Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Pulang ke London


__ADS_3

Candra tengah duduk disofa apartemen nya memangku laptop warna hitam favoritnya.


" Can kau belum siap berkemas" Deni temannya.


" Untuk apa?" Tanya nya meliirk deni


" Berkemas itu memakan waktu ,kau bisa berkemas sebelum ke bandara ! " Deni duduk di kaki Candra .


" Sial " Candra sampai mendorong tubuh Deni .


" Mangkanya sofa jangan dipake sendiri " Farel menyela membawa segelas kopi hitam ditangannya.


Candra memang membebaskan siapapun masuk ke apartemen asal dia temannya.


"Untuk apa aku berkemas ,hanya ibuku yang akan pulang " Candra mengucap kembali dengan laptopnya.


" Lalu kau ?" Tanya farel dan Deni kompak mereka berdua saling menatap heran.


" Aku tidak akan kembali ,akan tinggal di negera kelahiran ku !" Senyum menghiasi bibirnya


" Jangan bohong, saat kau datang aku menawarkan itu padamu Jelas-jelas kau menolak sampai marah-marah" ucap farel sambil menatap kesal wajah Candra yang tersenyum.


" Ada seseorang yang membuat ku berubah pikiran " Perkataan nya membuat farel terlonjak.


jangan - jangan !!!!


* *

__ADS_1


Rumah sakit


Hana duduk menunggu suci datang untuk memeriksa nya.


Hana tidak mau disentuh dokter lain kecuali suci yang sudah menjadi dokter keluarga suaminya.


" Kau baik-baik saja ?" Cakra khawatir mengusap peluh disetiap jengkal wajah Hana. Dia sangat pucat dua hari sudah Hana muntah-muntah tidak terkontrol.


" Mohon maaf dokter suci sedang diruang operasi,dia harus menangani pasien lain yang melahirkan operasi sesar" Perawa membungkuk kepada pemilik rumah sakit tersebut termasuk istrinya.


" Apa ada dokter wanita lain?" Tanya Cakra


" Tentu ada tuan ,aku akan memanggilkannya jika kalian berkenan" tersenyum ramah


" Tidak usah ,aku akan kembali lagi besok kemari" Ucap Hana menarik tangan suaminya agar berdiri untuk pergi keluar dari rumah sakit.


" Ada dokter wanita lain sayang,kau bisa diperiksa olehnya " Cakra tidak bergeming saat Hana berusaha menarik tubuhnya agar pergi


Cakra menuruti permintaan istrinya tercinta dia tidak bisa menolak apapun yang diinginkan istrinya.


Didalam kendaraan


Hana menyender didada suaminya,sungguh dia tidak perduli dengan rasa marah yang masih menyelimuti nya.


Dia bisa tiba-tiba kesal pada Cakra tapi bisa juga membuatnya ingin dimanja oleh suaminya


Dia sangat aneh beberapa waktu ini.

__ADS_1


" Sekertaris berhenti"Teriak Hana yang langsung bangkit dari sandarannya.


" Ada apa ?" Tanya Cakra melirik jalan yang mereka lewati .


" Aku ingin buah itu " Tunjuk Hana pada mohon mangga yang memang sangat lebat itu.


" Rey pergi ke supermarket kita beli buah-buahan dulu sebelum pulang" Cakra menatap Rey yang mengiyakan nya dengan anggukan


" tidak tidak diam dulu sekertaris" Hana berhasil menahan mesin mobil yang sudah menyala dan mati lagi setelah perintah nya.


" Aku ingin buah mangga yang masih muda ,dan kau harus ambilkan itu untukku " Hana masih menatap pohon mangga dari kaca mobilnya, air liurnya seperti akan menetes membayangkan betapa segarnya jika buah itu dia makan


" Rey " Kata Cakra


Mereka semua turun,dari mobil lain pengawal turun juga untuk mengawal tuan muda beserta Istrinya


" Permisi " Hana berdiri dan memanggil seorang wanita yang sedang menyapu halaman rumah, dimana pohon mangga yang dia maksud ada disana


" Ada apa nona ?" Tanya wanita tersebut dan takut ketika melihat wajah-wajah seram berbaju serba hitam.


Dan dua orang memakai setelan jas menatap tajam padanya.


Sejenak dia berpikir kalau pasti majikannya berhutang pada rentenir dan mereka semua datang untuk menagihnya.


" Aku ingin membeli buah itu ." Tunjuk Hana pada pohon yang tepat berada diatas kepalanya " Apa pemilik rumahnya ada ?".


" Majikan saya sedang keluar semua nona,hanya ada anaknya saja " sahutnya cepat agar tidak terkena masalah.

__ADS_1


" Apa bisa kau memanggilnya ? aku ingin berbicara sebentar?" Kata cakra memperhatikan sekita rumah yang sederhana itu ( padahal lumayan besar,hanya saja konglomerat seperti nya tidak menganggap seperti itu )


Hana menungu sambil terus menatap buah mangga di pelupuk matanya.


__ADS_2