
Hana memeluk erat ayahnya ,dia terisak . Ayahnya memberikan wejangan untuk putri nya.Dia memang lega memiliki menantu seperti Cakra, tapi gadis seperti Fatin lebih banyak dan juga mungkin lebih memalukan dari Fatin,pikirnya tegas.
Hana mendengar kan semua yang dikatakan ayahnya.Setelah memeluk Hana ayahnya memeluk menantunya.
" Jaga anak ku baik baik ,Nak" Usapan lembut di kepala Cakra, membuatnya nyaman.
" Tentu ayah" Cakra melepas pelukannya.Menarik Galuh yang berdiri di samping Fatin,dan memeluknya.
dia sangat waspada,apa dia menyadari gerak gerik Fatin?
kau membuatku malu anak sialan.Ayah Hana
" Kau akan ikut kami?" Tanya Cakra.
" Tidak kak,aku akan pulang dulu ke rumah setelah selesai nanti malam ke kota lagi,besok aku harus bekerja" Senyum penuh kebanggaan diwajah Galuh.
" Kakak,aku pulang nanti ya mau ikut Galuh saja" Karan merengek.Galuh terkejut apalagi Hana.
" Baiklah,Galuh jaga Karan" Perintah Cakra di sambut anggukan Galuh.
kenapa kau mengijinkannya si.Hana
Setelah ritual pamit berpamitan Cakra merangkul Hana masuk ke dalam mobil.Lina dan Rey didepan.Tugas Kiran mengatur semuanya dan Robi disana.
Hana mengeluarkan kepalanya dan berteriak Dadah ayah ibu,kepada orang tuanya
jaga Hana ku tuhan,lindungi juga suaminya
agar dijauhkan dari gadis genit seperti putri ku ini,Ibu Hana kecewa dengan tingkah Fatin yang selalu mencari kesempatan.
__ADS_1
Di dalam kendaraan.
Hana duduk menatap keluar kaca,dia memejamkan matanya dan menyeka air matanya yang akan jatuh.Jika suaminya melihat banyak pertanyaan yang harus dia jawab nanti.
Ponsel berdering.Hana membuka ponselnya.
( Hana sayang,dada mu semakin besar kau kenapa? apa kau meminum sesuatu?") Pesan masuk dari suaminya sendiri yang duduk disampingnya.
Gila ya,apa pentingnya bertanya seperti ini!
tidak sadar diri kau yang setiap
malam mencengkramnya.Hana
( Tidak sayang,tidak apa apa )pesan balasan terkirim .
Ponsel Cakra berdering.
Pesan terkirim ponsel Hana berdering.
" Kau tidak waras " Hana berteriak memaki ponselnya sendiri.Rey dan Lina kaget.
Cakra diam memalingkan wajahnya.
" Nona kau tidak apa-apa?"Lina menoleh.
" Tidak Lina,aku hanya kaget mendapat pesan aneh dari penggemar ku" Ketus Hana menyimpan ponselnya dan melirik Cakra.
Hana diam menyilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Ponsel kembali berdering Hana membukanya.
( Hana sayang,kau semakin seksi aku tidak jadi memanggil dokter,
aku saja yang akan memeriksa mu)
Hana mengernyitkan dahi dan melirik Cakra masih menatap kaca disebelahnya.
Benar benar tidak waras.Hana
( Sayang,diamlah dan duduk tenang) pesan balasan terkirim.
ponsel Cakra berdering.
( Hana sayang, kita mampir dulu ke hotel bagaimana?) Terkirim.
" Tidak" Hana berteriak lagi,Cakra tergelak.Lina dan Rey saling menatap.
Apa nona dan tuan sedang berkirim pesan?. ponsel mereka berdering bergantian.Rey
Astaga,jangan seperti ini Nona aku iri.Lina
Mereka diam, Hana mematikan ponselnya lelah.Cakra memeluknya erat.
Dia marah hahhha.Cakra
" Sayang ,aku ingin pulang" Hana memberikan intonasi peringatan Cakra hanya tersenyum.Menekan tungkaknya dan mencium bibir Hana.
Lila ingin menoleh.Tangannya di cengkram Rey kuat, Rey menahan agar gadis bodoh disampingnya tidak menoleh ke belakang.Lina terkejut melihat tangannya berpegangan dengan tangan Rey.
__ADS_1
Apa ini si,Rey sialan mencari kesempatan saja.Lina