritakan apa yang terjadi.Dia pergi untuk mencari Kiran dan Susi.
* *
__ADS_1
Kamar utama
Hana duduk disofa menatap pintu kamar yang belum juga terbuka dengan kedatangan suaminya.
" Ini sudah malam . Kemana dia ?" Hana mundar mandir melirik jam. Jam sembilan Cakra belum juga pulang padahal dia ingin segera meluruskan permasalahan ini.
Jeglek pintu kamar terbuka .Sosok Cakra masuk membuat Hana gembira dan menghampiri suaminya yang baru pulang bekerja itu
" sayang " Hana ingin meraih tangan suaminya,Cakra berjalan menjauh melewati nya begitu saja.
Cakra masuk ke ruang ganti.
" Sayang" Hana mengetuk-ngetuk pintu itu pelan agar Cakra membukanya .
Cakra tidak bersuara Hana duduk dibibir tempat tidur menunggunya.
" Kenapa dia lama sekali?" Hana merasa cemas.Tidak lama Cakra keluar dengan rambut basah dan baju santai .
" Sayang aku ingin bicara !" Hana mengikuti langkah besar Cakra menuju ruang kerjanya itu .
Cakra terus berjalan cepat menjauhi Hana.Dia masuk dan membanting pintu.
" Nona " Rey yang melihat menghentikan langkah Hana yang akan masuk menyusul suaminya
" Saya harap anda membiarkan tuan muda sendiri dulu " Rey membungkuk dengan makanan di tangannya.
" Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu.Kau tahu kan aku tidak bersalah " Hana setengah berteriak ingin masuk tapi Rey berdiri menghalanginya.
" Saya tidak tahu Nona.Kau yang mengalami dan tahu bagaimana kejadian di toko itu " Rey dingin dengan mata yang melotot kepada Hana.
__ADS_1
Hana ketakutan melihat wajah murka Rey tidak seperti biasanya.
" menyeramkan" Hana berbalik dia memilih kembali dan menungu Cakra didalam kamar saja.
* * *
Kamar Tika
Ponsel berdering.
Tika kaget saat melihat siapa yang menelfon nya semalam itu.
" Dia sudah sadar sepertinya!" Tika masih menatap ponsel ditangannya.
" Halo ?" Tika langsung menekan tombol menerima telfon dari Kim
" Bagaimana hari ini? mereka pasti berperang dan pisah ranjang kan!" Kim tertawa sendiri.Tika menggeleng dan mengernyitkan keningnya.
Aku salah karena mendukung mu
" Tidak tuan mereka masih romantis seperti biasa " Tika berbohong ini adalah cara untuk Kim berhenti menganggu nona muda
" Apa!" Berteriak kesal tidak percaya ." Kau bekerja dengan benar apa tidak sih ."
" Astaga aku sudah bekerja sebaik mungkin tuan.Tapi ikatan cinta sejati seperti ini akan sedikit memakan waktu " Tika tersenyum lebar memasukan kembali makanan ke mulutnya.
" Tika kau masih berpihak padaku kan?" Suara Kim mulai terdengar sangar .
" Tentu tuan.Kau memberikan ku uang banyak aku sangat senang bekerjasama dengan mu" Suara Tika dibuat buat seceria mungkin agar Kim tidak mencurigai nya .
__ADS_1
" Baiklah kabari aku terus " Tut panggilan terputus.
" Aku tidak akan membiarkan mu menyakiti keluarga ini pria sialan " Tika berteriak geram melempar ponsel nya ke lantai.