
Hana berdiri di jembatan gantung disebelah kanan taman.Jika menyeberang mereka yang kesana bisa melihat monyet bergelantungan tapi harus membawa kacang terlebih dahulu sebelum masuk.
" Aaaa menyebalkan" Teriak Hana memaki entah siapa dan menunduk menatap kebawah
Dia terlonjak
" Astaga tinggi sekali " Hana melepaskan tangannya dari bibir jembatan.
Hana menghela nafas dan merogoh saku celananya.
" Syukurlah ada duit" Tawanya menghiasi bibir mungilnya.Hana masuk sebelum itu dia membeli dua plastik kacang tanah .
Hana belum dalam ,menenteng kacang-kacang ditangannya.
" Aaaa takut-takut" Suara gadis yang ketakutan saat monyet mendekat padanya.
" Lebay " Hana mendelik melihat pasangan kekasih itu berpelukan. " Tidak tahu malu " tambahnya lagi melempar kacang ke arah segerombol kera itu.
Hana melihat sosok yang dia tahu tapi tidak dia kenal.
Cekrekk dia memfoto Hana yang sedang bingung
"your face is very strange, miss "
Hana mendekat saat bibir itu berbicara pelan menatap kamera yang memotretnya tadi.
" Apa katamu tadi ?" Tanya Hana melempar kacang tanah ketubuh Candra
" Wajah mu terlihat aneh nona " Candra mengulang caciannya
" Mana aku lihat ' Hana mendekat karena penasaran,benar saja wajahnya melongo menatap kamera.
" ishhh hapus " Teriak nya kesal kepada Candra yang menatap gadis berdiri dekat dekat tubuhnya.
Tapi Candra segera sadar
" Aku tidak pernah berbohong nona " Cengir menatap Hana yang kesal padanya
__ADS_1
" Kenapa aku selalu bertemu dengannya" Umpat Hana kesal dan menuju jembatan kembali untuk menyebrang.
Tapi sesuatu menghentikan langkahnya.
"*Aku Candra alaska "
" Aku Candra alaska namamu siapa*?"
kata-kata itu terngiang jelas di kepalanya.Hana berusaha mengingat keganjilan apa yang baru saja dia temukan.
" Otakku kenapa eror saat dibutuhkan" Tangannnya memukul-mukul kepalanya sendiri.
" *Dia sangat mirip dengan suamimu Hana "
" Candra alaska & Cakra alaska* "
Hana berbalik untuk mencari Candra disana..
" Kemana dia ?" Hana sampai berjinjit untuk melihat jelas keberadaan Candra .
" Kau mencariku ?" Tanya candra yang sudah berdiri di sebelahnya.
" Ayo ikut kesana " Hana melirik seberang yang terlihat kursi berjejer disana.
Hana berjalan mendahului diikuti Candra dari belakang.
" What do you want, girl? berbisik menatap tubuh kecil yang berjalan tanpa menoleh padanya.
" Aku mendengar !" Teriak hana menyahut.
* * *
Cakra sibuk.
Telpon berdering
" Mau apa lagi dia?" bebicara pada diri sendiri.Panggilan masuk dari Gea.
__ADS_1
" Katakan?" Ketus Cakra
" Apa kau diundang ke pesta pernikahan Reno ?" Tanya Gea
" Iya dia temanku tentu dia mengundangku " Cakra meminum air putih cepat dia merasa tersadar kalau dia belum makan dan minum sejak terbangun dari tidurnya.
" Aku akan usahakan agar dia ikut " Terdengar suara Gea berubah berat
Cakra diam mendengarkan tanpa melanjutkan pekerjaannya.
" Jangan menangis " Ucap Cakra untuk membuat Gea berhenti terisak
" Ya sudah aku tutup dulu,aku tidak yakin dia mau ikut " Tuttt Panggilan terputus.
Rey menatap tuan muda yang murung setelah menerima telfon dari Gea ibu tirinya.
Jelas hubungan Cakra dengan Gea baik-baik saja.
Ponsel berdering kembali
Kali ini Maria yang menelfon
" halo " Cakra datar
" Kenapa kau menemui wanita itu nak !" Maria terisak dibalik telfon dan jelas Cakra mendengarnya.
" Apa salanya ,dia ibuku juga " Jawab Cakra membuat Maria kecewa.
" Hanya ibu tiri nak.,aku tetap ibu yang harus kau utamakan" Sahut Maria cepat sedikit membentak anak semata wayangnya
" Lalu aku harus seperti apa Bu" Cakra kesal melemparkan gelas kelantai sampai menghambur kemana-mana.
" Jangan temui dia ,dan jangang menganggap anak haram itu adikmu " Teriak Maria
" Kenapa ibu jadi seburuk ini ,menyuruhku berbuat hal gila seperti ayah saja " Enteng Cakra kembali membuka laptopnya." Jangan seperti itu Bu,aku bahkan belum bertemu dengannya"
" syukurlah,mungkin anak itu sadar diri"
__ADS_1
" Ibu cukup tolonglah" Cakra merasa frustasi bertahun-tahun Gea dan Maria saling membenci.