Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Bekerja


__ADS_3

" Mana tas dan perlengkapan ku ?" membuka telapak tangannya dihadapan Robi.Laki laki itu mengangguk dan salin pandang pada Sisi disebelahnya.


" Katakan cepat aku sudah terlambat!" Sedikit berteriak dan melotot.Membuat Robi tidak kuasa menahan senyum di bibirnya.


Nona sangat menggemaskan pantas tuan muda begitu menggilai anda.


" Maaf Nona hari ini anda libur kerja " Menyerahkan tas kecil ditangannya. " Hari ini ada peresmian tempat wisata milik tuan muda,anda harus ikut"


" Siapa kau berani sekali mengatur ku ,aku harus bekerja " . mengepalkan kedua tangannya membuat Robi tergelak " Kenapa kau meledeku apa aku lucu ".


Anda memang lucu Noda .Susi


" Maaf ini perintah tuan muda Nona.Mari ikut saya" .Susi berjalan tapi berbalik karena Nona nya tidak mengikuti ." Ayo Nona" Tersenyum ramah agar Nona mengikutinya tapi nihil.


" Rasakan ini ,kau berani mengatur ku " .Berlaga kedua tangan dipinggangnya." Rasakan ini " .Menginjak sepatu Robi sekuat tenaga tapi itu tidak berpengaruh badan tinggi Robi setara dengan Cakra membuatnya tidak merasakan apapun.


Hana pergi berlalu mengejar Susi.Yang sudah masuk dalam ruangan.Entah ruangan apa itu dia sendiri tidak tahu .

__ADS_1


Dari kejauhan Robi membungkuk hormat dan tersenyum tipis.


* * *


Rumah sakit Xx


" Tidak heran Hana bisa cuti kapanpun secara Rumah sakit ini milik suaminya" Tuti.seruput kopi susu dihadapanya.Ricko mengiyakan dan mengaduk aduk bubur dihadapanya.Dia masih belum rela membiarkan wanita yang diincarnya lepas begitu saja.


" Aku telfon saja dia ,sebentar". Ricko mengeluarkan ponsel tapi ditepis Tuti dan membuat ponsel ambruk dilantai.


"Mungkin anda lupa dokter,jika tuan muda itu yang memegang ponsel Hana bagaimana?". Ricko memasukan kembali ponselnya.


" Ayo masuk dokter ini sudah waktunya kita bekerja " . Tuti bangkit dan berllau meninggakan ricko sendirian.


Apa aku benar tidak ada harapan padamu Hana.Melihat wajah suami mu waktu itu saja masih membuat ku gemetar.Seumur hidup aku baru melihat Cakra penguasa pertama kali.Dan dia suamimu.


" hufff aku tidak akan membuat kesalahan yang akan membuat karir ku hancur.Menyeramkan".berlalu menggandeng jas putih dan tas nya masuk ke ruangan pribadi.

__ADS_1


* * *


Diruangan Khusus.


Cakra sudah bersiap dengan jasnya memainkan ponsel Hana mengibaskan rambut tebalnya membuat semua pelayan wanita ingin melihat tampan rupawan nya tuan muda mereka.Tapi mereka tahu jika mereka lancang hari itu juga akan langsung ditendang keluar dan tidak akan hidup bebas diluar sana.Sedangkan istirnya sedang di rias oleh make up khusus keluarga Cakra.Perias profesional .


" Nona jangan tebal seperti ini ,mataku perih" Hana mengusap make up dengan tangannya.


" Kau sudah cantik . Turuti apa mau nya istriku jangan membuatnya terluka" Berteriak sampai membuat perias tersebut menjatuhkan brush ditangannya.


Ini bukan luka ,aku hanya sedikit risih kenapa marah seperti itu.Lihat nona ini sampai pucat pasi.


" Tidak apa apa,aku baik baik saja hanya tidak nyaman dengan foundation dan eyeliner ini " Berusaha menjelaskan karena melihat Cakra dari pantulan cermin melotot pada perias tersebut.Hana menarik tangan wanita itu dengan lembut agar dia kembali meriasnya.


" Baik tuan maafkan saya !" membungkuk berusaha tegar walaupun tangannya bergetar hebat.


Suasana hening tercipta tukang rias tersebut melanjutkan pekerjaannya.Sampai Cakra mendekat dari jarak lebih dekat melihat Hana.Hana merasa merinding dengan tatapan Cakra yang begitu tajam melihat perias itu lagi.

__ADS_1


" Kenapa bahu dan punggung istriku terbuka seperti itu.Kau tidak becus sekali bekerja apa kau sudah bosan dengan karir mu.Dan ingin mencoba hidup susah?" Berjalan menarik Hana agar berdiri.Membuat Hana berputar pelan dengan gaun crem nya.


kenapa lagi ,kenapa dia selalu marahh didepan semua orang?


__ADS_2