
Susi kesal dengan tingkah laku Fatin yang seenaknya.Dia tidak mengerti itu membuat nyawa Susi dan pelayan lain terancam disini.
" Fatin, suamiku tidak pernah membolehkan orang lain masuk ke kamarnya" Hana mendekat dan mengusap usap rambut adiknya. Fatin berusaha mengerti dan mengangguk .
" kakak ayo jalan jalan ke mall aku yang traktir" Galuh memperhangat suasana tegang di ruang tengah.Dia tidak tahu kalau suami Hana ini konglomerat tidak bisa bebas kemana mana .
" sebentar aku telfon dulu untuk meminta ijin" Hana sigap karena melihat Susi sudah melangkah ke arah Galuh.
Tersambung
" hallo sayang?" kedua adiknya menatap Hana dengan lekat .
" Ada apa? Cakra menjawab
" Aku ingin jalan jalan bersama adik adiku apa boleh?"
" Kemana!" Suaranya sudah meninggi hana tahu kalau Cakra tidak mengijinkan.
" Ke mall yang disana sayang...bla bla bla " Menyebutkan nama tempat yang akan di tuju.
" Apa hadiah yang akan kau berikan padaku sebagai gantinya?" Cakra tersenyum mendengar suara nafas Hana tersengal .
" kau mau apa sayang aku akan menurut" Hana gugup karena tahu pasti dia meminta yang aneh aneh.
"Baiklah boleh pergi tapi pulanglah sebelum aku dirumah " .
__ADS_1
" Baik sayang terimakasih muach muach muah " Kecupan Hana dibalik ponsel tapi membuat Cakra diseberang sana bahagia.
panggilan terputus.
Hana nyengir garing melihat semua orang cekikikan.
Kenapa aku lupa ini dimana aaa malu nya!!.Hana
"Apa benar ini kakak ku?" Galuh tertawa melihat wajah Hana memerah.Fatin terpingkal Pingkal melihat wajah Hana yang sangat malu.
" Ayo pergi" Hana bangkit dan berjalan ke lantai dua untuk bersiap.Hana keluar memakai kaos tangan pendek dan memasukannya ke dalam Rok berwarna merah maroon.
Rambut terurai kemana mana berjatuhan mengikuti irama kakinya menuruni tangga.
Kak Ana terlihat berbeda sekarang lihat dia seperti kupu-kupu yang baru keluar dari cangkangnya.Galuh
" Lepaskan jika kakak mu melihat kau tidak akan selamat " Hana tertawa melihat Karan langsung menjauh darinya " Aku bercanda,ayo".
Hana menarik Karan ke ruang tengah.
" Perkenalkan aku Fatin"
" Aku Karan "
kedua gadis itu berjabat tangan dan cipika cipiki.
__ADS_1
" Karan Aku pinjam mobilmu ya,"! Hana
" Boleh tapi aku ikut"
Akhirnya mereka berempat pergi bersama.
Mobil dikemudi oleh Galuh.
" Fatin apa kau sudah bekerja?" Tanya Karan duduk bersama Fatin.Galuh dan Hana duduk didepan.
" Belum aku masih kuliah,kalau kau bagaimana?"
" Berarti kita sama " Karan dan Fatin Toss berdua mereka memang langsung akrab.Berbeda dengan Galuh yang sedikit dingin dan tidak perduli hanya fokus mengobrol dengan Hana disebelahnya.
" Kau sudah melamar kemana?" Tanya hana
" Sudah ke beberapa perusahaan tinggal menunggu kak,doain ya biar aku cepet kerja tetap" Tertawa jenaka Hana menepuk bahunya mengiyakan.
Mereka sampai ke pusat perbelanjaan yang dituju.Hana membelanjakan semua kebutuhan Galuh dan Fatin,dan mengajak Karan juga memilih apa saja yang dia mau.
" Terimakasih kakak ipar emmm" Mencium pipi Hana .Yang diciumnya hanya tertawa kecil melihat tingkah laku gadis manis.
"Kakak apa ini tidak terlalu banyak?" Galuh menenteng belanjaan dikedua tanngannya .kemeja dan jas untuk bekerja tidak lupa sepatu Hana senjaga membelikan semuanya untuk Galuh dan Fatin.
" Tidak apa apa nanti berterimakasih juga kepada kakak ipar mu ya"
__ADS_1
" Tentu saja " Kompak Galuh dan Fatin.
Belanja selesai kini mereka masuk ke sebuah restauran untuk makan siang dan beristirahat,lelah masuk keluar toko beberapa kali membuat mereka letih.