
kim dan Hana berdiri saling berhadapan satu sama lain.
" Kau tidak bahagia bukan bersama Cakra " .
raut wajahnya berubah menjadi khawatir kepada Hana.
" Kau salah .Kami sangat bahagia " Hana langsung menyahut
" Jangan bohong ! kau bisa meminta cerai padanya " Kim ingin mengusap kepala Hana seperti dulu Hana langsung menepis dan mundur .
" Aku tidak bohong kimi,aku mencintai nya begitu juga dengannya" Meyakinkan kimi wajah Hana terlihat sangat kaget saat pintu terbukanya.
Dia berlari ke arah pintu.Kim yang cepat menarik tangan Hana dan memeluknya.
" Aku mohon sebentar" Kim mempererat pelukannya dan mengusap kepala Hana.
Nanda langsung berusaha Hana agar terlepas saat Hana sudah Berteriak kesal dan berontak.
" Kau gila !" Teriak Robi melepaskan pelukan Kimi dari Hana.
" Tuan Robi tolong aku " Hana mundur saat melihat Robi datang untuk menolong nya .
" Bawa nona keluar" Teriak Robi pada Kiran dan Karan ,mereka membawa Hana Keluar dari toko.
Hana keluar dengan menangis dia merasa tidak nyaman dengan tubuh dan pelukan Kimi padanya.
" Nona ." Tika datang entah dari mana ikut khawatir dengan apa yang terjadi di dalam toko.
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa,aku ingin pulang" Hana berdiri dari duduk nya.Kiran memapah Hana keluar dari mall .
Dinda menatap punggung nona muda semakin menjauh dari ujung matanya.Dia tidak mengerti bagaimana hubungan Hana dengan Kim.
" Aku yakin pria itu sangat jahat " Nanda kembali masuk ke dalam toko.
Dia melihat kedua pria itu terkulai lemas dilantai.
" Astaga " Nanda berteriak menutup mulut .Melihat sekeliling , lantai berdarah-darah .
Kim terluka karena di hajar Robi bertubi-tubi.Robi duduk melepas jas nya ,menatap Kim yang berbaring karena dia pukuli.
* * *
perjalanan pulang.
Hana masih menangis Karan berusaha menenangkannya.Tapi tidak berhasil.
" Halo?" Tanyanya sambil mengemudi
" Dimana kalian sekarang?" Robi menelfon untuk memastikan keadaan Hana.Suaranya disertai ringisan jelas Kiran mendengar.
" Kami menuju pulang.Kau tidak apa-apa?" Kiran melirik kaca spion melihat Hana dibelakang kursi masih menangis.
Kiran mematikan panggilan,dia belum percaya kepada Tika disampingnya .Untuk membicarakan bagaimana mengurus Kim
* * *
__ADS_1
Di perusahaan.
Rey yang mendapat Pesan dari Robi kaget .Dia menatap wajah Cakra yang sedang bersama klien di ruangan Presdir.
" Tuan " Rey menyela pembicaraan semuanya.
" Tunggu sebentar " Cakra menutup berkas dan berhenti membahas proyek . Semua orang mengangguk mempersilahkan.
" Apa?" Cakra melihat wajah Rey panik
" Aku harus keluar ada hal penting"
" Baiklah.Kau bisa pergi kembali lagi sebelum jam dua belas " Cakra menatap sekilas jam tangannya.
"Baik" Rey mundur dan membungkuk keluar dari ruangan.
Terdengar suara tawa dan obrolan hangat Cakra bersama klien .
Rey menancap gas pol menuju mall dan toko yang disebutkan Robi padanya.Dia tidak tahu bagaimana keadaan Kim ,Robi yang sama dengannya pasti membuat Kim babak belur.
Tiga puluh menit kemudian Rey sampai di mall ,dia masuk ke dalam toko .
" Tuan " Sapa Nanda dan temannya membungkuk melihat tangan kanan dari penguasaan datang untuk melihat apa yang terjadi.
" Kau gila !" Teriak Rey menendang perut kim kuat .Kim meringis darah keluar dari mulutnya
" Bagaimana keadaan nona muda ?" Tanyanya memeriksa keadaan Robi yang sama terluka dengan pukulan Kim .
__ADS_1
" Mereka membawa nona pulang.Kau bisa saja melempar nya ke laut jika tahu apa yang terjadi ?" Robi mengusap bibir nya yang berdarah.
" Apa yang terjad" Tanya Rey penasaran