
Susi keluar setelah puas dengan apa yang di katakan Tika .
Tertinggal dua orang diruangan Robi dan Tika .
Robi merasa lelah dan berbaring miring melihat Tika.
" Bangun ! kenapa kau menangis ?" Robi setengah berteriak dia ingin istirahat.
" Kenapa kalian menyiksaku ?" Pertanyaan Tika membuat Robi tergelak dan langsung berdiri .
" Kau masih bertanya? apa yang membuat mu mengalami ini semua?" Robi mencengkram dagu Tika menatap gadis yang tidak tahu malu itu .
" Aku memiliki alasan ,kau bisa mendengar ku terlebih dahulu " Berusaha menjelaskan tapi Robi mengisyaratkan melalui tangan agar Tika diam ,gadis itu membungkam mulut nya .
" Keluar !" Robi melepas tangan nya dari dagu Tika.Gadis itu tertatih berusaha berdiri .
Sekujur tubuhnya merasakan sakit karena Susi dan Kiran .
* * Lantai tiga
Hana tengah menunggu mobil Cakra datang.Dia sudah membersihkan tubuhnya ,matanya dia kompres air dingin agar tidak terlihat bengkak karena tangisannya.
" Nona !" Robi membungkuk saat Hana berbalik melihat nya.
" Tuan Robi kau terluka ternyata " Hana merasa cemas dan khawatir .Melihat wajah Robi lebam dan ujung bibirnya merah karena darah .
" Saya tidak apa-apa Nona, justru kami semua mengkhawatirkan keadaan Nona" Robi menatap Hana lekat,gadis itu sangat terguncang walaupun dia tersenyum berusaha tegar.Tatapan kosong Hana bisa ditebak oleh semua orang.
" Nona " Robi memanggil karena Hana melamun.
" Ahhh " Mendesah kaget " Maafkan aku tuan Robi ,aku melamun tadi ."
" Saya harap nona bisa menguasai diri ,memang tidak mudah melupakan kejadian itu.Tapi jika nona stress akan berdampak buruk untuk kesehatan Nona "
__ADS_1
Hana mengernyitkan dahi saat Robi bersikap baik dan tidak jutek padanya.
" Kau mengkhawatirkan ku? jika tuan muda tahu.Kau bisa di penggal" Hana Tertawa kecil membuat Robi menggeleng dan mendesah kasar .
" Jika tuan khawatir kami juga yang repot !" santai Robi menjawab
" Maksudnya?" Hana penasaran menyilangkan kedua tangannya.
" Tuan muda selalu bersikap berlebihan jika mengenai Istrinya.Dan itu membuat kami harus bekerja extra " Robi tersenyum tipis melihat Hana kebingungan.
" Aku masih tidak mengerti"
" Kau tidak usah berusaha keras nona,saya permisi ." Robi membungkuk dan mundur menjauh.
" Tunggu " Hana memanggil dan Robi langsun kembali berbalik melihat Hana.
" Plester itu membuat mu terlihat baik " Hana tertawa melihat Robi berpikir keras.
Apa nona memujiku?
itu malapetaka untukku nanti .
" Saya memang tampan nona " Robi tersenyum dan kembali berjalan pergi
" Bukan itu maksudku" Teriak Hana ingin meluruskan kesalahpahaman.
Tapi Robi sudah jauh tenggelam dibalik tangga.
" Dia jelek .Suamiku paling tampan, aku hanya bilang dia terlihat baik memakai plester hati itu ,siapa yang menempelkan nya ya?"
* * *
Mobil sudah sampai di parkiran.Cakra merasa gelisah dari siang memikirkan Hana.
__ADS_1
" Nona baik-baik saja tuan , tenanglah" Rey mengikuti langkah Cakra yang setengah berlari masuk ke dalam rumah.
" Firasat ku selalu benar !" Cakra tidak menoleh dia duduk melepaskan sepatunya
" Dimana istriku !" Teriak Cakra pada Susi dan kedua adiknya .
Mereka mematung menerka nerka apa Cakra tahu dengan yang terjadi.
" Aku disini sayang" Hana menuruni tangga .Cakra bergegas menghampiri istrinya.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Cakra memeluk Hana . Mata Hana tertuju pada Rey apa pria itu mengadukan semuanya .
Rey yang melihat tatapan Hana seolah bertanya menggeleng kepala.
Jika tidak lalu kenapa dia
seperti ini??.
" Sayang aku tidak apa-apa" Hana melapaskan pelukannya,mengajak Cakra menuruni tangga dan duduk di sofa ." Memang kenapa denganku?".
Hana menyelidik
" Entahlah.Aku sangat khawatir padamu hari ini ." Mencium kening Hana lembut,Karan berdehem dan kabur kekamar nya ." Aku ingin pulang dari siang,tapi si Rey tidak mengijinkan".
Cakra melirik Rey
Apa dia merasakan sesuatu
saat aku dalam bahaya? kau sangat
menyayangiku.
Hana merasa terharu dengan hal baru yang dia ketahui,kalau memang suaminya benar-benar sangat menyayangi nya .
__ADS_1
" Aku baik-baik saja percayalah." Hana menarik tangan suaminya ke arah kamar mereka.
Hana menggandeng pinggang suaminya .Dia merasa nyaman dalam keadaan seperti ini bahu Cakra dan perlakuan Cakra membuat nya lupa akan semua hal buruk yang terjadi.