
Setelah menjelaskan apa pun yang terjadi ditaman Cakra lega dan membiarkan Hana turun dari pangkuan nya.
" Aku masih penasaran kenapa tangan mu berdarah " Tanya Hana mengenggam tangan bengkak itu dan dia tiup pelan.
Cakra tersenyum
" Aku tidak selemah itu, sampai kau harus meniup nya berkali-kali" Cakra kembali menarik Hana agar duduk dipangkuanya.
Baru juga turun.
" Aku akan turun dulu ya sayang ,kita obati tangan mu sekarang juga " Hana berusaha melepaskan tangan Cakra dari pinggang nya tapi tidak berhasil.
" Panggil saja mereka untuk mengantarnya kemari,aku melihat mu ngos-ngosan ditangga saat naik kemari untuk menemui ku.Jangan turun dan akan membuat mu lelah " Cakra menekan tombol merah di sebelahnya ,dan berucap " Bawa kotak P3k ke lantai tiga , buah-buahan juga untuk istriku sekarang"
Hana mengenyit kenapa juga harus sambil teriak
" Entahlah aku sering mudah lelah sekarang"
" Kalau begitu batalkan keinginan mu dengan khursus memasak itu " Cakra cengengesan menatap wajah panik Hana.
" Jangan seperti itu, kita sudah membahasnya kan " Hana mengeluarkan secarik kertas dari tas kecilnya " Lihatlah"
" Pendaftaran?" menatap Hana lekat ternyata istrinya serius
" Iya , dan karena aku sudah menikah butuh tanda tangan mu juga nanti "
" Iya iya asalkan kau tahu saja harus bagaimana" Tersenyum mesum membuat Hana memukulnya keras
" Berani memukulku ! aku ralat untuk mengijinkan mu khursus memasak sekarang " Ancaman diselingi tawa dari bibirnya yang tidak bisa dia tahan.
__ADS_1
" Jangan aku mohon" Rengek Hana " Dikit-dikit ngancem, dikit-dikit minta imbalan dasar "
Hana mencubit hidung hidung Cakra lembut membuat suaminya tergelak seketika.
Tidak lama kemudian Susi dan pelayan lain datang membawa semua apa yang diminta tuannya...
" Silahkan nona dan tuan kami permisi " Membungkuk dan mundur setelah itu mereka pergi meninggalkan Hana kembali.
Hana membuka kotak p3k dan meraih tangan suaminya hangat ." Kenapa lukanya dalam sekali ?" Hana memperhatikan dengan seksama .Sekejap mata dia beralih memperhatikan Cakra dihadapan nya.
Apa dia menghajar orang ?
Lagi? tapi dia sudah janji kan .
" Kau sedang berfikir aku melanggar janji ku pada mu ?" Cakra mendekat memeluk istrinya yang terlihat ketakutan.
" Tidak ! aku tidak berfikir seperti itu"
" Kenapa kau melakukannya? kau lakukan ini pada siapa ?" Hana penasaran dan membulatkan kedua matanya.
" Aku menghajar cinta masa lalu mu dengan tanganku sendiri , bagaimana aku keren kan ?" Cakra menaikan satu alisnya memandangi Hana tanpa ekspresi.
Kau ingin aku memujimu?
memuji dengan kelakuan ku seperti ini . Hana terdiam menunduk kenapa juga Cakra menyebut cinta masa lalunya,jelas jelas dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Kim.
" Aku dengar kau juga membuat kehidupannya hancur ,dan sekarang kau menyiksanya. " Hana membersihkan tangan Cakra dengan kapas yang dituangi alkohol,Cakra tidak suka dengan kata-kata istrinya dan melepas tangannya dari genggaman Hana .
" Dengar " Hana kembali meraih tangan suaminya walaupun Cakra sedang murka Sekarang " Aku tidak memiliki cinta masa lalu,berhenti menuduhku "
__ADS_1
Hana mendelik
" Kau memang sangat mencintainya lihat wajahmu yang sedang membela manusia laknat itu " Cakra benar-benar marah dia bahkan berdiri meninggalkan istrinya di atas sofa.
" Aku bukan membelanya ,bukan semata-mata aku takut atau apapun jika kau melakukan ini. Aku takut kau terluka seperti ini " Hana terisak memeluk suaminya dari belakang.
Cakra langsung berbalik karena istrinya menangis karena diriny. " Jangan menangis ,kau benar-benar menggila ku ya "
Cih.
Hana mendesah memukul-mukul dada suaminya manja
* *
Menerka-nerka.
Susi sedang membersihkan darah di wajah Rey . Darah kering dari Kim .
" Apa terjadi masalah di kantor?" tanya susi
" Kau kira noda di wajah ku ini pewarna makanan? jelas-jelas ini darah " Ketus Rey
" Aku hanya bertanya sialan! jawab dengan benar " Susi memukul kepalan Rey kasar
" Tuan muda sudah lama tidak bermain,jadi hari ini dia menyalurkan nya sekalian " Rey menyeringai senang.
Susi mengernyit ada apa dengan kata sekalian itu.
" Apa tuan membunuh seseorang ?" Susi merasa takut sendiri
__ADS_1
" Lebih dari itu.Dan jika kita melakukan kesalahan kita semua akan mengalami hal yang sama " Kata Rey dengan nada mengancam nya
Atika yang tadi cuek bermain ponsel langsung terusik dan menggetar ketakutan