
Setelah pesta selesai ,semua kembali di rapihkan dan dibersihkan oleh pelayan dan pengawal.
Karan mengantar Galuh dan Fatin sampai ke luar gerbang.
" Bagiamana kata kakak ipar ?" Tanya Karan penasaran dia yakin pasti Hana mendukung.
" Kita salah besar kalau kakak akan mendukung kita , sebaliknya dia malah sedikit marah tadi kepadaku. Malah menyuruh kita berbicara dengan Abang Cakra " Lirih Galuh merasa kecewa.
Apalagi Karan yang langsung menekuk wajahnya.
" Lalu ? bagaimana sekarang ? " Tanya karan lagi.
" Nanti aku akan berbicara berdua bersama Abang ,kau tenang saja " pukk.. tepukan dibahu Karan.
Gadis itu kembali untuk beristirahat , melambai terus menerus kepada Galuh begitu juga sebaliknya.
Fatin yang merasa jadi lalat mengerucut kan bibirnya kesal
" Kalau orang lagi kasmaran,dunia terasa milik berdua " cibir Fatin membuat Galuh berhenti tersenyum dan melambai pada Karan.
" Sirik ya ? mentang² jomblo " Ledek Galuh membuat adiknya kesal .
" Belagu !" Ketus Fatin memukul kepada abangnya dan kabur ke arah parkiran.
*****
kamar utama.
Cakra dan Hana berdua saling memeluk hangat satu sama lain diatas tempat tidur mereka.
__ADS_1
Cakra yang memilih menenggelamkan wajahnya didada Hana yang terbuka.
Hana hanya mampu menggeleng kepala melihat tingkah laku suaminya.
" Sayang ? aku tidak melihat ayah sejak Kalian pergi berdua tadi ?" Pertanyaan Hana membuat Cakra menghentikan bibirnya yang sedang bergerilya nakal.
Dia mendongak menatap wajah penasaran istinya
"Ayah mendapatkan telfon dari temannya, dia pulang duluan tadi " Yakin dengan kata-kata bohong nya agar Hana tidak curiga.
Pasti Hana menerka-nerka hal jelek kepadanya sedari tadi, Cakra sudah bisa menebak.
" Oh " Singkat Hana
Malam yang panjang kembali terulang.
Walaupun Cakra melakukan nya dengan hati-hati sekarang.
****
dapur.
Candra tidak langsung ke kamar nya untuk istirahat,dia memilih melakukan sesuatu didapur malam-malam seperti ini.
Susi yang melihat Candra tengah sibuk penasaran,sedang apa anak itu ?.
Celemek sudah terpasang ditubuh kekar Candra, mengaduk-aduk adonan yang tercium sangat wangi menggoda.
" Mau buat apa ? " Tanya Susi yang membuat Candra terlonjak kaget
__ADS_1
" Astaga kau membuat ku kaget " Ketus Candra kembali dengan aktivitas nya.
Susi memperhatikan dengan seksama. Ternyata Candra sedang ingin membuat cake red Velvet sekarang.
" Aku tidak percaya " Kata Susi membuat Candra menoleh padanya.
" Apa " tanyanya sambil kembali mengaduk adonan
" Bocah yang dulu sering menangis menjelma menjadi seorang pria tampan dan bisa melakukan banyak hal "
" Aku sangat spesial " Bicara dengan di iringi senyum lebar dari bibirnya karena pujian Susi.
" Dasar kepedean " ejek Susi tapi Candra tidak peduli.
" Sampai kapan kau akan berhenti menjadi seorang pelayan ?" Bertanya hal yang membuat Susi terusik
" Hidup ku aku gantungkan kepada keluarga tuan muda can. Tidak mudah untuk berhenti semauku dan meninggalkan tanggung jawab sangat menumpuk ini " Kedua tangannya membentang memperlihatkan banyaknya tanggung jawab yang dia emban selama ini
Candra tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
" Kau bisa membantu ku ? " Tanya candra
" Apa saja " Susi mendekat .
Candra meminta Susi untuk membantunya membuat kue cake spesial untuk Hana dan abangnya.
Susi menurut apa yang diperintahkan Candra dia lakukan.
" Kau sudah cukup dewasa ,kapan mau menikah ?" Tanya Susi membuat Candra mendesah kasar.
__ADS_1
" Hufffft" Membuang nafas kasar ke udara. " Aku mencari sosok istri yang seperti kakak ipar" Senyum dibibir nya muncul.
Susi tersentak menatap lekat wajah bahagia Candra saat menyebut kan soal Hana.