
Suasana hening tercipta menghiasi sarapan bersama keluarga Cakra.
Kiran menatap wajah Cakra yang tidak berhenti menatap sinis kepada Candra. Sedangkan Candra yang selalu mencari luang agar dekat dengan Hana.
Kau bahkan tidur dengan wanita lain
lihat sikapmu seolah² tidak terjadi masalah tuan,aku tidak akan membiarkan Hana terluka.
Aku tidak akan bisa mendapatkan gadis yang sudah menjadi milik orang lain
tapi aku akan menggunakan kesempatan sebagai adik ipar untuk menjaga kakak iparnya. Kau memang Abang ku,tapi sikap mu seperti ini tidak dibenarkan.Candra masih menatap Hana dan Cakra bergantian.
Teruslah berusaha mendekati Hanaku.
kau tidak akan aku biarkan . Cakra
Mereka berdua kenapa sih , menatap ku
seperti itu ,, ku congkel kalau bisa mata kalian berdua. Hana merasa risih dengan suasana sengit dimeja makan.
Rey datang membuyarkan suasana,dan itu membuat Hana lega.
" Selamat pag,tuan muda sudah waktunya kita berangkat " Rey menekan jam ditangannya, Cakra mendesah.
" Keluarlah dan siapkan !" Cakra memerintah Rey pergi untuk menyiapkan mobil.
Cakra mengusap bibirnya dan juga bibir Hana dengan satu tisu,dia cium kedua pipi istrinya sebelum berangkat keluar dari rumah.
__ADS_1
" Sayang , kau bisa menambah makanan mu jika kau ingin. Tidak perlu mengantar ku "
Cuppp. kecupan keras dia daratkan di kening istrinya. Hana mengangguk dan kembali memakan sarapannya.
" Kenapa kau masih diam ayoo " Cakra menatap Candra yang tidak bereaksi mengikuti nya.
" Aku akan pergi bersama kakak ipar ,kau pergilah dulu sendiri " Kata sendiri seperti Candra garis bawahi.
Hana tersentak kenapa aku ?
" Apa ? aku tidak berniat ke perusahaan hari ini. Aku ingin tidur seharian " Hana menjawab cepat.
" Jika kau tidak mau,aku tidak akan pergi juga " Ucap Candra melirik Cakra yang terlihat murka padanya, tapi dia tidak merasa harus perduli dan terusik.
" jangan membuat istriku repot " Bentak Cakra.
Cakra mendesah melirik Vas bunga disebelahnya, Susi yang sigap melihat situasi genting.
" Maaf tuan ini kotor aku akan membersihkan nya " Susi meraih vas bunga membawanya k arah belakang.
Cakra merasa amarahnya meningkat. Memang aku mau apa dengan vas bunga ?. Cakra kesal dan pergi keluar setelah Hana mengedipkan matanya memberi kode.
" Aku harus bersiap ,kau pergilah bersama nya " Perintah Hana
" Aku akan menunggu,jika kau harus tidur sekalipun aku akan menunggu " Telak Candra tidak bisa diubah oleh siapapun,jika dia ingin dan mampu Candra akan melakukannya
Hana memakinya dalam hati. Adik kakak sama-sama keras kepala ,tapi kenapa Candra tiga kali lipat lebih keras dari pada suamiku sih.
__ADS_1
" Terserah kau saja " Hana muak dan pergi meninggalkan meja makan .
Candra yang melihat piring itu masih bersisa, mengambil dan menghabiskannya. Membuat semua pelayan menatapnya heran.
****
Perjalanan menuju perusahaan.
Cakra duduk menyender menatap keluar, melihat semua yang mobilnya lewati bergerk secepat kilat.
Cakra mengingat sesuatu dan melirik Rey yang sedang mengemudi.
" Rey apa kau menceritakan sesuatu kepada adik ku!" Tanya Cakra menyelidik
Rey diam mendengar suara dengan amarah itu bertanya padanya.
" Tentang apa tuan? " Jawab Rey
" Hufffft " Cakra membuang nafas kasar ke udara. Dia tahu Rey dan Candra sangat dekat dibanding dengan dirinya selama ini . " Apa kau menceritakan tentang gadis yang masuk ke ruangan ku ?"
Tanya cakra kembali,membuat Rey langsung berkeringat dingin
" Aku rasa aku menceritakan nya ,tapi entahlah tuan " jawaban Rey membuat Cakra seketika bertanduk dibuatnya.
" Apa kau tahu ? aku ingin memukul mu sekarang . Tapi kau sedang mengemudi bisa saja nyawaku terancam saat kau kehilangan fokus karena ulahku.
Tapi benar setelah kita sampai aku akan menghajar mu dengan tangan ku sendiri " Kata-kata Cakra di barengi suara tawa menakutkan dari bibirnya.
__ADS_1
Rey mengangguk tanpa mau menjawab dengan kata-kata. Dia berpikir apa bisa mobilnya dia belok ke arah lain dari pada harus ke perusahaan dan jelas Cakra sudah mengancamnya dari sekarang.