Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Perdebatan Cakra dengan Cindy?


__ADS_3

Cakra masuk ke dalam supermarket dia menolak saat Rey akan mensterilkan supermarket besar itu


" Aku ingin membuat nya terkejut,jika dia sadar semua orang pergi dia akan bisa menebak siapa berbuat" Ketus Cakra menatap Rey .Rey membungkuk mengiyakan


Cakra bingung harus seperti apa saat menemui gadisnya.


Dia berani berbohong


mengatasnamakan ijinku .


Cakra sedikit kesal dengan tingkah Hana yang pergi tanpa ijin .


Cakra sudah mulai bisa mengendurkan tali pengikatnya kepada Hana.


Itu dilakukan karena saking takutnya dia kehilangan Hana jadi Cakra mencintai Hana dengan cara luar biasa lebih jelasnya posesif . Cakra sudah susah payah mencintainya dari dulu,dan tidak mau Hana terlepas saat sudah menjadi miliknya sekarang..


Dia milikku dan hanya aku yang berhak mengatur nya slogan inilah yang Cakra genggam untuk mengikat Hana didalam rumah


Dengan tidak membiarkan Hana keluar tanpa ijin,atau berinteraksi dengan pria lain termasuk adik Hana Galuh dan ayahnya


Tapi Cakra lupa Istrinya itu manusia . Manusia yang ingin bebas untuk keluar rumah kemanapun.Hana ingin seperti yang lain keluar pergi menikmati indahnya dunia.


" Jangan terus mengekangku " Teriak Hana kepada Cakra


" Aku melindungi mu sayang ,tidak mengekangmu " Peluk cium Cakra kepada istrinya disaat pertengkaran terjadi


Saat mereka menginap dirumah orang tua Hana saat itu.


" Aku ingin bebas tuan ! aku ingin bebas.Kau jangan mencintai ku seperti ini dan terlalu dalam sampai kau melupakan caranya untuk menggunakan akal taun " Teriak Hana tapi dibungkam Cakra karena bisa saja semua orang mendengar.


" Perasaan itu adalah musuh nyata dari akal sehat tuan " Hana menangis sejadi-jadinya saat Cakra melepas bekapannya ."Gunakan perasaanmu sewajarnya untuk mencintai ku"


Hana terus terisak


" Cintai aku sejawarnya tuan ! agar logik mu masih bisa tetap berfungsi sebagaimana mestinya" Teriak Hana memukul dada Cakra.


" Apa kau pikir aku ini mencintaimu dengan cara yang tidak masuk akal Hana ?" Teriak cakra lebih kencang dan tidak perduli jika Keluarga Hana mendengar nya.

__ADS_1


Buggg tepukan Rey dibahunya membuat lamunan Cakra tentang pertengkaran hebatnya lenyap seketika.


" Kau bisa lebih keras lagi jika kau berani" Cakra menatap tajam Rey yang membungkuk padanya.


" Sudah tiga kali tuan,dan yang keempat baru berhasil " Ucapnya santai dan menatap Cakra yang kesal padanya.


Cakra mengernyit sampai mana dia tadi melamun ?


" Maaf om " Teriak anak kecil yaitu Cindy anak kecil yang sangat manis sekitar berumur enam tahun .


" Apa kau tidak bisa melihat nak?" Tanya Cakra menatap tajam kepada Cindy yang mendongak melihat tubuh tinggi nya.


" Tuan dia hanya anak kecil " Rey membuat Cakra sadar dengan perkataan nya.


" Maafkan aku !" Ucap Cakra berjongkok memegang kedua bahu Cindy seperti mendapat ide cemerlang seketika.


Tuan benar-benar melamun.Rey


" Anak manis apa kau mau membantuku?" Tanya Cakra menatap Cindy dan tersenyum


" Namaku Cindy om" Kata Cindy tidak terima kata manis diucapkan Cakra padanya


" Hanya ayahku yang berhak memanggil ku manis ok,kau tidak berhak menyebut ku seperti itu.Panggil aku Cindy " tegas anak kecil itu berteriak didepan wajah Cakra.


Dan menyemburkan susu kotak yang sedang dia minum,melintasi gigi ompong nya.


Astaga untung kau anak kecil


kalau dewasa sudah aku remas tanpa ampun.


Cakda mengusap wajahnya yang sedikit basah.


Rey tersenyum tipis.


" Cindy apa kau bisa memberikan bunga ini pada gadis itu?" Tanya Cakra menunjuk Hana yang sangat jauh berada darinya.


" Tentu" Ucap Cindy antusias " Tapi aku ingin hadiah om" Katanya lembut.

__ADS_1


" Kau mau coklat?" Tanya Cakra


" Tidak" Cindy menyilang kan kedua tangannya dihadapan Cakra .


" Lalu kau mau apa?" Tanya Cakra mendesah bagaimana bisa anak sekecil itu menawar pasti ayahnya yang mengajari gumam Cakra kesal


" Aku mau uang satu koper " Jawabnya polos dan tertawa


" Astaga " Cakra mendengus sejenak berpikir."Baiklah aku setuju "


Cakra menjawab dan menyambar kelingking mungil itu sebagai janji yang akan dia tepati.


Cakra memberikan buket bunga pada Cindy.Cakra berdiri di balik rak penuh dengan Snack yang sedang di pilih Hana.


Hana kegirangan dan mengambil snack tanpa tahu suaminya tersenyum mendengarkan .


" Jika kau tahu siapa yang memproduksi barang itu ,kau pasti tercengang . Baca baca !" lirih Cakra agar berharap istrinya melihat nama perusahaan yang dimiliki dengan nama belakang nya.


" Cih !" Cakra mendengus saat Hana memasukan Snack itu dan tidak berminat membaca tulisan di bungkusnya.


" Ada apa anak manis " Terdengar suara Hana yang menatap Cindy dihadapannya.Cakra masih memperhatikan


" kenapa dia menolak?" Cakra kesal sendiri karena Hana tidak mengambil bunga yang diberikan Cindy .


Cindy berpaling dan melihat wajah Cakra dari balik rak. .


" Menangis menangis " Bicara tanpa bersuara agar anak itu akting supaya Hana mengambilnya.


" Apa?" Tanya Cindy melongo yang tidak mengerti dengan perkataan om-om itu dari jauh.


" Astaga anak itu benar-benar tidak mengerti" Cakra kumat kamit karena kesal dan melotott pada Cindy.


" Oh ok om " Jempolnya terangkat Cakra bingung menggaruk kepalanya.


Cindy menangis dan merengek agar Hana menerima buket


" Kenapa dia mengerti saat aku mengumpat nya tadi? bocah aneh " ketus Cakra melihat dengan lekat saat hana terusik dengan rengekan Cindy

__ADS_1


bibirnya tersenyum penuh kemenangan


__ADS_2