Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Hana tersadar


__ADS_3

Hana menuju rumah belakang untuk mencari Tika yang belum juga mengawalnya .


Padahal jam sudah menunjukkan pukul delapan,Tika yang biasanya bersiap dari jam enam pagi menghilang pagi itu.


" Nona mau kemana ?" Tanya Edi suami Susi


" Pak ! apa bapak melihat Tika ? aku harus pergi mengantar berkas yang tertinggal sekarang juga " Ucap Hana menunjukkan berkas pekerjaan Cakra .


" Dia pergi subuh tadi entah kemana " Jawab Edi dia melihat tika keluar dengan membawa tas lumayan besar


" Apa nona mau saya antar?" Tanya Edi takut Hana nekad pergi sendiri jelas itu larangan dari Cakra .


" Boleh pak , terimakasih!" Hana tersenyum sumbringah dia lega tidak akan terlambat kalau pak Edi mengantar nya .


* *


Hana sampai di gedung tempat suaminya memintah orang-orang.


Karyawan yang bekerja hanya memanfaatkan fasilitas tapi kerjanya Nol besar , siap-siap ditendang oleh Cakra langsung tanpa perantara.


" Tuan keduanya sudah diruangan mu !" Rey membungkuk saat Cakra datang sendiri menuju ruang Presdir nya.


" Kau ikut masuk!" Perintah Cakra diangguki Rey dan membuka pintu ruangan nya.


Setelah Cakra masuk dia ikut masuk dan berdiri didepan pintu berjaga-jaga.


" Bagaimana kabarmu ?" Seorang wanita memeluk Cakra tanpa ragu cipika cipiki juga bersama Cakra .

__ADS_1


" Aku baik !" Dingin Cakra sembari duduk dikursinya.


" Cakra Fey datang untukmu?" Gea menunjuk gadis yang sedari dari menatap Cakra hangat.


" Kenapa kau membawanya kemari, aku hanya meminta mu" Cakra setengah berteriak ketidaksukaannya kepada Fey terlihat jelas.


" Aku kemari untuk menemui Cakra,aku merindukanmu !" Teriak gadis itu bangun dari duduknya dan menghampiri Cakra.


" Aku sudah menikah dan jangan ganggu aku " Teriak Cakra agar gadis itu menjauh dari kursi yang dia duduki.


" Aku menyukaimu sejak dulu,kenapa kau tidak sedikit saja menghargai perasaan ku Cakra " Terisak pelan


" Cakra kau membuat nya menangis?" Gea menghampiri feya dan memeluknya erat.


" Seret gadis itu keluar" Teriak Cakra


Rey langsung sigap menarik gadis itu keluar dari ruangan.


" Kau tidak apa-apa nona?" Tanya Hana melihat gadis menangis membuatnya iba.


Rey yang belum kembali masuk menatap keduanya lekat,baru kali ini dia melihat istri yang menolong pelakor dalam rumah tangganya


Tapi jelas karena Hana tidak tahu ,jika dia.tahu mungkin sudah menjambak dan menendeng feya


" Aku tidak apa-apa!" Jawab feya pelan gadis cantik nan seksi itu meninggalkan Hana yang masih menatapnya.


" Kenapa dia dari arah ruangan suamiku?" Hana bertanya tanya .

__ADS_1


" Kau berpikir apa sih Hana" Tertawa geli dengan apa yang dia pikirkan,dan menepuk dahinya sendiri.


Hana masuk setelah Rey membuka pintu untuknya.


" Sayang " Ucap Cakra melihat gadis kesayangannya masuk membawa berkas yang dia minta .


Padahal Cakra hanya alasan agar dia bisa memperkenalkan sosok istirnya kepada Gea.


" Hufff aku lelah" Hana mengusap keringat nya dibantu Cakra . Hana bahkan tidak menyadari sepasang mata memperhatikan nya.


" Siapa dia Cakra?" Tanya Gea menatap Hana begitu juga Hana yang terlonjak menatap wanita seumuran dengan Maria itu.


Ah tidak dia lebih muda ucap Hana dalam hati.Wanita cantik kisaran usia 45/50 itu masih terlihat segar bugar.


" Tentu saja istriku siapa lagi! gila apa jika aku mencium gadis yang bukan istriku sendiri " Cakra mendelik sebal pada Gea.Dan mencium pipi kiri istrinya


" Kemari nak " Ucap Gea membuka lebar kedua tangannya.


Hana melirik Cakra.


" Dia ibuku " Cakra lirih setengah berbisik.


Hana terlonjak


" Hah! kau bica ngawur ibumu ibu Maria sayang " Hana beteriak membuat Gea bersedih melipat kedua tangannya.


" Dengarkan dulu" Cakra berusaha memeluk Hana yang menangis kebingungan.

__ADS_1


" Jangan bercanda seperti itu,jika ibu tahu kau mengucap seperti itu dia pasti sedih "


Hana memukul keras dada suaminya yang mendekapnya erat


__ADS_2