Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Dinner jadi


__ADS_3

Hana melepaskan bibirnya.Cakra membuka mata melihat Hana sudah sangat acak acakan dibuatnya.


" Haha kau sudah pintar sekarang" Meraih tangannya.Hana menepis " Kau mau mati ?". Berteriak kesal


" Kita jadi tidak Dinner nya sayang" Hana melengos ikut berteriak masuk keruang ganti ,suara ketukan pintu membuat Cakra berbalik mengurungkan niatnya mengikuti Hana.


" Selamat malam tuan" Rey


" Ada apa?" ketus merasa terganggu sambil merapikan bajunya.


" Persiapan sudah siap tuan ,saya akan menunggu diluar "


Cakra berdehem dan menutup pintu.Merapihkan rambutnya yang dijambak Hana berkali-kali saat sedang kiss.


" Hana ayo berangkat"


Hana keluar bajunya yang melorot sudah rapih.Menyisir rambutnya dengan jari ,Hana memegang gagang pintu . Cakra menariknya.


" Lihat dadamu menonjol seperti ini" Cakra masuk ke ruang ganti membawa jaket.


" Kau yang membeli nya kan? Ketus Hana . Hanya melihat Cakra memakaikan jaket ditubuhnya.


" Hapus make up mu,kau jelek sekali anak itu benar benar membuatku kesal saja"


Kau yang bilang aku cantik tadi,kenapa sekarang berubah pikiran!.

__ADS_1


Hana menghapus make up nya sampai bersih.Mengoleskan lipcream orange dibibir merahnya.Cakra memperhatikan dan tersenyum.


Jika dia seperti tadi


aku yakin Rey saja akan menyukai nya.Dia cantik sekali dan seksi.


" Sudah" Hana menatap dekat kearah cermin.Dia mengusap lipcream yang keluar jalur garis bibirnya.Cakra menggandeng dan keluar kamar.


" Nona kau sangat cantik" Susi tiba tiba memuji Hana.Wajah Hana masih menyisakan foundation kulit putihnya sangat segar sedap dipandang.


sampai keduanya dibibir tangga.Mereka saling menatap.Cakra menyelipkan helai rambut Hana ke belakang telinga.


" Rey!" Teriak Cakra melihat dengan kekesalan sekertaris memandang istrinya.


" Maaf tuan"Rek melangkah cepat keluar dari rumah mengusap dadanya pelan.


Hana melepaskan tangan Cakra dipinggangnya.Dia sering melihat cakra marah tapi yang dilihatnya sekarang bukan amarah seperti biasa membuatnya berkeringat.


"Hana "Cakra kembali merangkul istrinya dia melihat mata Hana sangat takut melihatnya.


Jika dia melihat ku memukul orang mungkin dia akan meninggalkan ku, bodoh sekali sampai melupakannya.Cakra


"Hana kau tidak apa-apa?" mengusap keringat didahi istrinya.Hana hanya mengangguk.Bergandengan keluar dan masuk mobil.


Susi menatap mobil yang melewati gerbang dan hilang menjauh.

__ADS_1


"Rey semoga tuhan melindungi mu!"Susi beranjak mundur dan masuk ke dalam rumah.


* * *


Di dalam kendaraan menuju ke tempat yang sudah dipersiapkan.Hana awalnya bahagia tapi selepas kejadian tadi dia menjadi murung mendung tidak bergairah.Cakda yang mengusap usap tangannya terus melihat Hana yang membuang wajah ke luar kaca .


Aku ingin membuat malam ini jadi kenangan malah seperti ini.Hana apa aku harus merubah penampilan mu agar terlihat buruk rupa.


Biar aku saja yang melihat kecantikan mu seorang . Cakra


" Hana?"


" Hemm" Tetap menatap ke arah lain.


" Hana aku tidak suka kau kau seperti ini!"


" Aku juga takut melihat wajahmu seperti tadi"


hiks hiks Hana teriasak melepaskan tangannya dari belaian suaminya.Hana menutup wajahnya dengan kedua tangan dan terisak keras .


Gara gara aku jadi seperti ini ,dasar bodoh kau Reynan .Rey mengutuk diri sendiri dan menatap kaca spion menampilkan Nona mudanya menangis.


"Iya aku salah membiarkan mu melihatnya.Lain kali aku akan melakukannya dibelakang mu"


Bukan seperti itu yang ku mau.Hana

__ADS_1


" Sudah jangan menangis,kemari lihat ke arahku ,atau kau turun disini saja sana"Protes melihat Hana yang memandang pohon bergerak saja cemburu.


Rey yang mendengar tersenyum tipis melajukan kendaraan kencang.Dia ingin segera sampai agar keluar dari.monil menjauh dari tuan mudanya yang masih marah.


__ADS_2