Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Tika bingung


__ADS_3

Candra yang melihat sosok yang dia kenal antusias untuk menghampiri nya.


" Kau mau kemana can ,kita belum selesai " Teriak farel merasa bersalah melihat kedua pasangan yang sedang menyewa jasa fotografer Candra itu terlihat kesal.


Iya ditaman nan indah itu menjadi tempat objek yang dipilih pasangan kekasih untuk melakukan foto prewedding.


" Take over " Candra menyodorkan kameranya pada farel .


" Kau benar-benar tergila-gila kepada gadis itu " umpat farel bersiap bersama yang lain untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda sejenak itu.


Candra meriah tas nya meninggal kan kameranya bersama farel,yang dia pikirkan sekarang cara untuk menyapa Hana.


" Kau mau apa ?" Tanya tika


Hana melirik pada mereka berdua yang berdiri melihatnya.


" Aku ingin menyapa temanku!" Jawaban dari Candra lebih ketus dan setengah berteriak.


" Tika biarkan saja dia " Ucap Hana tanpa melirik.


" Sejak kapan kalian berteman ?" Tika penasaran.


Di sisi lain Cakra yang sedang menyender pada pintu mobil memperhatikan mereka.


Rey hanya ikut diam mengawal ,kenapa tuan muda senyum-senyum sendiri ?


Cakra melihat Tika yang berusaha mengusir adiknya ,dia terganggu dan melihat Rey.


" Kirim kan pesan padanya, suruh dia menemui ku sekarang .Hanya pesan bukan yang lain " perintah Cakra menjauh dari Rey ,Rey mengikuti sambil menekan-nekan ponselnya.


setelah memerintah pengawal untuk berjaga-jaga tetap disana.


Tika meraih ponselnya ketika ringtone pesan masuk di ponselnya membuat Hana marah


" Angkat,aku penat mendengar ringtone ponsel mu " Hana setengah berteriak.


Membuat Candra mengenyit kenapa sikap Hana seperti itu ?


" Maaf nona " Tika menjauh membuka ponsel dengan kata sandi anehnya .


pesan masuk dari Reynan ( temui tuan muda sekarang, di belakang patung )


Tika mengernyit.


Kenapa tuan muda di sini tapi tidak


menemui nona ?


Tika melihat patung besar berbentuk angsa disana, dia memasukkan ponselnya kembali dan mendekati Hana yang masih diam.

__ADS_1


" Nona aku ingin ke toilet,ini darurat " Tika akting menunjuk ke belakang.


Hana mengijinkan dan Tika buru buru pergi sebelum Cakra dan Rey murka padanya karena lama.


Tika melihat punggung kekar itu membelakangi nya. Rey yang mendengar langkah kaki melirik Tika .


" Tuan muda ingin bicara " Rey mendorong Tika agar lebih dekat.


" Saya disini tuan " Tika membungkuk cakra masih diam tidak berbalik, terlihat Tangannnya penuh dengan darah dan lebam.


" Biarkan istriku bersamanya ,kau pergilah .Setelah satu jam kembali ajak istriku pulang " Dingin dan tanpa melihat ,suara terdengar kesal Tika hanya diam mendengar kan .


" Tapi tuan ..." Tika tidak habis pikir apa Cakra menyuruh istrinya bersama pria lain? kenapa dan apa sebabnya.


Hubungan kedunya terlihat baik-baik saja selama ini Tika bertanya-tanya.


" Turuti tuan dan jangan membantah " Rey setengah berteriak membuat Tika menjauhkan tubuhnya karena merasa sakit ditelinga.


" Baik saya permisi " Tika mundur dan membungkuk sebelum pergi meninggalkan Rey dan Cakra.


" Tuan apa tidak berlebihan?" Tanya Rey khawatir


" Biarkan mereka dekat,dengan itu aku akan meminta Hana untuk membuatnya segera pergi dari negara ini " Cakra berbalik kedua tangan masuk ke kantong celananya. " Kita pulang, biarkan pengawal menjaga mereka " .


Cakra berjalan diikuti Rey menuju keberadaan mobil yang diparkir tadi .


Rey hanya bisa menurut dan tidak banyak bertanya yang akan membuat Cakra semakin murka


Sedangkan Hana dan Candra masih sama-sama diam.


" Kenapa kau terlihat kesal ?" Tanya candra tidak ikut duduk karena dia tahu siapa Hana.


" Aku khawatir bukan kesal " Hana mengelak dan berdiri membelakangi candra .



" Kenapa kau khawatir? " Candra berbalik menyembunyikan kegugupan nya


" Suamiku,aku khawatir padanya " Hana berjalan menyapu sekeliling taman yang sangat ramai tidak seperti saat pertama dia datang.


" Siapa suamimu? dan kenapa dia ?" Tergurat tiba-tiba rasa khawatir .


" Aku melihat polisi dan ambulance di luar perusahaan suamiku !" Hana mendesah menendeng kerikil kecil yang sepatu hak tingginya.


"Suamimu kaya ternyata sampai memiliki perusahaan !" berdecak pura-pura kagum .


" Suamiku konglomerat di negeri ini ,apa kau tidak mengenalnya ?" Hana berbalik menatap Candra yang melangkah mengikuti nya.


" Aku pindahan dari luar negeri jelas aku tidak akan tahu" Ketus

__ADS_1


Hana kembali melangkah


" Oh aku baru tahu " Hana terpaku pada altar Yang sengaja dibuat untuk sesi pemotretan prewedding disana.


" Kenapa? kau ingin kesana ?" Candra asal menebak.


" Itu sangat indah ,eh lihat bukannya itu farel tuan rumah yang aku singgahi saat kau membawaku ?" Hana menatap Candra heran " Apa ku juga bagian dari mereka?".


" Hemm aku seorang fotografer handal ,dan hasil jepretan ku mendapatkan penghargaan juga " Kepedean yang membuat Hana merasa tidak harus perduli.


" Kenapa kau diam lagi apa kau tidak tertarik dengan kata-kata ku !" Candra beralih berjalan mundur melihat Hana dihadapannya yang terus melangkah


" Oeeeekkk ingin muntah ! " Hana tertawa renyah " Kenapa aku harus tertarik,itu tidak ada apa-apa nya dengan pencapaian suamiku"


Hana membuat pria itu diam merasa sedih sekaligus terganggu.


Semua orang benar-benar memuji mu tuan,bahkan istrimu sendiri sampai


menggilai mu .Candra.


" Aku tidak bermaksud menyinggung can ,aku minta maaf " Hana merasa bersalah walaupun dia barusan hanya bercanda.


" Tidak !" Candr tersenyum " aku tidak terganggu percayalah, oh iya aku melihat postingan mu kemarin menyinggung untuk mengikuti kursus masak ?".


" Iya benar " Hana masih meras bersalah sangat terlihat jelas di wajahnya .


" Sudah berapa lama kau mulai?"


" Belum ,aku baru mendapatkan ijin dari sumiku.Mendaftar juga belum " Hana tersenyum membuat Candra menggaruk tungkak nya yang sama sekali tidak gatal


" Kalau begitu pas , sebentar" Candra Mengeluarkan kertas dari tas ranselnya


" Surat pendaftaran kursus masak ? kenapa kebetulan sekali ?" Hana membaca setiap kalimat pertanyaan brosur untuk mendaftar ditempat kursus.


Tapi dia sudah memilih tempat kursus yang terdekat dari rumahnya


" Ini sangat dekat dengan rumah mu ? " Candra meraih brosur dan menunjuk alamat yang tidak dibaca oleh Hana.


" Eh iya benar, ngomong-ngomong kenapa kau punya brosur kosong seperti ini .Kau mendaftar juga ?" Hana


" Setelah aku memutuskan untuk tidak kembali ke luar negeri,aku sudah melamar menjadi guru memasak ditempat itu.Dan berhasil " Candra tersenyum melihat Hana tersenyum dengan kata-kata nya seolah tidak percaya.


" kau pintar memasak? astaga wajah mu sama sekali tidak menunjukkan itu " Hana tertawa


" Kau meledek ya? aku mempunyai restauran kecil di negara ku . Restauran Keluarga yang aku urus sendiri dari sana aku mulai menyukai memasak,dan ibuku juga selalu mengajariku " panjang lebar menjelaskan membuat Hana tertegun.


" Kau sangat berbakat, aku akan mengisi nya dirumah dan mengirimkan kan nya besok padamu " Hana antusias akan belajar memasak dengan teman nya sendiri.


" Jadi kita akan bertemu lagi besok?" Entahlah Candra merasa bahagia mendengar nya.

__ADS_1


" Tentu ,aku akan mengabari mu " Hana menjawab cepat dan terus melihat Brosur pendaftaran di tangannya.


tidak sadar sepasang mata sendu itu memperhatikan nya dengan teliti


__ADS_2