
Cakra duduk dengan laptopnya.Kaki panjangnya membentang.Cakra menunggu Hana bangun.Menurut laporan Lina, istrinya sudah makan dan minum obat.
Cakra lega merasa tenang, Cakra bangkit melihat Hana memiringkan tubuhnya.
" Dia masih pucat" bisik nya pelan manatap Hana.
Cakra mendekat,merasakan nafas membuai wajahnya.
aku ingin menciumnya
Cakra semakin dekat, bibir nya dan bibir Hana sudah dekat.Cakra menutup matanya
Cup cup kiss dua kecupan dibibirnya.Cakra kaget malah Hana yang menciumnya.
" Haha jadi seperti ini caramu mencium ku,kalau aku sedang tidur" Hana tertawa Cakra menjepit bibir Hana dengan jarinya dan mencium nya paksa .Hana berontak itu ciuman mematikan Cakra ,Hana sering marah saat Cakra melakukannya.
" Aww sakit" Hana menyentuh bibirnya yang terasa panas.cakra tergelak ikut naik berbaring memeluk Hana.
" jangan marah marah padaku" kecupan lembut dibibir Hana lumatan kecil dia lakukan,meredam rasa sakit istrinya.
"Kau yang membuatku kesal, jelas aku marah padamu,apa aku harus marah pada Reynan" Cakra tergelak.
__ADS_1
Tuk tuk ketukan pintu terdengar.Perawat mengantisipasi pemandangan yang bikin iri, mereka sepakat ketuk pintu sebelum masuk.
" Masuk" Teriak Cakra yang duduk disofa pura-pura tidak ada yang terjadi.
perawat masuk bersama dokter.Hana diperiksa secara detail ,Cakra memperhatikan bagaimana dokter bekerja mengurus istrinya.
" Dokter,kapan pulang" Tanya Hana menahan tangan dokter yang memeriksanya .
" Seperti nya hari ini , Nona sudah bisa tidur di ranjang sendiri!" Tertawa jenaka membuat Hana tersenyum.
" Aku sudah tidak betah" Celetuk Hana.
" Pasti Nona, tidak ada yang akan betah dirumah sakit" Dokter membuka baju Hana, melihat ruam di tubuh gadis itu jelas terlihat.
Setelah semua selesai dan infus di cabut, dokter keluar dari ruangan.Hana sudah bisa pulang.
Hana gelisah dengan ruam diseluruh kulitnya.
." Jangan khawatir , ayo pulang" Cakra menggandeng Hana keluar,semua orang sudah menunggu.
" Selamat siang kakak ipar" Bagas menyapa Hana Ingin berjabat tangan,tangan nya di tinju Cakra keras.
__ADS_1
" Kau baik baik saja kakak" Galuh senang melihat Hana sudah bisa pulang.
Rombongan pelayan, bodyguard,teman dan saudara itu menghambur keluar untuk pulang beraktifitas seperti biasa.
" Ayah pamit,jaga Hana" Haryadi memeluk Cakra dan pulang secepatnya,dia tidak pulang semalam membuat istrinya khawatir.
* * *
Fatin berantem dengan ayahnya.
Ayah meminta Fatin membuat kopi untuknya.Seorang ayah akan senang di perhatikan oleh anak gadisnya kan, Fatin yang sedang membuat video untuk konten uuuutobe nya ngamuk.Merasa terganggu.
Hari ini memang dia kabur dulu ke kampung,karena mendengar kabar dari agne Marisa di cari cari polisi.
" Fatin cepat, Ayah pengen kopi hitam gulanya setengah sendok" Teriak ayah dari luar kamar.
" Ayah tunggu ibu pulang saja ya,Fatin ga bisa" Teriak dari kamar.
" Fatin,cepat kamu ini kerjaannya main ponsel saja, kuliah yang bener biar kaya abang dan Hana.Kamu kerjaan tidak bermanfaat seperti itu,ngeprenk tukang beja
nyakitin hati orang buat tenar di internet bla bla bla..." Ayah terus mengoceh tidak karuan.Membuat Fatin yang sedang maen ttok tidak fokus.
__ADS_1
" Ayah iya iya Fatin bikinin.diam dulu, berisik" Fatin menutup kepalanya dengan bantal.
Ini yang baru pulang melerai, membungkam bibir Fatin yang memang sering membangkang.