
Hana terbangun tengah malam.Dia merasa sesak dan mual, tubuhnya panas dan berkeringat.Hana lari ke kamar mandi membanting pintu, membuat Cakra bangun, melihat Hana tidak ada disampingnya.
" Kemana dia" Hana turun mencari Hana.Sampai dia mendengar suara orang mengejan dari kamar mandi ." Hana " .
" Sayang" Jawab Hana pelan,tapi Cakra mendengar.
" Hana kau kenapa" Cakra membuka pintu, melihat Hana terus muntah, Cakra menekan belakang kepala istrinya.
" Muntah kan terus,kau seperti keracunan seperti ni,siapa? apa yang kau makan " Cakra bisa melihat wajah Hana memerah dengan ruam dimana mana.Hana terkulai lemas Cakra memangkunya.
" Hana sadarlah,Hana" Menepuk nepuk pipi nya sedikit kasar,Hana masih tidak sadar dan kejang kejang.
Cakra meraih handuk kecil,menyumpal mulut Hana,telat bibir Hana sudah berdarah.Cakra panik dan terus berteriak,
" Tuan" Rey datang diikuti Robi.Hana di gendong cakra ke atas kasurnya.Gadis itu tidak sadarkan diri.
" kakak ipar" Karan menangis melihat Hana mengkhawatirkan." Kakak hiks" ,Kiran merangkul adiknya keluar dari kamar.
" Tuan ayo bawa Nona ke rumah sakit Rey telfon dokter agar bersiap " Susi memberi komando semua bergerak cepat.
Cakra menggendong Hana menuruni tangga,di luar mobil sudah siap.
* * *
Kosan Galuh.
Ponselnya berdering terus menerus Galuh bangun melihat jam sudah tengah malam.
" Hallo manis ," Galuh
__ADS_1
" Bodoh, cepat ke rumah sakit bla bla" Karan menyebutkan nama rumah sakit.
" Kenapa" Galuh berdiri membuka matanya dengan benar.
" Kakak mu,kakak iparku keracunan, cepat" Karan memutus panggilannya.
Galuh kaget dan mengusap wajahnya dengan air galon,tidak sempat untuk pergi kekamar mandi.Galuh cemas memikirkan keadaan kakaknya.
Dia keluar dan mengunci kamarnya.
Bergegas pergi ke rumah sakit.
* * *
Cakra terus menatap kaca kecil dibalik pintu ruangan,dimana Hana sedang mendapat kan tindakan medis disana.Cakra menyeka air matanya berkali-kali.
sebotol air dingin dia sambar,Cakra meneguknya sampai habis.Haryadi datang terengah engah.
" bagaimana Hana kita,dia kenapa" Rey memeluk Haryadi agar laki laki tua itu tenang.Haryadi menangis melihat Cakra tidak karuan, tatapannya kosong, menjelaskan apa yang terjadi pada Hana.
" Telfon bagas untuk mengidentifikasi apa yang terjadi dirumah dengan intens" Perintah Kiran pada Rey.Rey melepaskan pelukannya dan menjauh menelfon seseorang.
* * *
Galuh yang cemas beberapakali hilang kendali dengan motor yang dikemudikannya.
" Kakak, bertahan lah aku akan menghukum siapa pun yang berani berbuat ini padamu"
Galuh meneteskan air matanya sepanjang perjalanan.Dia melihat rumah sakit yang di sebutkan Karan.Dia memarkir motornya dan berlari masuk ke rumah sakit.
__ADS_1
" Permisi dimana kamar Nona Hana?" Tanya Galuh terengah-engah.
" Apa yang anda maksud istri tuan Cakra"
Galuh mengangguk.
Rey menepuk bahu Melihat bocah itu kebingungan
" Kakak, bagaimana?" Galuh panik dan terisak.
" Ayo ikut aku" Rey berjalan memimpin.Saat mereka sampai Galuh melihat semuanya,karan berlari memeluknya.
" Kakak ipar hiks" Karan menangis ,dan Galuh melepas pelukannya menggandengnya mendekat kepada semua orang.
Rey menghentikan langkah Galuh,saat anak itu akan mendekat pada Cakra.
" Aku akan menceritakan segalanya" Rey membawa Galuh duduk di kursi yang tidak berbaur dengan yang lain.
Rey menceritakan semuanya awal mula dan sampai ker rumah sakit, Galuh mengusap wajahnya kasar mendengar Rey bercerita.
" Kak Ana sangat alergi dengan kacang,dulu dia pernah seperti ini saat berumur sepuluh tahun ini terjadi lagi sekarang" Galuh terisak bagaimana jika keluarga tahu hal ini,dia yang akan ditanyai oleh ayahnya.
Semua duduk menunggu dokter keluar, perawat keluar hanya mengatakan hal sama " Tunggu disini,kami berbuat yang terbaik" Membuat Cakra kesal mencengkram rambutnya.
Dia merasa gagal tidak bisa menjaga Hana.Terlebih penyebab semua ini adalah lagi lagi wanita tua ganjen itu,jika Marisa mengelak tidak akan bisa. Cakra memberikan peraturan soal jangan ada kacang dirumah pada semua orang,dan Marisa juga tahu itu.Cakra bisa menyimpulkan wanita itu sedang ingin membalaskan dendamnya pada Hana.
Cakra menyuruh Bagas temannya yang seorang mayor polisi,memburu wanita tua itu dan menjebloskan nya ke penjara.
Keputusan Cakra sudah bulat.Kedua anak dari Marisa malah yang menyarankan semua itu padanya.Mereka ingin ibunya mendapatkan balasan, dan dipenjara dia bisa berfikir tentang semua kesalahannya.
__ADS_1