
Hana selesai membersihkan tubuhnya.Menyisislr rambut dengan tangannya.Cakra duduk menyenderkan punggungnya.
" Katakan padaku kau dari mana?" Tanya Cakra berteriak membuat Hana kaget sampai dia hampir terjatuh.
" Apa kau tidak bisa berbicara pelan padaku hiks hiks" Kembali masuk ke ruang ganti baju.Cakra menyusul dan memeluknya.
" Aku sangat khawatir kau dari mana katakan padaku?" menciumi leher Hana dan rambutnya " Ayo katakan padaku!".
" Aku ingin bekerja tapi terlambat jadi duduk di taman " Jawabnya jujur " Lepaskan aku ,aku lapar".
" Kenapa ,kenapa aku harus melepaskan mu agar kau bisa berboncengan dengan laki laki tadi kan?" mengigit telinga Hana.Membuat gadis itu menjerit-jerit " Diam ,aku ingin memelukmu, kau pergi tanpa memelukku tadi pagi,ini hukuman untukmu".
" Tolong lepaskan" Berontak sekuat tenaga ,Tapi Cakra menggendongnya kekamar mandi.
" Mandilah cuci kepalamu dengan benar,agar kau bisa sedikit memakai otak mu" memeluk Hana dibawah shower,mereka mandi bersama .Rambut dan badan mereka basah.
__ADS_1
" Aku kedinginan" Hana membalikan badannya menghadap pada Cakra.
" Kau dari mana? aku masih menunggu jawaban dari bibir mu" Cup cup mengecup dan ******* bibir Hana.Mereka berdiri sampai Cakra melepas semua pakaian Hana berserak dilantai.Dia sudah tidak memakai apapun.
" Ayo katakan dengan benar kau dari mana dan dengan siapa?" memegang erat Hana.Membuat dua gundukan itu menempel di dada bidangnya.
" Aku pergi karena kecewa dengan mu,aku kecewa hiks hiks " Akhirnya Hana menjawab dengan benar.
" Apa yang aku lakukan sampai membuatmu kabur lagi dariku pagi ini" mengecap leher Hana dengan tanda merah dua kali" Ayo katakan,aku melakukan apa padamu,sampai kau rela berboncengan dengan laki laki lain".
" Tatap aku jika aku sedang bicara padamu.Aku sangat mencintai mu"
" kau bohong" Hana mendorong Cakra dan meraih handuk membalutkannya dan keluar dari kamar mandi.
Hana memilih pakaian dilemari.Dan melihat Cakra keluar dengan handuk juga.Hana secepat mungkin memakai bajunya dan mengelap rambut basahnya.
__ADS_1
" Sini aku saja " meraih handuk yang Hana gunakan.Hana diam saat Cakra mengeringkan rambutnya tanpa banyak bicara.
" Aku ingin mengajak mu makan diluar,kau mau?" Tanya Cakra,Hana menggeleng.
"Aku akan mengajakmu ke tempat wisata yang aku buka kemarin" Hana menggeleng juga.
" Apa kau tahu diammu ini membunuh ku Hana.Mencintai mu dari dulu adalah anugerah untukku.Banyak yang bilang untuk apa menunggu seseorang yang tidak mencintai mu.Aku bilang pada mereka aku sangat mencintai gadis bodoh yang waktu sekolah menolak ku mentah mentah "
.Hana terusik dengan pembicaraan Cakra dan membalik tubuhnya menghadap pada suaminya.Cakra terus mengeringkan rambut walaupun dia tahu Hana terus menatapnya.
" Sampai sekarang gadis itu belum juga mencintaiku .Aku tidak masalah masih banyak waktu untukku .Mengukir namaku sendiri dihatinya " Hana memegang Dada Cakra dan diam membisu.
" Dan hari ini aku melihatnya.Dia laki laki yang dulu berusaha mendekati gadis yang aku cintai,kami baku hantam dibelakang sekolah hanya memperebutkan gadis bodoh itu.Dan sekarang aku melihat gadis ku dibonceng olehnya .Rasanya sakit bukan? walaupun takdir membuat kami menikah.Tapi tidak mempersatukan hati kami" Cakra melempar handuk karena tugasnya selesai.Berbalik tangan Hana di dadanya terlepas begitu saja membuat Hana sesak dan ingin kembali menangis.
Bersambung
__ADS_1