
hana Montana 23 tahun isteri dari Cakra Alaska
Tidak lama seorang pria yang masih ABG datang saling berbisik satu sama lain.
" Ada apa kalian mencariku?" ABG itu sedikit arogan sampai Cakra kesal dibuatnya.
" Kami tidak mencari mu, aku hanya ingin membeli buah mangga milikmu " Hana menunjuk pohon mangga diatas kepalanya
" Oh , nanti saja jika ayah dan ibuku sudah pulang" pria itu kembali berbalik.
Cakra mendesah dan melirik Rey agar bertindak, saat melihat istrinya sedih.
" Kau bisa bicara dengan baik kan ?" Rey sudah mencengkram erat baju pria itu kasar ,bahkan Rey memaksa masuk ke dalam gerbang yang tertutup itu.
" Aku bilang nanti jika orang tuaku ada " Teriaknya dihadapan wajah Rey yang mencengkramnya.
" Kau mungkin tidak tahu siapa kami,tapi kau tahu dengan tuan muda Cakra Alaska ?" tanya Rey anak itu terkejut
" Tentu aku tahu" Jawabnya sambil menyeringai " Siapa juga yang tidak mengenal namanya di negeri ini ,kau ada-ada saja"
Cakra yang mendengar tersenyum tipis memperhatikan.
__ADS_1
" Kau lihat pria itu ?" Tunjuk Rey pada Cakra demgan ekor matanya.
" Iya aku melihatnya,dia sangat tampan sekaligus menyeramkan " Kata terakhir dia buat dengan suara kecil agar Cakra tidak mendengarnya .
" Kau akan bagaimana jika dia yang berdiri menatap mu adalah tuan muda ,dan aku yang disini adalah Reynan " Senyum menyunggingkan bibirnya membuat anak remaja itu berpikir dan gemetar.
Hana melirik suaminya yang terkekeh melihat anak itu ketakutan melihat nya.
Senang sekali dia melihat orang takut padanya,dasar suamiku.
* * *
Masalah selesai.
" terimakasih kau memberiku buah yang sangat banyak " Hana tersenyum menunjuk karung yang berisi mangga muda.
Reynan masih berbincang dengan anak itu diluar mobil
Hana sengaja membuka kaca mobilnya sedikit .
" Kau mau apa ?" Tanya Rey pada nya
" Aku tidak mau apa-apa tuan,aku bersyukur sudah bisa berfoto dengan tuan muda dan istrinya" Menangakt ponselnya diudara
__ADS_1
" Tapi tuan ku ingin memberi mu hadiah,jika kau tidak menerimanya bisa saja dia memberi pelajaran padamu " Rey kembali membuat anak itu takut dengan nada bicara dan wajah Rey dihadapannya.
" Berikan apapun padaku sesuai yang diharapkan taun muda " Anak itu langsung menyahut cepat karena takut nyawanya terancam.
Hana melirik Cakra yang sedang menyender karena merasa lelah
" Kau lelah ya? bekerja sekaligus menjaga ku ?" Hana merasa iba.
" Tidak ,aku senang bisa menjagamu saat kau kau memintanya " Cakra menatap Hana dan mengusap kepala istrinya lembut . " Asal jangan pernah membuatku cemburu itu saja " .
kata-kata nya membuat senyum Hana lenyap seketika.
" Kau yang berlebihan ,aku hanya berterimakasih pada anak itu" Hana tahu saat Cakra mendorong nya masuk ke dalam mobil benar suaminya cemburu Hana diam dan cemberut .
" Sama aja itu membuat ku tidak suka !" sahut Cakra membuat Hana semakin jengkel karena tingkahnya.
" Aku lebih kesal saat kau tidak mau mengambil buah untukku " Hana mengungkit saat Cakra menolak untuk memanjat pohon mangga untuknya.
" Ada Rey dan juga pengawal kenapa aku harus sudah payah, lagipula kenapa kau aneh-aneh ingin suamimu memanjat seperti kera "
Cakra mengernyit saat Hana malah mendekat dan membuat tangannya merangkul Hana bukan atas keinginan nya.
Dia seharusnya marah kan?
__ADS_1
kenapa malah seperti ini.? ah biarlah mungkin saja malam ini dia akan kembali membiarkanku menyentuhnya.
Senyum tipis menghiasi bibir Cakra.