
Meja makan sudah komplit semua keluarga makan bersama.Hana melayani suaminya membuat Kiran dan Karan melihat lekat wajah kakak nya.
" Terimakasih " Tersenyum dan menikmati suapan pertama dari tangan Hana.Marisa melongo bagaimana anak dingin ini bisa santai pikirannya bergejolak.
" Kakak ipar tolong ambilkan aku lauk dong yang itu" Hana berdiri tapi bahunya ditekan oleh Cakra.
" Siapa kau berani menyuruh istriku? melemparkan lauk pada Karan dengan kasar .
" kakak kau kenapa marah,bukannya benar kata ibu dia kau nikahi untuk menjadi pelayan special" telak Karan menunjuk ibu.Hana menunduk merasa benar memang dia hanya pantas menjadi seorang pelayan dirumah ini.
Cakra mendesah kesal memasang ancang ancang yang di sadari oleh Marisa.
Karan kenapa menuduh ibu si.lihat sekarang!
" Maafkan kata kata karam Nak.Dia memang masih anak anak " lerainya pelan memecah suasana hening dimeja makan.
" Hana , masuklah ke kamar aku akan menyusul" Kecupan mesra di kening Hana membuat semua menatap mereka.Susi mengantar Nona muda nya kekamar .Hana menoleh ingin melihat tapi Susi menghadang nya.Menutup pintu rapat dan menjaga didepan pintu.
Cakra mendesah kesal dan Rey tahu maksud dari desahan tuan mudanya.
__ADS_1
" Baik tuan ,saya akan menggantung dia dipohon belakang rumah" Melirik Karan.Gadis itu spontan menjatuhkan sendok dari tangannya.
" Kenapa kau repot repot Rey.Aku sudah meracuni makanannya" Karan semakin tercekik pucat pasi.Menyadari semua kata kata ibunya adalah ranjau yang bisa membuatnya mati kapan saja.
" Maafkan Karan Nak" Usap lembut akting Marisa ditangan Cakra.
" Kau selalu menganggap nya anak kecil sampai kapan!" Mengebrak meja membuat Marisa berdiri" Dia sudah dewasa sadarlah,didik dengan benar.Lihat Kiran dia sudah bisa meraih cita cita nya tapi kalian? selalu membuat ku pusing".
" Baiklah aku juga akan bekerja sebagai pelayan agar kau tidak sia sisa memberi makan kami" Marisa tahu akan luluh setiap kali dia melakukan nya.Cakra diam malah Rey yang mendengus sebal.
" Berikan tugas pelayan padanya mulai besok"
" Baik tuan" Jawab Rey dengan gembira.
" Kakak racun nya menyebar apa belum?" Rengek Karan polos membuat Rey dan Cakra tergelak.Cakra menjentikan jarinya agar Karan mendekat.
" Kau anak baik.Racunku tidak mempan tapi mulai sekarang belajar menghormati semua orang apalagi Hana Istriku" Karan mengangguk mengerti.
Cakra berdiri berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
* * *
Kiran dan Karan dikamar.Mereka berdua berbaring dan memainkan ponsel masing masing.
" Kakak " Teriak karan.
" Apa?"jawab singkat Kiran.
" Apa benar kakak jatuh cinta pada wanita tersebut,siapa namanya tadi?"
" Hana "
" Namanya kampungan sekali"
" Aku akan mengirim pesan pada Rey" ancam Kiran.
" Kakak aku bercanda, apa benar dia gadis baik?"
Kiran menjawab panjang lebar menyimak pertemuan dan obrolan mereka saat dikantor.Karanh manggut-manggut menyimak apa yang diceritakan kakak nya.Marisa tiba tiba masuk membuat kaget kedua gadis tersebut.
__ADS_1
" Kalian sedang apa,ibu mau bermain" bermain dalam artian menyusun rencana untuk membalas seseorang yang menyakiti nya .Kedua gadis itu saling menatap satu sama lain dan membuang wajah dari ibunya.
" Kalian kenapa,kemarilah" Menarik tangan kedua putrinya tapi tidak berhasil.kiran dan Karan memilih diam tidak mengubris apa yang dikatakan ibunya.Mereka tanpa sadar terlelap, Marisa terus mengoceh kemana mana