
Hana menyuruh Robi untuk menunggu sampai Fatin dan adiknya bangun .
Sedangkan dia pulang bersama Cakra dan Rey.
" Kenapa aku kesini? " Tanya Fatin menatap gerbang besar menjulang tinggi itu sedang dibuka oleh kedua penjaga dari kedua sisi.
" Nona menyuruhmu tidur di sini ,aku juga tidak tahu tempat tinggal mu dimana " Robi menyahut dia hanya menurut apa yang diperintahkan Hana padanya.
" Antar aku pulang saja tuan , tidak apa-apa nanti aku arahkan, kontrakan ku tidak jauh dari sini" Kata Fatin yang ikut turun dari mobil mengikuti keduanya.
" Jangan membuat masalah dan tidur disini Fatin ,nona yang memerintah" Teriak Tika tidak terima jika Robi harus mengantar Fatin malam-malam begini.
Jika mereka khilap aku yang
tersiksa. Gumam Tika menatap Fatin.
" Kamar mu sudah siap ! ikut aku " Susi menyela dan sinis menatap Fatin gadis yang selalu menyulitkan nona muda kesayangannya.
" Baik" Fatin menurut dan mengikuti langkah Susi masuk ke dalam rumah..
" Sampai jumpa!" Ucapnya pelan saling melambai bersama Tika.
* *
Dikamar utama
Cakra sedang saling memeluk erat istrinya yang sudah terlihat segar dengan lingerie pink itu.
__ADS_1
" Sayang aku memaafkan mu " Lirih Hana mengusap dada Cakra yang terbuka.
" Terimakasih" Ciuman lembut dipipi Hana .
Cakra merasa senang setelah dia tidak harus mencuri curi untuk menyentuh Hana.
" Tapi jangan mengekangku " Syarat dari Hana membuat Cakra mendesah
Itu artinya membiarkan Hana melakukan, memakan,dan pergi kemanapun Hana Ingin.
" Tapi kau harus tetap meminta ijin padaku,dan bodyguard dan pengawal harus ikut kemana pun kau pergi
" Sama saja " Teriak Hana membuat Cakra menjauhkan kepalanya.
" Iya iya kau bebas kemanapun tapi harus bersama Tika ,jika dia melakukan kesalahan dia harus menerima akibatnya" Artinya Hana tidak bisa membela saat Tika membuat kesalahan
Sedangkan gadis itu berulang kali berbuat salah.
seperti yang sudah-sudah terjadi.
" Jangan bahas itu ,kita bikin anak saja sekarang ' Wajah mesumnya membuat Hana tertawa
Ha-ha-ha
"'Kenapa?" Tanya Cakra keheranan melihat Hana tertawa seperti meledaknya
" Tidak tidak ,kau sangat membuat ku geli saat berwajah seperti itu ?" Hana kembali tertawa dia selalu ingin memukul wajah suaminya saat sedang memulai aktifitas malam nya.
__ADS_1
" Memang kenapa?" Tanya Cakra ketus merobek lingerie tipis itu.
" Kau benar-benar ya " Teriak Hana menarik selimut agar menutupi dadanya.
" Kau yang memancingku kan?" Cakra sudah menindih tubuh Hana .
Dan melakukan kegiatan olahraga tahap kedua ..
Jika siang nya dengan barbel.
malamnya berganti dengan push up.
* * *
Fatin belum membersihkan tubuhnya,dia menatap setiap sudut ruangan kamar megah dan besar itu.
" Sangat besar dan megah ,ini hanya kamar tamu kan? apalagi kamar kakak dan kakak ipar" Fatin berdiri memilah baju yang mana untuk dia pakai.
Hana meminjamkan separuh isi lemarinya walaupun harus berdebat dengan Susi terlebih dahulu.
Baju-baju branded dan mehong itu membuat Fatin melongo
" Ini dari Itali?" Menatap dress merah yang masih berlabel itu ditangannya.
" Ini benar-benar lembut " Baju yang sejak lama dia incar tapi tabungannya tidak mempuni unik membeli sepasang baju tidur itu.
" Semuanya baru? apa tuan muda tidak akan marah jika aku memakainya?" Fatin merasa takut sendiri jika dia lancang memakai baju mahal itu .
__ADS_1
Fatin kembali memilih baju yang paling jelek disana.Tapi sayang dia txiak menemukannya, semuanya bagus-bagus dan sangat modis.
Fatin terpaksa memilih satu diantara tumpukan baju itu.Dia bertekad harus segera pergi esok hari ke kontrakan nya