
Rey menghajar Kim .Pria itu tidak membalas tenaganya habis saat baku hantam dengan Robi.Dia hanya mampu meringis kesakitan
" Rey " Teriak dokter suci yang datang saat Robi meminta tim medis membawa pasien ke rumah sakit.
Suci tidak tahu pasien itu adalah Kim.
Jika pria itu mati akan memperpanjang masalah begitu pikir Robi .
" Rey sudah cukup " Robi menahan tangan Rey yang memukul Kim tidak terkendali .
" Astaga Kimi kau membuat masalah " Suci menampar pipi Kim dan tanngannya berlumuran darah." Aku harus segera membawanya ke rumah sakit .Dia pingsan"
Semua kaget saat suci memeriksa keadaan Kim terkulai di lantai.
" Bawa dia " Teriak Robi perawat masuk dan membawa Kim secepat kilat.Suci masih diruangan memeriksa keadaan Rey dan Robi .
" Apa tuan muda tahu?" Tanya suci pada Robi sedikit cemas.
" Aww sakit! kau gila jika tuan tahu Kim sudah menjadi mayat " Robi memegang pipi saat suci menekannya terlalu keras.
" Aku pergi dulu .Ambil ini " Suci berdiri menjauh dari Robi Kotak p3k sudah disamping keduanya .
Suci pergi meninggalkan semuanya . Nanda mendekat melihat wajah Robi berdarah darah begitu juga tangan Rey yang lebam.
" Aku harus pergi .Jika tuan curiga sangat berbahaya" Rey berdiri meraih jasnya meninggalkan Robi sendirian.
Robi masih duduk dilantai.
__ADS_1
" Tuan " Nanda mendekat dan membantu Robi berdiri memapahnya duduk ke sofa .
" Mba bisa tolong ambilkan air untuk pengawal " Nanda meminta temannya membantu.Dia mengangguk dan pergi ke luar dari toko.
Robi menatap wajah Nanda .
" Kau bisa menjaga rahasia?" Tanya Robi pada Nanda .
" Apa ?" tanya Nanda balik dan membulatkan mata karena tidak mengerti.
" Kau bisa menjaga rahasia semua ini .Agar tidak bocor ke publik kan?" Robi membuka kotak dengan tangan kirinya .
" Tentu ! aku bisa menjaganya " Nanda meyakinkan dengan anggukan dan tersenyum.
" Biar aku saja tuan kau bisa diam " Nanda membuka botol Alkohol menuangkannya pada kapas .Robi diam tidak menolak
* * Perusahaan
Rey masuk ke lift menuju ruangan Presdir.Dia melihat jam tangan syukur dia tidak telat masih ada waktu sepuluh menit sebelum jam istirahat
" kau dari mana ?" Langkahnya terhenti saat keluar dari lift Cakra sudah berdiri menatap dengan tatapan curiga
" Aku harus menemui arsitektur bangunan yang didaerah sana tuan " Rey berbohong menyebutkan pembangunan yang sedang berlangsung untuk pabrik baru Alaska group.
" kau yakin?" Cakra melihat tangan Rey lebam parah seperti tengah memukuli orang .
" Tentu tuan " membungkuk.
__ADS_1
Cakra ragu tapi tetap pergi menuju ruangannya diikuti Rey di belakang.
syukurlah dia percaya
Rey menghela nafas mengusap dadanya pelan.
* * *
Rumah besar
" Kakak minum " Karan memberikan air dingin agar Hana tenang.Suci menyuruh Tika berjaga di pintu kamar
Dia kaget melihat Hana ketakutan dan sangat shok
" Nona kau tidak apa-apa? katakan padaku " Susi mendekati Nona muda ,dia khawatir apa yang terjadi dengan Hana saat mereka semua keluar
" Nona !" Susi kaget saat tubuh kecil itu memeluknya kuat.
Kedua gadis itu saling menatap .
" Kenapa ?" Tanya Susi tidak bersuara kepada Kiran dan Karan .
Kedua gadis itu menggeleng.Mereka juga hanya melihat Hana dipeluk tapi tidak membalas pelukan Kim tadi.
" Nona ayo duduk" Susi melepaskan pelukan nona muda.Dia ikut duduk di sebelah Hana ditempat tidur
" Kakak kau bisa tidur disini, kami akan menjaga mu " Kiran membaringkan tubuh Hana.Hana masih menangis
__ADS_1