
Hana menatap kedua penjaga toko itu dengan lekat.Bagaimana suaminya begitu terkenal tapi saat mereka mendengar nama Cakra, mereka selalu ketakutan.
" Ini Nona, kosmetik aman dan akan membuat Nona semakin cantik ,jangan hukum kami" Satu penjaga toko itu memberanikan diri agar isteri penguasa itu segera pergi.
" Tidak ,aku tidak akan menghukum kalian " Hana turun dari kursi , memberikan kartunya pada Lina.
Ketiga wanita tersebut keluar ,Hana melihat tukang es kelapa.Lina menghadang.
" Lina,aku haus ingin minum" Hana merengek berusaha mendorong tubuh besar Lina.
" Ada air mineral di mobil silahkan tuan" belum menyelesaikan kalimatnya, Hana menurut ,karena wajah Lina sudah memelas ketakutan .
Gedung Alaska.
Cakra dan Rey berusaha membuka pintu mobil dan mencari Hana.Cakra sudah berjanji pada dirinya sendiri , jika Hana ketemu dia akan menghukum kembali istrinya tersebut.
" Tuan,saya mendapat panggilan tidak terjawab dari Nona" Penjelasan Rey membuat Cakra juga mengeluarkan ponsel dari sakunya.
" Sama " frustasi ketakutannya akan satria,muncul lagi dan terbayang hal buruk terjadi pada istrinya.
Dia bahkan baru sembuh,jika Hana terluka. lagi aku pastikan,
kau membusuk dipenjara.Cakra
* * *
Dalam kendaraan.
__ADS_1
Hana duduk di belakang ,Tuti dan Lina didepan.
ponsel berdering, Hana belum melihat ponsel sudah cemas nada dering khusus panggilan suaminya bergema.
" Hallo" Hana berusaha tenang walaupun bibirnya gemetar.
" Kau dimana " Teriak Cakra diseberang entah dimana.
Hana menjauhkan ponselnya.
" Aku dijalan sayang" Hana berusaha lembut.
Tuti berbalik menatap Hana yang sedang menelfon.
" Kau dimana,aku bertanya" Teriak lagi lebih mengerikan.
" Sayang aku dijalan bla bla bla" Hana menyebutkan jalan yang dia lewati, mengikuti yang disebutkan Lina.
" Pulang sekarang.Atau aku akan menyusul mu dan mengurungmu selamanya" Teriak Cakra membuat Hana semakin ketakutan.
belum dia menjelaskan panggilan sudah diputus sepihak oleh suaminya.
"Aduh bagaimana ini, dia benar benar marah." Hana menggerutu pelan.
" Tuti apa kau bisa pulang dari sini,kami harus segera pulang" Lina mengusir secara halus.Tuti mengangguk membawa semua belanjaannya.
" Hana terimakasih, sampai jumpa" Tuti melambai dan dibalas Hana.Mobil melaju kencang,Lina juga memikirkan nyawanya sendiri.
__ADS_1
"Lina,ayo kita kabur saja " Hana berucap asal.
" Silahkan,anda sendiri saja Nona saya hanya punya satu nyawa" Jawaban Lina terbata bata.
Dia juga ketakutan,siapa yang akan melindungi ku.Hana
Mobil sampai digerbang utama, Hana ingin kabur saja melihat Rey sudah ada didepan Cakra sampai lebih cepat darinya.Hana turun dari mobil berlari kecil menghampiri Rey.
"Dimana dia" Tanya Hana menatap Rey yang membungkuk" Aku bertanya padamu,jawab".
" Tuan ada dikamar,sebaiknya anda jangan membuang waktu" Menatap jam ditangannya " Anda pulang dan kabur seenaknya , silahkan temui tuan muda".
Kecemasan Hana semakin menyeruak,dia juga kesal dengan Jawaban panjang sekertaris dingin dihadapanya.
Hana berlari menaiki tangga.
Lain turun membawa semua belanjaannya ke dalam rumah,dia meletakan diatas meja.Rey langsung menariknya ke rumah belakang.
" kau gila membawa Nona jauh seperti tadi" teriak Rey pada Lina.
" Nona yang meminta " Jawaban singkat yang dikeluarkan Lina,membuat satu tamparan keras jatuh dipipi nya.Dia ingin mengusap bibirnya yang berdarah tapi tidak mungkin.
" Jika Nona meminta mu kabur dari tuan, kau juga akan menuruti nya " Rey berteriak membuat semua pelayan yang melihat kejadian itu,kabur berpencar.
Rey meninggalkan Lina,gadis itu terduduk mengusap pipinya.Itu adalah konsekuensi yang harus dia dapat atas pelanggaran yang dia lakukan.
Susi menatap dari kejauhan tidak biza membantunya.Itu adalah cara penertiban para pekerja disana.Lina sudah sekian kalinya mendapatkan tamparan dari Rey dan Robi.Begitu juga Susi jika dia main-main Rey yang akan membuatnya tertib dalam bekerja, walaupun mereka bersaudara.
__ADS_1