Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Hana putus asa


__ADS_3

Hana melihat Cakra keluar dari mobil dia memasak puding untuk Cakra dengan tangannya sendiri.Walaupun dia harus berdebat dengan para pelayan karena menahannya agar tidak susah payah bekerja.


Akhirnya pelayan menyerah membiarkan Hana bekerja semaunya di dapur.


" Sayang ini untukmu !" Hana menyodorkan nampan dengan dua puding disana.Cakra hanya menatapnya sekilas


membuat senyum dibibir istrinya itu menghilang sekejap mata.


Rey yang memperhatikan keduanya tidak ingin ikut campur.Dia masih tidak tahu apa yang terjadi di toko itu.


Hanya Robi dan penjaga toko yang tahu sebenarnya.Tapi Cakra melihat bukti ditangannya sangat kuat ,tidak akan bisa Rey bantah dengan asal.


" Awas !!" Teriak Cakra membuat Hana bergeser membiarkan suaminya lewat begitu saja.


" Nona pergilah ke kemar .Tuan harus berganti pakaian untuk pergi lagu ,bantu dia " Rey mengambil nampan dan menuju dapur.


Hana bergegas mengikuti Cakra masuk ke dalam kamar.


" Aku bilang minggir" Cakra beteriak membuat gadis itu terlonjak melihat amarah suaminya semakin menjadi .


" A -ku " Hana terbata , matanya mulai berkaca-kaca " Aku akan membantumu. "


Hana mengambil jas dan dasi .Cakra menolak saat Hana ingin memakaikan dasi padanya.


" Kau mau kemana?' Hana melihat Cakra begitu rapih dan sangat tampan .

__ADS_1


Cakra tidak menjawab dia menggandeng jas dan berlari menuruni tangga, meninggalkan Hana yang ingin memeluk dan menciumnya begitu saja.


" Permisi " Rey membungkuk saat Hana melewatinya.Dia menyusul Cakra keluar dan berlalu pergi meninggalkan Hana.


Hana menangis menatap mobil itu menjauh dari pandangannya.


" Kakak" Kiran yang datang melihat Hana langsung memeluknya.


" Aku tidak apa-apa " Hana tersenyum melepas pelukan Kiran .Dia mengusap air matanya dan pergi ke arah taman.


Tika yang melihat Hana sedih memutar arah menuju taman.Nampan berisi puding yang belum Hana makan sama sekali dia bawa.


Di taman Hana duduk merasakan angin sore yang meniup rambut panjangnya .


Dia mendesah menghela nafas berkali-kali.


Hana menoleh melihat Tika dah menghapus air matanya


" Ayo duduk Tika disini,temani aku " Hana menepuk ruang kosong disebelahnya.


Tika tidak menunggu lama dia langsung duduk .


" Tika makan lah .Aku ingin mendengar komentar mu " Hana melirik nampan di pangkuan gadis itu.


" Aku membawanya untukmu Nona,makanlah " Tika meletakan sendok di atas mangkuk puding .

__ADS_1


" Aku tidak mau . Suamiku saja tidak tertarik sama sekali " Hana kembali terisak menatap semua pohon dan Bungan bermekaran disana.


Tika merasa sangat bersalah tidak bisa membantu Hana apapun.


" Aku akan pergi saja." Hana berucap sambil melirik Tika yang kaget


" Kau mau kemana nona?" Tika meletakan nampan di meja


" Aku akan pergi kemana saja " Hana pasrah air matanya jatuh tidak berhenti.


Kepalanya menyender di kursi besi.


" Kau akan merasa sakit " Tangan Tika mengangkat kepala Hana membuat tangannya menjadi penopang kepala Hana." Jangan terus menangis nona ,aku akan menjagamu sampai kapanpun."


" Ayo bersiap bawa aku kemana saja " Hana berdiri meraih tangan Tika.


Gadis itu semakin terlonjak Hana benar-benar putus asa tidak tahan dengan sikap dingin dan acuh suaminya.


" Nona " lirih Tika ingin menolak.


Hana mendesah dan pergi masuk ke dalam rumah.


Hana masuk ke dalam kamar dia mengemas pakaian yang dia bawa sendiri dari rumahnya dulu.


" Tidak mungkin aku membawa apapun yang dia berikan setelah menikah dengannya" Hana menatap semua baju yang berjejer rapih disana.

__ADS_1


Pakaian sudah masuk ke dalam tas.Hana memasukan ponsel nya .


" Aaah tidak aku tidak akan membawa ponsel ini " Hana takut Cakra bisa saja menemukannya.


__ADS_2